13 Desember 2008

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA BARACK OBAMA?

Buku I
Judul : Obama: The Postmodern Coup
Penulis : Webster Griffin Tarpley
Kontributor : Bruce Marshall dan Jonathan Mowat
Penerbit : Progressive Press
Second Revised Edition (June 26th, 2008)
291 halaman
ISBN-10: 0930852893
ISBN-13: 978-0930852894







Buku II
Judul : Barack H. Obama: Unauthorized Biography
Penulis/Editor : Webster Griffin Tarpley
Penerbit : Progressive Press
Digital Advance Review Edition (October 1st, 2008)
440 halaman
ISBN-10: 0930852915
ISBN-13: 978-0930852917






Ulasan singkat dan link download dapat dilihat berikut ini (klik ‘Baca selanjutnya’)

Kedua buku ini belum lama saya temukan ketika sedang ‘browsing’ artikel-artikel online. Sejak lama ketika media mengangkat nama Obama sebagai pemimpin masa depan Amerika, sudah ada sedikti kecurigaan jika saja sesungguhnya Obama tidaklah berbeda dengan para pemimpin Amerika yang sudah mendahuluinya. Apapun kebenaran yang ditemukan di sini tidak lah dapat begitu saja dijadikan sebagai kesimpulan ataupun penilaian akhir. Sesungguhnya, di atas kebenaran masih ada kebenaran yang hakiki.

Tentang Penulis, yaitu Webster Tarpley kelahiran Massachusette 1946 adalah salah satu tokoh yang selalu menempatkan dirinya sebagai oposisi pemerintah. Sebelumnya, Tarpley pernah menuliskan buku yang serupa, yaitu “Bush: An Authorized Biography”. Buku yang ditulisnya tahun 1992 itu sempat populer di Amerika dan menjadi banyak bahan pembicaraan dan kajian kritis. Bisa dikatakan jika kedua buku tentang Presiden Amerika yang baru saja terpilih ini keluar terlambat ketika Pemilu AS sudah di ujung mata. Sekalipun demikian, sebagai sumber referensi untuk pengkajian, kedua buku ini sangat layak untuk dibaca.

Book I: Obama: The Postmodern Coup
Diceritakan dan diuraikan pula dalam buku ini jika sosok Obama adalah sosok yang bermasalah secara personaliti. Sosok megalomania yang bekerja untuk agen-agen intelijen dengan menggunakan polling palsu, merangkul sekawanan anak-anak remaja, didukung oleh kelompok-kelompok super kaya, dan dihias pula oleh pemberitaan media yang mendukungnya untuk memperingkas jalur politik demi meraih kekuasaan.Obama sesungguhnya pertama kali diorbitkan oleh Ford Foundation. Selama masa itu, Obama tidak sekalipun pernah memenangkan setiap penyelenggaraan pemilihan tokoh-tokoh pemerintahan. Orang yang merekrutnya sendiri dari Universitas Columbia seperempat abad yang lalu, yaitu Zbigniew Brzezinski adalah orang yang sangat membenci Rusia yang dianggapnya mendominasi kekuasaan super power semasa pemerintahan Carter. Pendiri Komisi Trilateral (Trilateral Comission) ini menginginkan adanya aksi global (global showdown) dengan pihak Rusia maupun RRC. Tentunya aksi-aksi ini jauh lebih berbahaya ketimbang pengalaman sikap Bush-Cheney dengan Irak. Ekonom-ekonom yang dimiliki Obama yang berasal dari aliran Chicago School adalah pemikir-pemikir ulung/cerdik yang cukup banyak menyengsarakan para pekerja dengan merencanakan proyek bail-out kebangkrutan Wall Street. Dibalik kegigihannya memperjuangkan Wall Street, sesungguhnya Obama memiliki kepentingan, yaitu membalas jasa mereka (di Wall Street) yang telah membesarkannya. Dengan latar belakang tersebut, nampaknya Obama seolah hendak membawa Amerika ke masa Italia (1919-1922) dan menaikkan tensi fasisme di Amerika Serikat.

Book II: Barack H. Obama: Unauthorized Biography
Dalam buku ini, Tarpley menguraikan bagaimana Obama dijadikan sebagai mata-mata (operative) yayasan dan sekaligus salah satu agen pembiayaan modal di Wall Street di bawah kendali Zbigniew Brzezinski, George Soros, dan Goldman Sachs. Inilah yang jawaban mengapa George Soros begitu gencar mendukung kampanye Obama, termasuk ketika melawan McCain. Diceritakan pula jika ibunda Obama adalah salah seorang pejabat resmi di Ford Foundation, The World Bank, dan US AID. Obama diketahui sebagai figur politisi masa depan oleh Brzezinski di Universitas Columbia pada tahun 1981 hingga 1983, yaitu tahun-tahun di mana keberadaan resmi Obama dirahasiakan. Ketika itu, Obama bekerja untuk Gamalied Foundation, The Joyce Foundation, The Woods Fund, dan Annenberg Foundation sebagai organisator kemasyarakatan (community organizer). Yayasan-yayasan tadi diketahui menjalankan misi dengan taktik memanfaatkan penderitaan rakyat sebagai suatu komoditas politik. Strategi yang dijalankan yayasan-yayasan tadi adalah menciptakan politik disintegrasi dan penaklukan, memanfaatkan isu rasial yang berkepanjangan untuk mencegah imbas secara politik ke Wall Street. Obama juga diketahui bersahabat dengan beberapa tokoh-tokoh dunia hitam seperti tokoh provokator rasis (Wright dan Pfleger) hingga tokoh bom teror Ayers dan Dohrn. Obama juga dekat dengan tokoh-tokoh korup seperti Rezko, Auchi, dan Al-Sammarae. Obama memiliki latar belakang pendidikan yang banyak dipengaruhi oleh pandangan Nietzsche dan Fanon sehingga bisa dikatakan sebagai seorang postmodern fascist. Tidak mengherankan apabila Obama dengan bersungguh-sungguh menyelamatkan Wall Street dengan lebih mendahulukan kebijakan Wall Street Auto Bailouts.





Jika tertarik, bisa beli bukunya via Amazon.

0 comments:

Posting Komentar