04 Agustus 2012

HINDARI PENGGUNAAN PEMBERSIH REGISTRY

Ternyata tidak ada satupun pembersih registry (registry cleaner) yang dikatakan efektif mendongkrak kinerja sistem operasi. Sebaliknya, pembersih registry justru membuat kinerja sistem operasi menjadi lambat. Tidak ada pula pembersih registry yang sekarang ini beredar bisa dikatakan aman. Berhati-hati pula dengan fitur pembersihan jejak registry yang disematkan pada aplikasi uninstaller. Efeknya cukup terasa mengurangi kinerja sistem operasi Windows.

Dua bulan terakhir ini penulis merasakan kinerja Windows 7 Ultimate mulai menurun. Beberapa aplikasi menjadi kurang responsif, termasuk lambat pula ketika melakukan eksekusi. Padahal penulis sudah mengurangi beban kerja memori, termasuk pula dengan meng-upgrade RAM yang sekarang ini sudah di atas 2 Gb. Fitur Startup masih minimal, termasuk fitur
Tidak ada potensi malware dan sejenisnya yang bisa mengurangi kinerja sistem operasi. Penulis baru menyadari, selama 5 bulan terakhir ini telah mencoba beberapa kali melakukan pembersihan registry. Pembersihan registry ini pula penulis manfaatkan dari aplikasi uninstaller. Ternyata efeknya cukup nyata membuat kinerja Windows 7 Ultimate semakin menurun.

Pengguna sistem operasi Windows sebenarnya tidak membutuhkan sama sekali pembersihan registry. Sejak pertama kali dirilis Windows XP hingga Windows 8, pihak Microsoft tidak pernah menempatkan fitur pembersihan registry. Paket utility seperti uninstaller seringkali menonjolkan keunggulan produknya dengan fitur pembersihan registry paska uninstall software maupun aplikasi. Ada beberapa software utility yang malah merekomendasikan untuk pembersihan registry secara rutin. Seluruh aktivitas sistem yang berkaitan dengan pembersihan registry sebenarnya tidak direkomendasikan, bahkan direkomendasikan untuk tidak sesekali digunakan.

Pihak Microsoft sendiri sebenarnya tidak pernah merekomendasikan pengguna Windows XP dan yang terbaru untuk menggunakan pembersih registry. Tools optimalisasi sistem yang disediakan oleh Microsoft hingga saat diluncurkan Windows 8 hanya terdiri atas page defrag dan disk clean manager. Memang benar, aplikasi yang sudah di-uninstall akan meninggalkan beberapa jejak registry. Tetapi jejak registry tersebut tidak mengganggu kinerja sistem operasi. Jika dianggap tidak pernah digunakan atau diakses oleh sistem operasi, Windows secara otomatis akan menonaktifkan baris registry tersebut untuk tidak digunakan pada eksekusi selanjutnya. Perhatikan gambar di bawah ini.



Gambar di atas adalah output dari hasil scanning aplikasi pembersih registry dari CCleaner (Piriform). Banyak pihak merekomendasikan pembersih registry dari CCleaner, karena dianggap relatif lebih aman dalam memilih path ataupun link registry yang hendak dibersihkan. Sekalipun demikian, tampilan masalah pada output di atas bukanlah masalah yang serius bagi Windows. Berapapun banyaknya tampilan output pada hasil pembacaan atau scanning aplikasi pembersih registry manapun tidak akan mengganggu kinerja sistem operasi Windows.

Urutan baris registry pada sistem operasi Windows tidak sama dengan urutan baris pada bahasa pemrograman seperti CSS atau HTML. Eksekusi baris registry hanya dilakukan pada baris registry yang dianggap aktif atau berfungsi. Informasi tersebut disimpan pada file tersendiri yang memberikan panduan eksekusi sistem operasi ketika melakukan eksekusi. Apabila hendak meningkatkan kinerja Windows, akan lebih direkomendasikan untuk meng-uninstall aplikasi atau software yang tidak pernah lagi digunakan.

Perlu diketahui, tidak semua jejak registry yang ditinggalkan setelah proses uninstall merupakan baris registry sampah. Seringkali ditemukan baris registry tersebut justru masih dianggap aktif dan dieksekusi oleh Windows. Ketika meng-install suatu aplikasi atau software, Windows akan menyediakan ruang dan link internal untuk menghubungkan dengan sistem operasi dan aplikasi lainnya. Ilustrasinya, ketika seseorang membangun rumah, akan disediakan sebidang lahan dan mungkin termasuk jalan setapak yang menghubungkan beberapa bagian di antara batas lahan. Ketika dilakukan uninstall, maka hanya rumahnya saja yang dibongkar, serta hanya akan tersisa lahan dan jalan setapak tadi. Pembersih registry diumpamakan akan menghapus seluruh batas-batas lahan maupun jalan setapak di atas lahan tadi yang diilustrasikan sebagai jejak registry. Pembaca bisa membayangkan apabila diketahui Windows akan menggunakan jalan setapak tadi sebagai salah satu akses utama sistem operasi. Jika jalan setapak yang diilustrasikan sebagai jejak registry masih digunakan oleh Windows, tetapi telah terhapus oleh pembersih registry, maka Windows akan selalu mencari jejak registry tersebut. Proses ini biasanya akan memakan waktu lama. Jika tidak ditemukan, Windows akan membuat sendiri link atau jejak alternatifnya. Proses yang selalu beruang yang menjadi penyebab sistem operasi menjadi berkurang kinerjanya.

Sekedar informasi, berdasarkan ilustrasi perumpamaan di atas, pada kenyataannya bisa terdapat ribuan jalur yang ditinggalkan setiap kali proses uninstall. Software pembersih registry mungkin hanya akan mengidentifikasikan beberapa jejak registry. Tetapi untuk satu jejak tersebut bisa jadi digunakan oleh banyak sekali aplikasi dan baris perintah Windows yang tidak diketahui. Inilah yang baru saja dialami oleh penulis, setelah beberapa bulan terakhir ini menggunakan pembersih registry, termasuk pula yang disediakan oleh third party uninstaller.

Pembersih registry manapun tidak akan pernah mengetahui dan tidak pula bisa membedakan jejak registry yang dianggap aktif atau tidak aktif. Software utility tersebut dibuat oleh pihak ketiga yang bukan berdasarkan rekomendasi teknis dari Microsoft.

Jika menghendaki meningkatkan kinerja sistem operasi Windows, pihak Microsoft justru merekomendasikan untuk menghapus (uninstall) aplikasi atau software yang tidak digunakan. Dengan mengurangi banyaknya aplikasi akan mengurangi tingkat kepadatan akses registry oleh sistem operasi Windows. Untuk menghapus atau uninstall cukup hanya dengan menggunakan fitur [Add/remove programs] pada Control Panel. Boleh saja menggunakan aplikasi uninstall yang disediakan oleh pihak ketiga, tetapi hindarkan pilihan untuk melakukan pembersihan jejak registry.

Rekomendasi lain dari Microsoft untuk meningkatkan kinerja sistem operasi Windows adalah dengan memanfaatkan fitur defrag yang disediakan oleh Windows. Bisa pula menggunakan utility defragmented yang dibuat oleh pihak ketiga. Tetapi harus diketahui pula untuk tidak terlalu sering melakukan defrag, karena akan mengurangi kinerja fisik hard disk. Tindakan untuk melakukan defrag hanya apabila dianggap diperlukan. Misalnya untuk periode 6 bulanan hingga 1 tahun. Defrag hanya perlu dilakukan apabila tingkat fragmentasinya sudah di atas 10%.

Sejauh ini belum ada cara untuk mengembalikan registry yang telah terhapus oleh pembersih registry. Sistem operasi Windows masih akan terus melakukan pengulangan proses atas baris registry yang terhapus tadi. Jika sudah terlanjur demikian, sebaiknya hentikan kebiasaan menggunakan pembersih registry, sebelum nanti akan membuat Windows menjadi lebih sering macet (hang). Jika dirasakan sudah terlampau lamban atau sering mengalami hang, solusinya hanya melakukan instal ulang.

19 comments:

Awan Himalaya mengatakan...

Benar yang kakanda katakan. saya dahulu selalu pakai software Tune Up Utility dan software disk defragment saya tertipu bang, makanya laptop saya selalu error dan blue screen akhirnya install ulang.

Awan Himalaya mengatakan...

Satu hal lagi Kakanda Hasil Scanning dari Software Anti Virus yang merekomendasikan untuk penghapusan kalau di jalankan juga berpotensi merusak kinerja sistem windows juga.

Leo Kusuma mengatakan...

Alhamdulillah... saya pun skrg sudah normal kembali setelah 2 bulan lebih tidak menggunakan pembersih registry manapun. Prinsipnya, uninstal atau bersihkan virusnya. Tolak permintaan utk memperbaiki registry. Terima kasih.

Anonim mengatakan...

tetapi gan kalaw kita tidak menggunakan sofware uility dan semua file yang lama akan menumpuk hasilnya
akan crash dump atau not responding
jika tidak dirawat lalu sofware apa yang harus kita gunakan

YudielsAlzheimer mengatakan...

Apa sudah semua di coba masa ngak ada yang bermanfaat dari sekian banyak pembersih registry itu. Bagaimana dengan pembersih registry SmadAV kan bagus itu

Leo Kusuma mengatakan...

Baris registri yg sudah tidak dipakai karena uninstall software atau karena rusak, nanti oleh Windows akan dikesampingkan, dan selanjutnya tdk akan digunakan. Hingga Windows 8, pihak Microsoft tdk sekalipun pernah mengkhawatirkan dgn manajemen registri buatan mereka. Saya pun pernah gunakan Smadav, tetapi tdk pernah mengaktifkan fitur pembersih registri dari mereka.

Anonim mengatakan...

Wah terima kasih informasinya,pantas saja akhir-akhir ini saya rasa komputer saya makin lemot.Saya dua bulan pakai salah satu software pembersih registry bukannya tambah enteng malah makin lemot.

Anonim mengatakan...

Ada yang bilang karena software pembersih registry yang baik itu yang berbayar jangan yang free.

Susanti Rins mengatakan...

Tingkat Fregmentasi sudah di atas 10 % ( sepuluh persen ) itu kondisi yang bagaimana bisa jelasin ngak..? Harddisk 500 GB - 10 % = 450 GB kemudian di Defrag biar normal gimana sih mas...?>

Netiza Evi mengatakan...

Bukankan software itu dibuat khusus untuk pembersih registry kenapa jadi penghapus registry? CCleaner kan namanya ( Clean = Bersih ) seharusnya baik kan.

Imelda Sari Spd mengatakan...

Terima kasih infonya

saya julian mengatakan...

trims atas infonya

Yanti Friska mengatakan...

Saya ingin tahu kenapa baris registri tidak bisa diperbaiki ?

Leo Kusuma mengatakan...

baris registri yg rusak bisa dikarenakan virus, program malfungsi, atau sebab lainnya. prosedur yg semestinya bukan diperbaiki, melainkan direkonstruksi ulang. ya sama saja dgn install ulang, dan bagus lagi kalo install OS Windows fresh copy. jangan khawatir, Windows masih tetap dpt mengenali baris registri yg rusak, kemudian ditandai. sampai boot tertentu, nanti baris registri tsb tidak akan digunakan.

Meliana Wijaya SE mengatakan...

Selain registri File Temp itu juga memberatkan PC tapi kalau mau di hapus lokasinya entah dimana ? apa mas Leo tahu caranya ?

Lina Eriska mengatakan...

Ada benernya juga nih info

muhammar mar mengatakan...

pertanyaan saya.. apakah wajib pake sofware pembersih registri,, kalau tidak registri bakalan numpuk,, ada cara lain enggak membersihkan registri tanpa sofware,,

Nafa Estrada mengatakan...

Saya sependapat dengan Om Leo, Dulu pernah pake pebersih registry saat windows saya mulai cacat. belum ada satu minggu pc saya langsung hang total (khusus untuk win xp perubahan ini sangat nyata terasa).......!?!?

A Chabibullah mengatakan...

setuja sekali!!!!!

Poskan Komentar