09 Oktober 2008

PCMAV MASIH MERAGUKAN!!



Ketika itu saya sudah mengunduh dengan lengkap keseluruhan file PCMAV edisi terbaru, bahkan sempat melakukan update secara online. Pada awalnya, saya mengira ada beberapa komponen yang kurang, akan tetapi sudah dipastikan 100% lengkap dan full update. Anehnya, PCMAV seperti mengalami kesulitan untuk mendeteksi virus berkode W32/Sality (berdasarkan deteksi dari Antivir). Bisa dibayangkan untuk melakukan scan di drive C yang berukuran sekitar 38 Gb (68% Free), PCMAV memerlukan waktu hingga lebih dari 10 jam untuk komputer dengan 2 Gb RAM dan prosesor hyper-threading (2.8 GHz). Itu saja proses scan baru berjalan kurang dari 50%. Sekalipun sudah berjalan sekitar 10 jam, akan sama sekali tidak ada tanda-tanda infeksi virus. Padahal Antivir sebelumnya sudah lebih dulu mengindentifikasikan keberadaan Sality hanya dalam tempo 28 menit (total scan drive C: 49 menit, 27 detik).

Fakta Tentang PCMAV
PCMAV adalah jenis antivirus lokal yang dibuat oleh PC Media. Tujuannya tentu untuk memenuhi kebutuhan akan penangkal virus-virus lokal yang tidak dikenal oleh aplikasi antivirus-antivirus luar. Keberadaan PCMAV sendiri sesungguhnya baru populer ketika merebaknya virus lokal yang dikenal virus Brontok. Di sinilah kemudian PC Media mulai masuk untuk memperkenalkan antivirus yang diklaim mampu menangkal serangan virus-virus lokal terbaru atau belum dikenal oleh antivirus-antivirus luar.

Dengan maksud menghemat biaya, pihak PC Media merancang antivirus yang dapat beroperasi tanpa perlu di-instalasikan ke sistem operasi Windows. Perlu diketahui, untuk dapat menginstalasikan suatu aplikasi (dalam bentuk apapun) ke sistem operasi Windows, maka pihak perancang harus membeli lisensi sistem operasi kepada pihak Microsoft. Harga lisensi masih belum termasuk apabila ikon aplikasi dapat diletakkan di bagian “Quick Launch” atau memiliki pilihan untuk ditampilkan pada “Context Menu”. Inilah mengapa ketika pertama kali dirilis, PCMAV sempat dideteksi sebagai virus oleh beberapa antivirus seperti AVG, Antivir, maupun jenis antivirus lainnya. Penyebab lainnya mengapa PCMAV versi awal dideteksi sebagai virus adalah faktor persaingan di antara produsen (pengembang) aplikasi antivirus. Sejak edisi 2008 ini, PCMAV sudah tidak lagi dideteksi sebagai virus oleh aplikasi antivirus dari luar. Sekalipun demikian, PCMAV masih beroperasi secara standalone dan belum melisensikan produknya kepada pihak Microsoft.

Pada prinsipnya, PCMAV sesungguhnya tidak bekerja sendirian. PC Media menggabungkan modul PCMAV dengan antivirus lain, yaitu Clam Antivirus (ClamAV) yang merupakan sejenis aplikasi opensource (GPL). Sama halnya dengan PCMAV, ClamAV beroperasi pula secara standalone. Seharusnya, jika dua scan engine digabungkan akan menghasilkan proses scan yang lebih ringan. Lain halnya dengan penggabungan scan engine PCMAV dan ClamAV yang justru menghasilan scan engine jauh lebih berat terutama pada update versi terbaru. Hal ini bisa terjadi karena kedua antivirus masing-masing bekerja dengan caranya sendiri sesuai dengan update virus database yang dimilikinya. Masih belum diketahui apakah kemampuan PCMAV mendeteksi virus-virus lokal dikarenakan kemampuan scan engine, ataukah dikarenakan adanya penggabungannya dengan ClamAV.

Tentang ClamAV
Sangat disayangkan PC Media menggabungkan aplikasinya dengan aplikasi antivirus yang memiliki reputasi kurang populer sekalipun sudah diakui di lingkup uji antivirus internasional seperti AV-Test.org ataupun Virus Bulletin. Pada beberapa hasil uji, ClamAV masih belum mampu menghasilkan kinerja yang mampu mengimbangi antivirus-antivirus papan atas. Jika kurang yakin, bisa di lihat pada link Virus Bulletin Edisi September 2008 (klik di sini).

ClamAV justru kalah jauh kinerjanya dengan pendatang baru seperti Rising Antivirus maupun AVK-2008 (G-Data). Antivirus yang terakhir ini malah berkali-kali menempatkan dirinya sejajar dengan antivirus-antivirus gratisan yang populer seperti Antivir, Avast!, AVG, dan BitDefender. Padahal, scan engine AVK-2008 tidak beroperasi secara mandiri, akan tetapi digabungkan pula dengan scan engine antivirus lainnya seperti scan engine Kaspersky dan BitDefender. Sementara itu, scan speed hasil dari penggabungan justru lebih baik terutama untuk penggabungan dengan BitDefender. Hanya sebagai contoh yang sekiranya bisa dijadikan sebagai bahan pembanding.

Penutup
Pada prinsipnya, kehadiran PCMAV tidak terlepas dari ketidaktahuan pengguna komputer dalam memanfaatkan fitur update antivirus. Ketika virus Brontok dan variannya mewabah pada tahun 2005, sebagian besar komputer yang terinfeksi adalah komputer yang antivirusnya jarang dilakukan update. Beberapa kasus sering dijumpai jika virus database dari antivirus yang terinstal pada tahun 2004/2005 masih menggunakan virus database tahun 2001/2002. Minimnya pengetahuan tentang antivirus menyebabkan adanya anggapan apabila antivirus yang telah terinstal tidak membutuhkan update virus database. Pada umumnya, pengguna hanya melakukan update scan engine atau versi program, akan tetapi mengabaikan update virus database. Mereka inilah yang selanjutnya menjadi korban virus rontokbro dan varian-variannya.

Pada tahun 2005 lalu, di komputer saya terinstal antivirus AVG 7 Free Edition. Seringkali AVG menemukan virus visual basic yang ternyata diidentifikasikan sebagai virus brontok. Saya sering melakukan update, setidaknya 3 kali dalam seminggu. Ini saya lakukan karena seringnya menggunakan flash disk dari komputer lain, terutama komputer-komputer yang dicurigai menjadi sumber penyebaran virus seperti warnet. Ketika itu AVG bahkan mampu menangkal varian-varian terbaru dari seri Brontok seperti Ryani Jangkaru, virus Kangen, dan lain-lain. Tidak sekalipun ketika itu ditemukan masalah dengan kehadiran virus-virus lokal. Pada kenyataannya, komputer lain yang antivirusnya senantiasi dilakukan update juga tidak pernah mengalami masalah infeksi virus-virus lokal.

Keinginan untuk mencoba produk PCMAV didorong oleh keinginan untuk mencoba menghargai hasil karya bangsa sendiri. Sayangnya, PCMAV belum mampu memenuhi kebutuhan untuk melindungi komputer dari virus-virus yang sesungguhnya jauh lebih berbahaya ketimbang virus Brontok. Scan engine yang cukup berat menjadi salah satu alasan mengapa produk PC Media belum mampu memenuhi kebutuhan keamanan komputer, yaitu kenyamanan. Seiring dengan berkembangnya versi PCMAV, bukannya semakin baik kinerjanya, akan tetapi justru semakin berat. Bukan kita tidak menghargai hasil karya anak bangsa sendiri, tapi kita harus berpikir lebih obyektif apabila ingin menjadi bangsa yang maju.

2 comments:

data-dataku mengatakan...

saya telah kecewa sekali pada majalah pc mav karna tidak bisa membasmi virus

Anonim mengatakan...

mas semua sekarang sudah bisa versi terbarunya

ini kuat versi terbarunya bro pc media antivirus 9.9.1

sudah mampu sekarang

dulukan masih berkembang

kalo anda mengembangkan sebuah antivirus itu perlu ketelitian terhadap program yang dijalankan jadi jangan menghina buatan orang lain kasih tuh

kasih dukungan

dulu biarlah berlalu

Posting Komentar