08 Februari 2013

PENGATURAN DASAR PASKA INSTALASI UBUNTU 12.04/12.10 (BAGIAN 2)

Seperti kebanyakan sistem operasi Windows, setelah instalasi membutuhkan tindakan untuk mempersiapkan sistem operasi agar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Begitu pula dengan OS Ubuntu yang telah merilis ke versi 12.10. Tindakan paska instalasi OS Ubuntu 12.10 atau kebanyakan pada OS Linux sangatlah perlu mendapatkan perhatian dari para penggunanya. Berikut ini beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan setelah menginstalasi OS Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal.

#1 Update Sistem Operasi
Inilah tindakan yang paling banyak direkomendasikan paska instalasi OS Linux, yaitu melakukan pembaharuan (update) sistem operasi. Tujuannya untuk menambal kekurangan-kekurangan yang belum disertakan, ketika rilis pertamanya. Paska install OS Ubuntu 12.10, notifikasi update akan muncul setelah tersambung koneksi internet. Notifikasi tersebut akan diperlihatkan pada Unity launcher, kemudian akan muncul kotak dialog yang berisikan pesan update, termasuk kapasitas download yang dibutuhkan.

Dalam kondisi default (belum dilakukan instalasi aplikasi lain), besarnya update berkisar anara 180-220 Mb. Apabila ingin segera update, tanpa menunggu, jalankan aplikasi [Software updater] di [System Tools, Administration]. Atau bisa pula dengan mengeksekusi baris-baris perintah di bawah ini pada terminal applet.

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

Setelah selesai, nanti akan diminta untuk melakukan restart. Lakukan restart, selanjutnya bisa meneruskan tahap pengaturan berikutnya.

#2 Instal Ubuntu Restricted Extra/Code
Ubuntu restricted extra adalah semacam kumpulan codec pack yang berguna untuk menjalankan aplikasi berbasis multimedia. Beberapa format multimedia di antaranya seperti mp3, wav, avi, mp4, mkv, flash video, dan lain sebagainya. Untuk menginstalasikan codec pack tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui Ubuntu Software Center (USC) atau melalui PPA. Melalui USC cukup dengan menjalankannya melalui Unity Launcher, kemudian akan muncul tampilan USC.

Pada kotak [Search] yang terletak di bagian kanan atas, ketikkan kata kunci 'restricted extra'. Nantinya akan ditampilkan hasil pencarian, dan seharusnya akan muncul aplikasi Ubuntu Restricted Extra. Cara lain dapat pula dilakukan melalui PPA dengan memasukkan beberapa baris perintah pada terminal applet. Jika menghendaki demikian, masukkan perintah di bawah ini pada jendela terminal applet.

sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras

Jika komputer terpasang perangkat DVD dual layer dan sering memutar perangkat dual layer DVD, maka perlu ditambahkan instalasi perintah di bawah ini.

sudo wget –output-document=/etc/apt/source.list.d/medibuntu.list ht
sudo apt-get install libdvdcss2


#3 Instal Microsoft Fonts
Dalam kondisi default, sistem operasi Linux tidak menyediakan jenis huruf standar yang umumnya digunakan oleh sistem operasi Microsoft. Misalnya seperti Times New Roman yang menjadi standar huruf pengetikan dokumen di manapun. Untuk mengatasi masalah ini telah tersedia fitur yang harus diinstalasikan ke sistem operasi Ubuntu/Mint. Aplikasi yang mesti diunduh dan diinstalasikan bernama ttf-mscorefonts. Ada dua cara untuk menginstalasikan, yaitu melalui USC dan melalui PPA. Buka aplikasi USC, kemudian carilah dengan kata kunci 'ttf-mscorefonts'.

Jika dtemukan belum diberikan tanda centang (berwarna hijau), klik tombol [Install]. Tetapi jika ditemukan sudah diberi tanda centang, tetapi keluar pada aplikasiperkantoran seperti LibreOffice Writer, itu berarti ada yang belum dilewati dalam proses instalasinya. Bukalah terminal applet, kemudian ketikkan perintah-perintah di bawah ini.

sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer

Apapun pesan yang ditampilkan, abaikan saja. Bisa jadi berisikan pesan sudah terinstalasi mscorefonts atau sebaliknya. Selanjutnya, ketikkan perintah di bawah ini:

sudo apt-get purge ttf-mscorefonts-installer
sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer


Prosedur instalasi Microsoft Fonts melalui PPA di atas sekaligus menjadi cara alternatif selain menggunakan USC.


#3 Pengaturan Nautilus File Explorer
Nautilus File Explorer (Nautilus) bekerja seperti halnya Windows Explorer atau Explorer pada OS Windows. Ketika selesai instalasi sistem operasi, Nautilus masih berupa setelan standar yang belum banyak menjangkau kebutuhan dalam bereksplorasi dengan file-file ataupun sistem operasi. Langkah ketiga ini cukup penting, karena bisa jadi akan dibutuhkan pada langkah-langkah berikutnya.

Bukalah Nautilus File Browser, kemudian ikuti petunjuk di bawah ini.
1. Aktifkan 'Show Remaining Space Left'. Berfungsi untuk mengetahui ruang yang tersisa di dalam hard disk. Untuk mengaktifkannya, buka sub menu [View], kemudian berikan tanda centang pada tulisan [Statusbar].
2. Instal 'Open in Terminal Nautilus Extension'. Fungsinya agar memudahkan membuka terminal applet di folder-folder yang dikehendaki. Fitur semacam ini bisa dijumpai pada Nemo File Browser yang menjadi file brwoser standar dari Linux Mint. Tetapi untuk Nautilus harus diinstalasikan secara terpisah. Instal ekstensi terminal pada Nautilus di sini. Nantinya akan diarahkan untuk masuk ke kotak USC.

apt:nautilus-open-terminal

Setelah instalasi, kemudian log out, lalu login kembali untuk mengaktifkan. Atau cara lain mengaktifkan dengan [Alt + F2], kemudian ketikkan nautilus -q.

Pastikan Nautilus telah terupdate dengan versi terkini, yaitu versi 3.4.2. Jika belum ter-upgrade, lakukan upgrade secara manual melalui PPA dengan mengetikkan perintah pada terminal applet.


#4 Kustomisasi Dasar Desktop (Tweak)
Tujuannya untuk mengatur keseluruhan elemen pada tampilan desktop. Ketika pertama kali terinstall, OS Ubuntu 12.04/12.10 masih disetel ke dalam tampilan standar. Bisa jadi penyetelan desain tersebut kurang sesuai dengan selera Anda, sehingga akan terkesan menjadi tampilan desktop yang monoton. Untuk keperluan tersebut membutuhkan aplikasi tambahan yang dapat memodifikasi atau mengatur aspek desktop environment. OS Ubuntu 12.04/12.10 menggunakan desktop environment yang berasal dari Unity dengan kombinasi Gnome. Adapun beberapa aplikasi tweak desktop yang dibutuhkan adalah:

4.1. Ubuntu Tweak
Didesain khusus untuk OS Ubuntu, serta berfungsi untuk mengatur penyetelan (setting) desktop environment dari Ubuntu yang dikelola oleh Unity. Jadi Ubunt Tweak memiliki cara kerja yang berdampingan dengan Unity.



Untuk menginstal Ubuntu Tweak bisa dilakukan via PPA dengan mengetikkan baris-baris perintah di bawah ini.

sudo add-apt-repository ppa:tualatrix/next
sudo apt-get update
sudo apt-get install ubuntu-tweak


Ubuntu Tweak ditempatkan pada [System Settings].

4.2. CompizConfig Setting Manager (CCSM)
Fungsi utama CCSM adalah untuk mengefektifkan fitur OpenGL yang berfungsi untuk menampilkan efek visual tiga dimensi. Selain itu, CCSM berfungsi pula untuk mengoptimalkan efek-efek visual desktop lainnya. Sangat cocok untuk desktop environment yang masih minim pengaturan efek visual seperti OS Ubuntu maupun OS Linux Mint (dalam kondisi default).



Untuk menginstal CCSM, ketikan baris perintah berikut ini pada terminal applet.

sudo apt-get install compizconfig-settings-manager

CCSM akan ditempatkan pada menu [System Tools, Preferences]. Ketika diakses akan keluar tampilan seperti pada gambar di atas. Berikan tanda centang pada Ubuntu Unity Pludgin, agar nantinya menampilkan fitur Unity pada Ubuntu Tweak.

4.3. GNOME Tweak Tool
Gnome Tweak Tool atau disebut juga Tweak Tool merupakan aplikasi esensial untuk desktop berbasis Gnome 3. Seperti diketahui, Ubuntu menggunakan desktop Gnome versi 3.6. Fungsi Tweak Tool lebih difokuskan untuk melengkapi pengaturan desktop environment. Adapun untuk menginstal Tweal Tool dapat dilakukan dengan mengetikkan baris perintah di bawah ini.

sudo apt-get install gnome-tweak-tool

Tweak Tool ditempatkan pada menu [System Tools, Preferences].


#5 Desktop Dock (Launcher)
Desktop dock merupakan launcher application yang akan ditampilkan di layar dekstop. Ubuntu sudah menyediakan fitur yang mirip seperti desktop dock, tetapi pengaturannya sangat terbatas. Jika kurang puas dengan fitur Unity Launcher dari Ubuntu bisa ditambahkan beberapa desktop dock seperti Cairo Dock, Avant-windows Navigator (AWN), DockBarX, ataupun Docky. Untuk mengetahui lebih lanjut dan cara menginstalasikan dapat dillihat pada tulisan di sini.


#6 Wallpaper Changer
OS Ubuntu maupun OS Linux Mint sebenarnya telah memiliki aplikasi yang dapat menampilkan wallpaper secara dinamis (bergantian). Sayangnya, fitur standar tersebut tidak memiliki pilihan untuk pengaturan. Wallpaper yang dinamis akan lebih memberikan suasana yang menarik pada tampilan desktop melalui koleksi wallpaper. Untuk menginstalasikan aplikasi wallpaper changer dapat dilihat pada tulisan di sini.


#7 Menambahkan Fitur Pada Panel Indicator
Panel indicator pada Ubuntu terletak di sebelah atas (top) yang berisikan tempat menampilkan menu, status windows, penanggalan/waktu, koneksi (connection manager), dan informasi-informasi lainnya. Untuk menambahkan fitur dan aplikasi di panel bar dapat dibaca pada tulisan di sini. Perlu diketahui, panel indiaktor yang dimaksudkan adalah Gnome Indicator Applet.


#8 Instal Utility Pendukung
OS Ubuntu bisa dikatakan sangat sederhana, karena ketika instalasi pertama tidak banyak menyediakan aplikasi standar yang bisa dimanfaatkan secara luas oleh penggunanya. Misalnya aplikasi untuk utilitas sistem operasi, multimedia, grafis, internet dan lain sebagainya.

8.1. Grub Customizer
Jika OS Ubuntu yang digunakan saat ini adalah Ubuntu yang terakhir diinstalasikan pada sistem operasi, sebainya dan disarankan untuk menginstalasikan aplikasi Grub Customizer. Aplikasi ini berfungsi untuk mengatur daftar urutan pilihan eksekusi sistem operasi. Selain bisa dilakuan penyuntingan dan pengaturan, bisa pula dilakukan penambahan ataupun modifikasi lain. Install Grub Customizer melalui perintah pada terminal applet berikut ini:

sudo add-apt-repository ppa:danielrichter2007/grub-customizer
sudo apt-get update
sudo apt-get install grub-customizer


Cara instal di atas bisa berlaku untuk Linux Mint.

8.2. GParted
GParted adalah utiliti untuk melakukan pengaturan partisi pada sistem operasi OS Linux. Pengaturan partisi dapat berupa pembuatan (create) partisi, menyunting (editing) partisi, menghapus partisi, dan menggabungkan (merge). Utiliti ini termasuk yang paling banyak direkomendasikan dan digunakan oleh pengguna OS Ubuntu. Sayangnya, pihak pengembang OS Ubuntu tidak menjadikannya sebagai aplikasi standar. Sekalipun demikian, GParted telah tersedia di USC. Anda perlu memiliki aplikasi ini. Selain melalui USC, dapat pula dilakukan instal via PPA dengan menuliskan baris perintah di bawah ini melalui konsol terminal.

sudo apt-get install gparted

Repositorinya telah tersedia di Ubuntu/Mint, sehingga cukup dilakukan perintah instal. Tetapi akan lebih disarankan untuk menginstalasikan via USC, karena lebih mudah dan praktis.

8.3. BleachBit-utility-clean-linux-system
Fungsi utamanya adalah sebagai cleaner utility untuk sistem operasi OS Linux. Utiliti ini sebenarnya terdapat pula di dalam salah satu fitur Ubuntu Tweak yang disebut [Janitor]. BleachBit memiliki keunggulan yang mampu masuk ke dalam mode root untuk melakukan sejumlah pembersihan. BleachBit termasuk pula yang direkomendasikan oleh banyak pengguna OS. Utiliti ini pula bisa ditemukan di USC untuk dapat diinstalasikan ke dalam OS Ubuntu. Selain itu, BleachBit bersifat universal atau bisa dioptimalkan pada distro OS Linux lainnya. BleachBit telah tersedia di Ubuntu Software Center (USC). Versi installer juga tersedia dalam beberapa versi distro Linux. Jika selain pengguna Ubuntu/Mint, bisa dipilih BleachBit berdasarkan distro OS Linux di sini.

8.4. Synaptic Package Manager (SPM)
Sejak dirilisnya versi 11.04, pihak pengembang Ubuntu tidak lagi memasukkan SPM ke dalam fitur standarnya. Banyak pihak yang cukup menyayangkan keputusan tersebut, karena SPM masih dibutuhkan di kalangan pengguna OS Ubuntu. Fungsi utama SPM adalah untuk memantau penggunaan aplikasi, library, repositori (supported maupun unsupported), hingga kanonikalnya. Pihak pengembang OS Ubuntu beranggapan apabila fungsi tersebut tidak lagi diperlukan setelah mereka menyempurnakan fitur software source, update manager, dan software center (USC). Mungkin karena faktor kebiasaan, sehingga pihak pengguna menginginkan agar pihak pengembang masih mempertahankan repositorinya. Artinya, SPM masih bisa dimanfaatkan hingga pada versi 12.04/12.10, serta tersedia di USC. Untuk menginstal melalui PPA, masukkan baris-baris perintah di bawah ini pada konsol terminal.

sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade
sudo apt-get install synaptic


Cara di atas hanya diperuntukkan bagi Ubuntu 12.04/12.10. Untuk versi di bawahnya sebaiknya mengunduh file deb di sini. Pilihlah versi Synaptic sesuai dengan versi Ubuntu.

8.5. Instal Versi Terkini Java Runtime (JRE)
Beberapa aplikasi OS Linux pun membutuhkan dukungan dari Java Runtime Environment (JRE). Misalnya seperti beberapa panel applet, internet browser, dan beberapa aplikasi lain yang berbasis pada Java programming language. Untuk menginstalasikan JRE bisa dilakukan via USC atau dapat dengan mengetikkan baris perintah di bawah ini pada terminal applet.

sudo apt-get install openjdk-7-jre icedtea-7-plugin

OS Linux perlu pula didukkung dengan perangkat Sun Java JDK, disamping terinstal Open JDK. Instalasinya bisa dilakukan dengan mengetikkan baris-baris perintah di bawah ini pada terminal applet.

sudo apt-get purge openjdk-7-jre icedtea-7-plugin
sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/java
sudo apt-get update
sudo apt-get install oracle-jdk7-installer


8.6. Flash Player Plugin
Aplikasi flash player plugin sangat dibutuhkan oleh OS Linux versi 32 bit maupun 64 bit untuk mendukung tampilan video maupun tampilan flash pada internet browser. Untuk menginstalasikan Flash plugin bisa dilakukan via USC. Carilah dengan menggunakan kata kunci “Flash”, kemudian pilih aplikasi dengan nama "Adobe Flash Plugin". Jika sudah diberi tanda centang warna hijau, itu berarti sudah terinstal. Atau cara lain melalui PPA, masukkan baris perintah di bawah ini pada konsol terminal.

sudo apt-get install flashplugin-installer


#9 Instal Aplikasi Utama
OS Ubuntu sudah menyediakan keseluruhan aplikasi yang dibutuhkan dalam aktivitas keseharian dengan memanfaatkan sistem operasi. Mulai dari aplikasi Audio & Video, Grafis, Permainan, Aplikasi Perkantoran (Office), Aksesoris, Aplikasi Internet, dan lain-lain. Tetapi tidak seluruhnya di antara aplikasi standar tersebut yang mungkin menjadi pilihan atau kebiasaan di kalangan pengguna. Berikut ini beberapa aplikasi penting yang perlu diinstalasikan ke OS Ubuntu.

8.1. Google Chrome
Chrome adalah satu dari sekian browser yang paling banyak digunakan oleh kalangan pengguna internet. Popularitasnya mampu mendekati popularitas browser open source seperti Mozilla Firefox (aplikasi standar Ubuntu). Ubuntu sesungguhnya telah menyediakan repositorinya, tetapi untuk varian Chromium yang tersedia di USC. Sayangnya, dukungan extensions masih minim dibandingkan dengan Google Chrome. Lagipula, faktor selera nampaknya membuat sebagian pengguna OS Linux lebih memilih Google Chrome ketimbang Chromium. Untuk menginstalasikan Google Chrome, langkah pertama adalah masuk ke halaman unduh dari Google (klik di sini).

Google Chrome menyediakan dua versi browser untuk OS Linux, yaitu versi 32 bit dan versi 64 bit. Pilihlah versi browser sesuai dengan versi OS Linux. Kemudian pilihlah jenis OS Linux yang digunakan, yaitu deb (OS Ubuntu dan OS Linux Mint) atau rpm. Untuk pengguna OS Ubuntu dan turunannya, pilihlah versi instalasi dengan esktensi deb. Nanti akan muncul konfirmasi untuk mengunduh file deb untuk Google Chrome. Setelah proses unduh (download) selesai, kemudian jalankan file tersebut dengan dobel klik. Nanti akan dibawa ke kotak dialog USC untuk menginstalasikan Google Chrome. Versi Google Chrome yang baru saja diinstal adalah versi stabil (stable version).

8.2. Gimp
Gimp adalah aplikasi penyunting foto (photo editing) yang paling direkomendasikan oleh para penggun OS Linux. Fitur-fiturnya bisa dikatakan setara dengan Adobe Photoshop. Atau disebut juga Photoshop Alternative untuk OS Linux. Gimp sudah tersedia di USC, sekalipun pihak Ubuntu belum menjadikannya sebagai aplikasi standar.

8.3. Shutter
Shutter adalah aplikasi grafis yang berfungsi sebagai 'image capture' dan sekaligus berfungsi menjadi 'image editing'. Obyek gambar yang baru saja di-capture bisa langsung dilakukan penyuntingan. Tidak hanya itu, Shutter pula menjadi default image viewer. Shuter sudah tersedia di USC untuk langsung diinstalasikan ke sistem operasi.

8.4. gKamus
Jangan lewatkan untuk menambahkan aplikasi penting berupa kamus bahasa Inggris ke OS Ubuntu. gKamus memiliki dua fitur penerjemahan, yaitu Inggris-indonesia dan Indonesia-Inggris. Sudah tersedia di USC, sehingga bisa dengan mudah untuk menginstalasikan. Tampilannya cukup sederhana, tetapi untuk kosa-kata penerjemahan sudah cukup baik, serta bisa membantu Anda menerjemahkan referensi online berbahasa Inggris.

8.5. Screenlets
Screenlets sebenarnya merupakan widget dengan multi fungsi seperti halnya widget yang terdapat pada OS Windows 7. Fungsi widget itu sendiri bisa beraneka ragam, seperti penunjuk waktu, informasi sistem operasi, monitoring sistem, network manager indicators, calendar, dan lain sebagainya. Fungsi lainnya untuk dapat memperindah tampilan desktop, sehingga tidak terkesan monoton atau membosankan. Screenlets sudah tersedia di USC yang bisa langsung diunduh dan diinstalasikan secara otomatis.


#10 Tambahan Pengaturan
10.1. Menampilkan Nama User Pada Top Panel
Teknik semacam ini disebut Tweak OS. Anda bisa temukan pada Ubuntu Tweak maupun Tweak Tool. Tampilan nama user akan mencitrakan pemilik komputer. Cara lain dapat dilakukan dengan menuliskan baris perintah di bawah ini pada terminal applet.

gsettings set com.canonical.indicator.session show-real-name-on-panel true

Cara sebaliknya untuk menghilangkan tampilan nama user, ketikkan baris perintah di bawah ini.

gsettings set com.canonical.indicator.session show-real-name-on-panel false

10.2. Instal dconf-editor
dconf-editor merupakan bagian dari paket dconf-tools yang berfungsi untuk mengatur fitur tertentu dari OS Linux/Ubuntu. Aplikasi ini sudah tersedia di USC. Atau dapat pula menginstal secara manual dengan mengeksekusi baris perintah di bawah ini pada terminal applet.

sudo apt-get install dconf-tools

Setelah terinstal, dconf-editor ditempatkan pada menu System Tools.

10.3. Menampilkan Informasi Waktu
Pada tampilan desktop standar, tampilan waktu pada top/panel bar hanya menampilkan informasi waktu. Di sini akan dijelaskan kegunaan dari aplikasi dconf-editor untuk merubah tampilan waktu pada top/panel bar. Bukalah aplikasi dconf-editor, kemudian arahkan pencarian pada [com, canonical, indicator, datetime.


Berikanlah tanda centang pada opsi [show-date] untuk menampilkan tanggal dan [show day] untuk menampilkan nama hari.

Selamat mencoba, semoga berhasil. Amin.

Baca juga:
PENGATURAN DASAR PASKA INSTALASI UBUNTU 12.04/12.10 (BAGIAN 1)
INSTALL OS LINUX UBUNTU 12.04/12.10 METODE DUAL OS/BOOT DENGAN OS WINDOWS <Link>

0 comments:

Poskan Komentar