14 Februari 2013

INSTALL GNOME-SHELL 3.6 DI UBUNT 12.04/12.10

Gnome-shell merupakan desktop environment yang dibuat oleh Gnome untuk memberikan tampilan pada layar desktop Ubuntu, Mint, Fedora, dan distro Linux lainnya. Mengapa Gnome-shell? Termasuk direkomendasikan oleh banyak pihak, karena lebih ringan dan dapat dikustomisasi. Repositorinya pun sudah tersedia, sehingga prosedur instalasinya menjadi lebih mudah. OS Ubuntu sebenarnya memiliki versi non-official yang disebut Ubuntu GNOME Remix. Untuk mendapatkannya, cukup dengan menginstal GNOME-shell yang akan dibahas pada posting di sini.

Tampilan desktop utama lebih sederhana dibandingkan dengan Unity Menu yang disematkan fitur Unity-lens. Tetapi kesederhanaan inilah yang mungkin membuat Gnome-shell termasuk desktop environment yang lebih ringan dibandingkan dengan Ubuntu Unity. Untuk meng-instal Gnome-shell bisa menggunakan dua cara berbeda, yaitu melalui Software Center atau dapat pula melalui PPA. Melalui Software Center, masukkan kata kunci pada kotak
[Search] berupa 'Gnome-shell'. Kemudian install aplikasi 'Common files for the GNOME graphical shell' atau aplikasi yang memiliki kata kunci 'GNOME graphicall shell'. Instalasi melalui PPA bisa dilakukan melalui prosedur berikut ini melalui terminal applet.

sudo apt-get install gnome-shell gnome-tweak-tool

Perintah di atas menginstruksikan untuk menginstall Gnome shell dan Gnome tweak tool (atau tweak tools). Apabila sebelumnya telah menginstall Gnome tweak tool, maka perintah instalasinya bisa dituliskan sebagai berikut.

sudo apt-get install gnome-shell

Selama proses instalasi via Software Center maupun via PPA akan muncul notifikasi untuk meminta konfirmasi atas pilihan desktop manager. Ada dua pilihan yang muncul, yaitu Gdm (Gnome Desktop Manager) dan Lightgdm. Apabila dipilih Gdm, nantinya setelah instalasi akan langsung masuk ke tampilan Gnome-shell. Tetapi apabila yang dipilih lightgdm, setelah instalasi masih ditampilkan tampilan Ubuntu (default). Saya menyarankan untuk memilih lightgdm agar nantinya bisa dipilih melalui login screen. Setelah proses instalasi selesai, tutuplah kotak terminal applet, kemudian lakukan restart. Dengan cara instalasi di atas, desktop manager sebelumnya masih tersimpan dan masih terbuka opsi untuk melakukan pilihan.

Setelah masuk ke desktop utama yang belum berubah tampilannya, masuklah ke login screen dengan melakukan logout pada User Menu. Pada tampilan login screen, bukalah dot menu (berlogo Gnome) seperti pada tampilan di bawah ini.



Apabila dot menu dibuka, nanti akan menampilkan daftar desktop environment yang terinstal pada OS Ubuntu.



Dot menu menyajikan beberapa desktop manager yang terinstal pada OS Linux. Pilihlah Gnome, kemudian masukkan password login. Nantinya secara otomatis akan langsung ditampilkan Gnome desktop shell yang akan menjadi default desktop manager. Tampilan tersebut akan selalu demikian, ketika nanti dilakukan restart. Anda masih bisa mengubahnya melalui login screen seperti pada gambar di atas. Jika kembali ke tampilan semula, pilih Ubuntu (default).

Menjelajahi Tampilan Gnome-Shell
Tampilan pertama Gnome-shell bisa dilihat pada contoh yang saya ambil dari milik saya. Kebetulan pada gambar di bawah ini sudah terdapat beberapa penambahan esktensi seperti Show Desktop, Gnome weather, dan Cairo-dock. Selain itu, seluruh corak maupun tampilan dasarnya masih merupakan tampilan dengan tema standar (default theme).



Perhatikan pada opsi yang tersedia pada [User Menu], defaultnya hanya berisikan [System Settings], [Log Out], [Lock], dan [Power Off]. Desktop environment dari Gnome-shell memiliki fitur yang disebut Hot Corner. Fungsinya mirip dengan Hot Corner pada Linux Mint edisi Cinnamon. Fungsi Hot Corner pada Gnome-shell adalah untuk mengakses masuk ke tampilan [Activities Overview]. Caranya dengan mengarahkan pointer mouse ke sudut kiri atas layar monitor. Adapun tampilan [Activities Overview] bisa dilihat pada gambar di bawah ini.


Ada 5 bagian utama yang terdapat pada tampilan [Activities Overview]. Berikut adalah penjelasannya.
Gnome dash merupakan launcher seperti halnya Unity launcher pada desktop Ubuntu. Dalam kondisi default, Gnome dash hanya dimunculkan pada tamilan [Activities Overview]. Fungsinya adalah untuk menempatkan icon launcher favorite. Bisa dimodifikasi, seperti pada gambar di atas sudah saya modifikasi sendiri, sesuai dengan kebutuhan. Di bagian Gnome dash terdapat tombol Dash menu yang fungsinya mirip dengan Unity dash. Fungsinya untuk menampilkan aplikasi-aplikasi yang terinstal dalam OS Linux.
Search Box berfungsi untuk mencari aplikasi tertentu. Mirip dengan Unity dash yang menuliskan nama aplikasinya.
Notification bar yang menampilkan fitur-fitur notification atau aplikasi-aplikasi tertentu. Notification bar bisa diakses pula melalui tampilan desktop. Caranya, geser kursor mouse ke bagian paling bawah layar desktop. Tunggu sejenak, nanti akan muncul Notification bar tanpa harus masuk ke tampilan [Activities Overview].
Workspace Navigator
Pada kondisi default, tampilannya disembunyikan, kecuali terdapat lebih dari 1 workspace yang aktif. Untuk menampilkannya, geser kursor mouse hingga ke batas pinggir kanan layar desktop.

Adapun untuk tampilan Dash Menu bisa dilihat pada gambar di bawah ini.


Pada kondisi default, Dash Menu harus diakses melalui tampilan [Activities Overview], kemudian klik tombol [Dash Menu]. Tampilan aplikasi bisa dikelompokkan berdasarjan jenisnya seperti Accessories, Education, Games, Graphics, Office, dan lain-lain. Untuk menyaring aplikasi berdasarkan pengelompokan tersebut bisa diakses melalui tampilan filter pada kolom sebelah kanan. Pilih kategori aplikasi yang hendak dikelompokkan.

Catatan
OS Ubuntu yang menjadi ilustrasi pada gambar-gambar di atas terinstal beberapa aplikasi yang seharusnya muncul pada panel bar. Di sini saya menginstal Variety, My-weather indicator, dan multi-laod indicator yang ternyata tidak ditampilkan pada panel bar Gnome-shell. Mereka ditampilkan pada notification bar yang harus diakses melalui tombol super key (tombol Windows). Dalam kasus pada komputer saya, mengingat saya hendak menjadikan Gnome-shell sebagai tampilan default, maka My-weather indicator dan multi-load indicator tidak diaktifkan. Gnome-shell memiliki extensions shell sendiri yang bisa menggantikannya. Kita akan membahasnya pada posting terpisah di sini.

Disarankan untuk mengeksplorasi keseluruhan sudut dan fitur yang ditampilkan melalui Gnome-shell. Perbedaan di antara desktop manager biasanya akan berdampak pada perbedaan perilaku untuk mengakses ataupun mengelolanya. Instalasi fitur melalui ekstensi tidak terlalu sulit, karena sudah tersedia melalui situs Gnome.Org. Pastikan terlebih dahulu apakah Gnome-shell dianggap sesuai dengan kebutuhan maupun selera Anda. Sekalipun diklaim memiliki keunggulan, tetapi pada akhirnya akan kembali pada kebutuhan penggunanya.

Desktop screen untuk wallpaper pada Gnome-shell nampaknya tidak menyediakan fitur animasi transisi ketika berganti wallpaper. Saya sudah mencoba beberapa metode wallpaper slide, tetapi efeknya sama saja. Tidak seperti pada tampilan sebelumnya, setiap kali pergantian wallpaper akan nampak animasi transisi. Tetapi tidak ditampilkan pada Gnome-shell. Kasus serupa terdapat pada desktop manager Linux Mint.

0 comments:

Poskan Komentar