13 Juni 2012

FLOATLED: MEMANTAU AKTIVITAS DRIVE DAN HARD DISK

CPU standar biasanya hanya menyediakan satu lampu indikator untuk hard disk. Hanya satu warna untuk menandai aktivitas membaca (read) maupun menulis (write). Terkadang akan membingungkan apabila terdapat lebih dari 1 hard disk yang masing-masing memberikan peran untuk satu sistem operasi. Misalnya saja untuk keperluan penempatan swapdisk di lokasi hard drive yang berbeda dengan sistem operasi. Atau mungkin penasaran dengan lampu indikator hard disk yang menyala terus, tanpa diketahui aktivitas pada partisi ataupun hard drive. FloatLED merupakan salah satu aplikasi pemantau aktivitas hard disk dan drive (partisi) yang menjadi pilihan penulis untuk diulas.

Sebenarnya ada beberapa pengembang yang membuat software aplikasi hard disk monitoring. Beberapa di antaranya yang cukup populer seperti HDD Monitoring, FloatLED, O&O Drive LED (berbayar), dan lain sebagainya. Setelah mencoba keseluruhannya, penulis lebih memilih untuk menggunakan FloatLED dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Tampilan yang lebih informatif
2. Tidak kaku dan stylist
3. Opsi pengaturan yang lebih banyak
4. Ringan (maksimal 2 Mb ruang untuk RAM)
5. Memadai dari OS Windows XP hingga Windows 7.
6. Mampu bekerja baik pada sistem operasi 64 bit
7. Menyediakan versi standalone (tanpa proses instalasi)
8. Freeware (tentunya).
Konsumsi memori (RAM) yang maksimal mencapai 2 Mb berdasarkan kondisi CPU yang terinstal 2 buah hard disk (total 7 partisi), 1 DVD/RW drive, 1 USB flash drive (untuk readyboost), dan total dua buah removable USB flash drive. Selain ditampilkan di desktop, dapat pula diatur tampilannya pada area tray atau keduanya.





Gambar di atas adalah tampilan standar FloatLED yang ditempatkan di sebelah pojok kanan bawah atau berdekatan di atas sebelah kanan taskbar. Terlihat ada satu indikator yang sengaja dinonaktifkan oleh penulis, yaitu drive L yang merupakan drive bayangan dari Windows 7. Gambar di bawahnya memperlihatkan tampilan animasi ketika FloatLED mendeteksi aktivitas di masing-masing drive (partisi) ataupun hard drive. Warna hijau menandakan aktivitas pembacaan (read), sedangkan warna merah menandakan aktivitas penulisan (write). Fitur pengaturan (setting) disediakan cukup lengkap, termasuk pengaturan penempatan, mode tampilan, dan pengaturan warna.

Sebagai catatan, pihak pengembang FloatLED sebenarnya telah merilis hingga versi 1.12. Tetapi penulis menyarankan untuk mencoba dulu instalasinya. Saat ini penulis masih mempertahankan versi sebelumnya, yaitu versi 1.11, karena dianggap lebih stabil dan minim kesalahan pembacaan. Penulis pernah menginstalasi versi 1.12, tetapi pembacaan drive yang ditampilkan tidak konsisten. Mungkin terdapat semacam ‘bug’ yang belum diketahui oleh pihak pengembangnya. Masalah lain yang sering tidak konsisten ditemukan pada identifikasi drive pada kotak tampilan pengaturan yang bertuliskan [Configure Drives and Icons]. Misalnya, drive C yang sebenarnya adalah hard disk diidentifikasikan floppy disk. Kesalahan ini tidak terlalu fatal, karena terkadang sering berubah, serta masih dalam taraf pengembangan. Jadi harus dicoba terlebih dulu mulai dari versi 1.12 hingga versi sebelumnya, sampai ditemukan kondisi yang dianggap konsisten tampilannya.

Jika tertarik, pembaca dapat mengunjungi situs Stone Oakvalley Studios, sekaligus untuk mendapatkan tautan (link) untuk mengunduh (download) aplikasi FloatLED dan membaca informasi teknis lainnya. Fila yang diunduh tidak terlalu besar dengan kapasitas kurang dari 1 Mb atau sekitar di bawah 700 Kb (kompresi ZIP). Di dalamnya sudah disediakan aplikasi standalone untuk versi 1.12, versi 1.11, dan versi 1.10, serta petunjuk pemakaiannya.

0 comments:

Poskan Komentar