07 Februari 2013

MENGOPTIMALKAN DESKTOP UBUNTU/MINT DENGAN CAIRO-DOCK

Cairo-dock adalah aplikasi desktop enhancement yang berfungsi memberikan tampilan dan sekaligus fungsi launcher/dock pada layar desktop. Paling banyak digunakan di kalangan pengguna OS Linux, bahkan telah dijadikan sebagai fitur standar oleh beberapa distro Linux. Sekalipun dikelompokkan sebagai dekstop enhancement, tetapi dapat pula secara efektif untuk menunjang produktivitas. Berikut ini akan dibahas sejumlah fitur-fitur Cairo-dock dan tips untuk mengefektifkan agar sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kebutuhan akan sistem operasi saat ini telah menuntut pada pengayaan akan dekstop enhancement tanpa mengurangi fungsinya untuk menunjang produktivitas. Pada prinsipnya, desktop dock merupakan launcher docking pad yang ditampilkan pada layar desktop untuk mendukung fungsi shortcut (jalan pintas) ataupun untuk menggantikan fitur menu pada sistem operasi, bahkan telah didesain untuk menggantikan fitur panel bar ataupun desktop bar. Hal ini dimungkinkan, karena desktop dock saat ini telah didesain pula untuk menunjang produktivitas sistem operasi.

Setelah dilakukan instalasi, Cairo-dock dock memiliki dua cara untuk mengaksesnya, yaitu mengaktifkan Cairo-dock dengan fitur OpenGL dan Cairo-dock tanpa fitur OpenGL. Perbedaanya terletak pada fitur animasi yang memanfaatkan fitur OpenGL. Jika komputer didukung oleh video grafis yang mendukung penuh fitur OpenGL, Anda bisa menjalakan Cairo-dock with OpenGL. Tetapi jika sebaliknya atau tidak menghendaki resources untuk animasi OpenGL, Anda bisa menjalankan Cairo-dock without OpenGL. Pada OS Linux seperti Ubuntu maupun Mint, fitur OpenGL harus didukung dengan mengaktifkan fitur Composite (tersedia pula pada aplikasi Compiz). Pada versi terbaru, Cairo-dock akan secara otomatis mengaktifkan fitur Composite yang tersemat pada perangkat sistem operasi.



Ketika pertama kali diaktifkan, Cairo-dock akan menempatkan dock launcher pada posisi bawah layar desktop (bottom side). Pada kondisi default sudah terpasang launcher application yang disesuaikan dengan aplikasi yang terinstal pada sistem operasi. Begitu pula dengan tema iconnya. Beberapa icon launcher yang terpasang seperti terminal applet, LibreOffice Writer, Mozilla Firefox, Music Applet, Shotwell, Mozilla Thunderbird, Empaty, Shortcut, Recent events, show desktop, workspace switcher, logout launcher, dan menu launcher. Tampilan Cairo-dock di atas sudah dimodifikasi oleh penulis. Beberapa komponen desktop dock yang perlu diketahui seperti:
Main Dock
Docking bar yang berisikan launcher, shortcut, menu, applet, dan lain sebagainya. Pada kondisi default ditempatkan di bagian bawah. Penempatannya bisa berada pada sisi bawah (bottom side), sisi kanan (right side), sisi kiri (left side), ataupun sisi atas (top side). Setiap sisi dekstop hanya bisa ditempatkan satu main dock.
Sub Dock
Adalah launcher dock yang berisikan lebih dari satu application launcher yang ditempatkan pada main dock. Untuk alasan menghemat tempat bisa dibuatkan sub dock yang nantinya diisi dengan application launcher. Misalnya sub dock dengan nama Office yang berisikan seluruh aplikasi perkantoran seperti Writer, Calc, Impress, Base, Calculator, dan lain sebagainya.


Plugin Applet (Add-ons)
Adalah fitur tambahan yang disematkan dalam Cairo-dock yang berfungsi sebagai shortcut dan enhancement applet. Beberapa di antara plugin applet seperti:
Application menu
Clipboard history
Clock
Drop to share
Folder
MusicPlayer applet
Logout applet
Mail applet
Weather applet
Workspace switcher applet
dan lain sebagainya. Untuk melihat kelengkapan plugin applet bisa dilihat pada pengaturan Cairo-dock untuk pengaturan add-ons.
Separators
Adalah garis pembatas yang membatasi ruang di antara object launcher. Separators bisa ditambahkan secara manual.
Active Indicators
Adalah ruang untuk menampilkan aplikasi yang aktif pada layar desktop. Ada dua bentuk active indicators, yaitu berupa penanda yang ditempatkan di bawah icon launcher atau dengan menambahkan icon launcher yang menandakan aplikasi yang tengah aktif.
Widget
Cairo-dock menyediakan fitur tambahan berupa widget yang ditampilkan terpisah dari docking launcher pada layar desktop. Widget tersebut disediakan untuk menjadi akses alternatif dari plugin (add-ons) launcher.
Theme
Adalah tema yang menjadi karakter dan corak dock launcher maupun icon laucher. Pada kondisi default, Cairo-dock hanya menyediakan dua buah tema, yaitu default-panel single (bottom) dan default-panel (top and bottom).

Instalasi Cairo-Dock
Cairo-dock tidak tersedia pada Ubuntu Software Center, tetapi masih bisa diinstalasikan via PPA dengan mengetikkan perintah berikut ini pada terminal applet (Ubuntu 12.04/12.10 dan Mint 13/14).

sudo add-apt-repository ppa:cairo-dock-team/ppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install cairo-dock cairo-dock-plug-ins

Perintah instalasi di atas sekaligus akan menyertakan pula instalasi keseluruhan plugins ke dalam Cairo-dock. Untuk mengaksesnya dapat dilakukan melalui [Accessories] atau mengetikkan kata kunci Cairo-dock pada Unity Dash (Ubuntu). Nanti akan muncul dua pilihan, yaitu with OpenGL dan without OpenGL. Untuk membuka kotak dialog pengaturan dapat dilakukan dengan mengarahkan kursor pada launcher dock, kemudian klik kanan, lalu soroti tulisan [Cairo-Dock], pilih [Configure]. Selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog seperti di bawah ini.


Perlu diperhatikan, setiap perubahan tidak akan langsung dieksekusi sampai terlebih dulu meng-klik tombol [Apply]. Bentuk kotak dialog lain yang lebih lengkap dapat diakses dengan meng-klik tombol

[Advanced Mode]. Hasilnya diperlihatkan pada gambar di bawah ini.


Perbedaannya dengan tampilan pengaturan default terletak pada pengelompokan berdasarkan kategori pengaturan.

Mengektifkan Main Launcher
Pada Ubuntu v11 hingga v12 telah disematkan fitur Unity Launcher yang fungsinya mirip dengan dekstop dock. Dekstop dock seperti Cairo-dock masih bisa dimanfaatkan, karena keterbatasan fitur dan pengaturan pada Unity Launcher. Pada Linux Mint mungkin akan lebih efektif lagi menggunakan Cairo-dock. Pada prinsipnya, hindarkan pemakaian launcher dock yang memiliki kesamaan fitur ataupun fungsi. Satu kesamaan fungsi di antara Ubuntu Unity Launcher dan Cairo-dock adalah fitur Active Indicators. Unity Launcher tidak memiliki fitur untuk menonaktifkan Active Indicators, sehingga perlu dinonakaktifkan pada Cairo-dock. Jadi cukup hanya ada satu dock launcher yang berfungsi untuk menampilkan fitur Active Indicators. Pengaturannya pada Cairo-dock dapat diakses melalui menu Configure, lalu rubah ke [Advanced Mode], kemudian pilih [Appearanc, klik Indicators].

Rencanakan Akses Aplikasi dan Fitur
Salah satu fungsi desktop dock seperti Cairo-dock adalah untuk mengefektifkan akses aplikasi tanpa harus melalui akses application menu. Misalnya untuk mengakses LibreOffice Writer harus melalui Application Menu, kemudian masuk ke sub menu Office, lalu memilih Writer. Begitu pula dengan akses aplikasi-aplikasi lain maupun fitur-fitur lainnya. Seluruh akses tersebut bias dipersingkat hanya dengan mengaksesnya melalui dock launcher pada layar desktop. Pilihlah aplikasi-aplikasi atau fitur lain yang paling sering diakses manual dalam keseharian, seperti pada Acessories, Office, Graphic, Sound & Video, dan lain sebagainya untuk nantinya ditempatkan ke dock launcher.

Hindarkan adanya icon launcher ganda di dalam desktop yang sama. Misalnya, pada desktop Ubuntu telah tersemat icon launcher aplikasi Mozilla Firefox pada panel launcher. Tetapi masih dipasangkan pula icon launcher yang sama di Cairo-dock. Icon launcher yang sama bisa jadi pula akan muncul sebagai aktive icon launcher indicator atau penanda aplikasi yang aktif. Nonaktifkan saja salah satunya. Mengingat Unity launcher pada Ubuntu tidak memiliki pengaturan tersebut, maka pengaturannya dilakukan pada Cairo-dock.

0 comments:

Poskan Komentar