10 Februari 2013

INSTAL LIBREOFFICE 4.0 via DEB PACKAGES (UBUNTU/MINT)

Hari Jumat, 8 Februari 2013, Open Document Foundation telah resmi merilis LibreOffice 4.0. Setelah selama lebih dari 7 bulan melakukan pengembangan, kini versi 4.0 telah siap untuk digunakan kepada publik (Windows dan Linux). Instalasi pada OS Linux tersedia dalam dua paket, yaitu paket deb dan paket rpm. Untuk kali ini akan diulas mengenai cara instalasi LibreOffice v4.0 ke OS Linux Ubuntu dan Linux Mint melalui instalasi paket deb.

Pada posting sebelumnya (klik di sini) sudah pernah diulas mengenai cara meng-upgrade versi LibreOffice tanpa harus menginstalasi ulang. Cara tersebut dilakukan via PPA, tanpa harus menghapus paket sebelumnya. Kelemahannya, tidak seluruh update versi terkini akan langsung bisa diterapkan ke dalam repositorinya. Disamping itu, instalasi via PPA kurang efektif apabila memiliki lebih dari 1 sistem operasi Linux. Instalasi via paket deb dilakukan dengan mengunduh paket instalasinya, kemudian langsung dilakukan instalasi paket melalui konsol terminal.

LibreOffice v4.0 memiliki sejumlah pembaharuan penting seperti berikut ini.
1. Dukungan Mozilla Firefox Personas (untuk tema atau theme)
2. Android remote control application (untuk keperluan presentasi)
3. Kemampuan untuk mengimpor dokumen dari Microsoft Visio dan Publisher
4. Memperbolehkan lebih banyak karakter-karakter ekstra
5. Dukungan impor/ekspor untuk native RTF math expression
6. Membolehkan header/footer yang berbeda dari halaman pertama
7. Kompatibilitas lebih besar untuk tipe dokumen DOCX dan RTF
8. Akselerasi lebih untuk multimedia preview dan preview of embedded video
9. Disertakan jenis huruf terbaru.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai keseluruhan pembaharuan dan fitur-fitur terbaru dari LibreOffice v4.0 bisa dilihat pada halaman change log (klik di sini).

Instalasi LibreOffice v4.0
Langkah pertama, masuklah ke halaman unduh (download) LibreOffice di sini. Untuk versi instalasi ke OS Linux tersedia dua versi, yaitu instalasi deb packages dan rpm package (Fedora, Mandriva, dan lain-lain). Untuk OS Linux Ubuntu dan Mint menggunakan versi paket debian atau deb packages. Di halaman tersebut akan tersedia pula versi bahasa yang dipergunakan. Untuk mengubah pengaturan instalasi bisa masuk ke halaman di sini. Di sini saya kebetulan menggunakan versi instalasi 64 bit yang ditandai dengan kode '(x86_64)'.

Setelah selesai diunduh, akan didapati file tunggal dengan nama:
LibreOffice_4.0.0_Linux_x86-64_deb.tar.gz
File tersebut menandakan paket instalasi deb untuk OS Linux 64 bit dan berbahasa Inggris (US). Ukurannya sekitar 176,9 Mb. Saya menyarankan menggunakan Nemo File Browser untuk memudahkan proses instalasi di sini, karena memiliki fitur yang bisa mengaktifkan konsol terminal pada lokasi manapun.

Pada lokasi file yang diunduh (download) tadi, lakukan ekstrak. Klik kanan tombol mouse, kemudian pilih [Extract Here]. Nanti akan muncul folder dengan nama LibreOffice_4.0.0.3_Linux_x86-64_deb (untuk 64 bit) atau LibreOffice_4.0.0.3_Linux_x86_deb (untuk 32 bit). Masuklah ke lokasi (folder) hasil ekstrak tadi, kemudian masuk ke lokasi folder [DEBS]. Nanti akan didapati folder dengan nama [desktop-integration]. Masuk ke lokasi tersebut, kemudian salin (copy) file bernama [libreoffice4.0-debian-menus_4.0.0-103_all.deb] ke lokasi [DEBS] di mana seluruh file berekstensi .deb berkumpul menjadi satu lokasi. Pada lokasi folder [DEBS], bukalah konsole terminal. Klik kanan di sembarang tempat pada lokasi folder tersebut, kemudian pilih [Open in Terminal] (harus menggunakan Nemo File Manager). Selanjutnya, ketikkan baris perintah di bawah ini pada konsol terminal.

sudo apt-get purge libreoffice*

Perintah di atas akan menghapus atau meng-uninstall seluruh paket LibreOffice versi sebelumnya. Ini adalah prosedur wajib apabila hendak menggantikan dengan paket yang terbaru, tanpa harus meng-upgrade paket sebelumnya. Setelah proses uninstall selesai, kemudian ketikkan baris perintah di bawah ini.

sudo dpkg -i *.deb

Tunggulah hingga proses instalasi paket selesai. Nantinya folder [Office] pada Applictions Menu yang semula kosong menjadi terisi kembali. Jalankan salah satu di antara aplikasi LibreOffice, kemudian periksa kembali angka versinya melalui menu [Help, About LibreOffice]. Hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.



Kesan Pertama
Saya harus katakan begitu terkesan dengan penampilan pertama LibreOffice v4.0. Pembaharuan itu begitu terasa dari kualitas tampilan hingga ke subpixel yang lebih terang dari versi sebelunya. Warna huruf yang saya ketikkan terliht lebih tajam dan lebih nyaman untuk dibaca. Saya tidak tahu, apakah kualitas di tingkat subpixel ini merupakan bagian dari pembaharuan yang dilakukan oleh tim Open Document Foundation (ODF). Setidaknya bisa menjadi semakin betah bekerja dengan LibreOffice v4.0.

Cukup impesif, karena tampilan latar menunya tidak lagi membosankan. Sejak diperkenalkannya versi 4.0 (alpha dan RC), Open Document Foundation memperkenalkan fitur user interface dengan mengadopsi Mozilla Firefox Personas. Tema tampilan LibreOffice tidak lagi membosankan dengan membolehkan untuk mengganti tema menu. Caranya cukup mudah, tetapi membutuhkan koneksi internet untuk bisa menghubungkan dengan website Mozilla Firefox Personas. Pengaturan tema bisa dilakukan melalui [Tools, Option]. Kemudian pilih [Personalization].



Pilih opsi [Own Persona], kemudian masuklah ke halaman web Firefox Personas. Pilihlah Persona yang dianggap cocok untuk dijadikan tema LibreOffice. Salin alamat Persona tersebut, kemudian masukkan ke kotak [Persona address]. Klik [OK], tunggu hingga beberapa saat melakukan pemuatan. Perubahan akan terlihat setelah menutup kotak [Option] dengan tombol [OK]. Hasilnya bisa dilihat di bawah ini.





Perlu diketahui, LibreOffice v4.0 yang terinstal pada OS Linux Anda belum memiliki PPA resmi. Istilah lain, cara instalasi di atas memaksakan untuk masuk ke sistem OS Linux, termasuk memaksakan memasangkan sendiri ke dalam PPA. Itu sebabnya, iconset LibreOffice yang terbaru ini tidak akan menyesuaikan dengan tema icon yang telah di atur sebelumnya. Saran saya, biarkan saja tetap demikian sampai nanti akan keluar rilis di PPA.

Sumber: www.ubuntubuzz.com

4 comments:

Anonim mengatakan...

Terima kasih buat postingnya.

Anonim mengatakan...

saya baru ngerti sudah bisa upgrade. nice info...

nasaq4m mengatakan...

tutorial yang sangat membantu.
mohon bantuan, saya sudah coba step by step persis spt panduan d atas, tetapi berakhir dg pesan berikut di terminal: Processing triggers for menu ...
Errors were encountered while processing:
libreoffice4.0-debian-menus_4.0.2-2_all.deb

dan libre office tetap tidak berubah masih edisi lama
tks

Leo Kusuma mengatakan...

@nasaq4m: itu dikarenakan ada konflik dengan versi sebelumnya. solusinya, mesti dihapus dulu versi sebelumnya dgn perintah:
sudo apt-get purge libreoffice*
setelah itu baru diinstal dgn cara di atas.
mengingat sekarang ini sudah tersedia repositorinya, sebaiknya update secara online melalui software center.
terima kasih.

Poskan Komentar