15 Maret 2013

BEBERAPA MASALAH (BUG) PADA KDE (UBUNTU/MINT)

Selama menggunakan dan mengadopsi KDE 4.10, saya sempat mengalami beberapa masalah yang tidak biasa. Dikatakan tidak biasa, karena faktor teknis tertentu memunculkan keanehan tampilan atau perilaku yang seharusnya tidak terjadi. Berikut ini saya paparkan sejumlah masalah yang pernah saya alami selama mengadopsi KDE 4.10 maupun beragam masalah yang saya temukan melalui forum, serta penjelasan ataupun solusinya.

Sekalipun KDE disebutkan sebagai multi platform (OS Linux, OS Windows, dan OS Mac), tetapi sejak awal KDE didesain khusus untuk platform Kubuntu. Sejumlah masalah yang akan diulas berikut ini relatif tidak ditemukan pada Kubuntu. Dalam hal ini, pihak Kubuntu memang berusaha untuk melepaskan diri dari core induknya (Ubuntu) yang menggunakan kombinasi Unity dan Gnome.

Icon KNetwork Manager Tidak Muncul di Systray Bar
Kebetulan saya menggunakan mobile broadband untuk koneksi internet. Setelah terkoneksi, tidak muncul tampilan icon KNetwork pada Systray Bar, kecuali hanya menampilkan ruang kosong. Apabila diakses dengan meng-klik ruang kosong tadi, akan terlihat informasi tampilan Knetwork Ikon KNetwork bahkan tidak muncul ketika pertama kali masuk ke tampilan desktop setelah proses boot atau restart. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa membaca uraian di atas yang mengulas mengenai koneksi internet pada KDE. Hingga update ke versi 4.10.1, nampaknya masalah ini belum diperbaiki oleh KDE. Beginilah tampilan Knetwork setelah tersambung koneksi internet (mobile broadband).



Dari beberapa sumber (forum) yang penulis himpun, penyebabnya bersumber dari ketidaksesuaian antara platform sistem operasi dan KDE. Misalnya platform Ubuntu yang didesain menggunakan Unity desktop, kemudian dipasangkan dengan KDE. Untuk mengatasi masalah tersebut, bukalah tampilan Knetwork pada Systray icon, kemudian hilangkan tanda centang pada [Enable networking]. Sesaat kemudian akan ditampilkan logo warning (berupa tanda stop). Berikan tanda centang kembali pada [Enable networking], lalu akan muncul tampilan network seperti pada gambar di bawah ini.



Systray icon pada gambar di atas menunjukkan jenis koneksi mobile broadband.

Multiple Cairo-Dock Pada Startup
Cairo-Dock adalah docking launcher yang dipasangkan pada layar desktop. Keanehan terjadi setelah mengadopsi KDE 4.10 ke Ubuntu 12.10. Setelah diamati dengan seksama, ternyata terdapat lebih dari 1 Cairo-Dock yang aktif pada layar desktop. Beberapa kasus menyebutkan kemunculan ganda pada aplikasi Cairo-Dock di lokasi yang sama. Beberapa pula disebutkan malah terdapat lebih dari 2 Cairo-Dock. Lokasinya persis sama atau bertumpuk pada lokasi yang sama, sehingga sulit dketahui telah terjadi pengaktifan berganda. Menurut beberapa sumber yang telah saya himpun, ternyata perilaku tidak normal Cairo-dock memang sering ditemukan pada KDE. Hal ini dikarenakan, KDE membuat sendiri Startup Manager yang disebut [AutoStart] yang isinya diperoleh dari Startup Manager sebelumnya. Ini berarti terdapat dua ruang Startup Application yang diaktifkan secara bersamaan. Itu sebabnya yang menjadi penyebab munculnya lebih dari satu Cairo-dock pada layar desktop yang sama.

Saya menggunakan cara yang relatif lebih mudah untuk menelusuri dan menyelesaikan masalah ini. Pertama, bukalah fitur Startup Application dari Ubuntu yang diaktifkan melalui Application Menu dari Ubuntu atau Gnome. Jangan membuka atau mencarinya melalui Kickoff, karena yang ditemukan adalah AutoStart milik KDE. Pada Cairo-Dock, bisa dipasangkan atau diaktifkan add-on Application Menu. Dari situ nanti akan bisa diakses Application Manager melalui [System Tools, Preferences], lalu pilih Application Manager. Hilangkan tanda centang pada Cairo-Dock Startup. Dalam hal ini, hanya akan digunakan AutoStart dari KDE. Pada Kickoff, masukkan kata kunci “Autostart” pada kotak pencarian (Search). Pastikan Cairo-Dock telah diberikan tanda centang. Tutup kembali, kemudian lakukan restart.

Apabila sesudahnya masih ditemukan lebih dari satu Cairo-dock, bukalah KDE Autostart. Kemudian hilangkan pula tanda centang pada Cairo-dock. Sehingga dipastikan tidak ada opsi tanda centang pada Cairo-dock untuk Gnome Startup Manager maupun KDE Autostart. Lakukan restart. Cara ini saya cobakan di personal komputer saya sendiri. Sekalipun tidak diberikan tanda centang pada masing-masing Startup, tetapi KDE tetap menjalankan Cairo-dock. Hanya saja, kali ini terdapat hanya satu Cairo-dock.

Aplikasi Yang Selalu Dijalankan Setiap Kali Restart
Pada kasus yang saya dapatkan, aplikasi Nemo File Manager selalu dijalankan setiap kali melakukan restart. Ini tentu saja sedikit menjengkelkan, karena setiap kali muncul tampilan desktop, tidak lama kemudian muncul tampilan file manager. Saya tidak tahu penyebabnya, karena dari sumber-sumber di forum yang saya telusuri tidak mendapatkan penjelasan mengenai keanehan mengenai perilaku KDE yang masih ditemukan pada versi 4.10. Tetapi saya mendapatkan solusi yang sederhana dari beberapa forum untuk mengatasi aplikasi yang selalu dimunculkan setiap kali restart.

Bukalah pengaturan KDE Autostart pada [System Settings], pilih [Startup and Shutdown]. Kemudian masuklah ke opsi pengaturan [Session Management]. Pilihlah pada opsi [On Login], lalu pada [Application to be excluded from sessions], ketikkan nama aplikasi yang dimaksudkan. Pada contoh kasus yang saya alami, saya masukkan nama aplikasinya Nemo, kemudian klik tombol [Apply]. Nama aplikasi haruslah tepat, tanpa menyertakan nomor versinya. Jika terdapat lebih dari satu aplikasi atau software yang hendak dinonakaktifkan, pisahkan di antara nama aplikasi dengan tanda koma. Lakukan restart.

Setting Pengaturan Resolusi Kembali Ke Semula Setiap Kali Restart
Misalnya semula telah diatur resolusinya pada angka 1280x1024. Tetapi setelah restart, angka resolusi monitor kembali ke kondisi default. Masalah ini bisa jadi disebabkan tidak menyimpan hasil pengaturan pada [Display and Monitor]. Setiap kali melakukan pengaturan, sebaiknya menyimpan hasil pengaturan melalui [Save as Default]. Lihat kembali cara pengaturan resolusi monitor yang telah diulas di atas. Langkah berikutnya, lakukan pengaturan pada [Startup and Shutdown]. Masuklah ke opsi pengaturan [Session Management]. Pada opsi [On Login], berikan pilihan pada [Restore previous session]. Klik tombol [Apply] dan [OK]. Lakukan restart.

Moun Update Manager: Update Yang Sama Berulang-ulang
KDE akan secara otomatis akan menempatkan Moun Update Manager sebagai aplikasi default. Terkadang akan bermasalah (konflik) dengan beberapa aplikasi Gnome yang melakukan pembaharuan (update). Nanti akan muncul pesan update yang isinya selalu sama. Pada kotak dialog, item yang ditampilkan untuk diperbaharui tidak bisa diberikan tanda centang atau dikosongkan. Ini adalah konflik antara Moun Update Manager dan notifikasi update dari Gnome. Untuk mengatasi masalah ini, pada desktop KDE, gunakan update manager dari Gnome atau aplikasi update manager sebelumnya. Jika belum berhasil, lakukan logout, kemudian masuk ke tampilan Gnome atau Ubuntu, kemudian jalankan aplikasi update manager.

Gunakan Nemo File Manager
KDE menyediakan sendiri aplikasi file manager yang disebut Dolphin File Manager. Keunggulan Dolphin sesungguhnya hanya terletak pada kolom preview file/folder. Salah satu kekurangan Dolphin terletak pada ketiadaan tampilan penanda untuk mounted/unmounted device seperti pada Nautilus (Ubuntu) maupun Nemo (Mint). Untuk mengetahui status device tersebut harus dengan membuka context menu pada device yang dipilih. Tentu saja akan cukup merepotkan apabila terdapat cukup banyak device yang ditampilkan pada device group. Pertimbangan untuk menggunakan Nemo File Manager karena telah terintegrasi dengan fitur konsol Terminal. Apabila belum memiliki Nemo File Manager, Anda bisa membaca pada posting di sini. Nemo File Manager tidak akan dimunculkan pada tampilan Kickoff, tetapi masih bisa dijalankan. Buka Kickoff dengan [Alt] + [F1], kemudian pada kotak [Search] masukkan kata kunci [Nemo]. Nantinya akan muncul [Run Nemo]. Jalankan Nemo File Manager, kemudian pada panel bar, klik tombol kanan mouse pada launcher Nemo File Manager untuk menampilkan context menu. Selanjutnya, pilih opsi [Show a launcher when not running] untuk memasangkannya ke panel bar agar dapat diakses kapan saja.

Jangan Instal KDE Melalui Kubuntu Desktop
Alternatif lain instalasi KDE ke desktop Ubuntu bisa dilakukan melalui Ubuntu Software Center. Aplikasi yang dimaksudkan adalah Kubuntu Desktop. Penulis belum pernah mencoba cara ini, tetapi penulis beberapa kali mendapati keluhan (trouble) dari mereka yang menggunakan cara melalui Ubuntu Software Center (USC). Cara instalasinya memang cukup mudah, serta bisa dikatakan hampir tidak terlihat bedanya dengan cara instalasi manual melalui konsol terminal. Permasalahan muncul manakala hendak berpindah dekstop melalui tampilan login. Setelah masuk ke tampilan Ubuntu, muncul pesan yang menyebutkan permasalahan pada Unity yang telah dihapus oleh Kubuntu Desktop. Kemungkinan besar penyebabnya bersumber pada versi Ubuntu yang bermasalah untuk versi di bawah 12.04. Instalasi kembali (reinstall) Unity tidak membawa perubahan. Solusi yang mungkin bisa mengatasi dengan meng-uninstall Kubuntu Desktop via USC, kemudian menginstall kembali Unity desktop.

Catatan Untuk Kustomisasi Desktop
KDE didesain untuk Kubuntu yang menggunakan platform desktop berbeda dengan kebanyakan distributor Linux seperti Ubuntu, Mint, Fedora, dan lain-lain. Itu sebabnya, kustomisasi desktop seperti desktop themes maupun window themes tidak akan sama seperti pada Kubuntu. Misalnya desktop theme [Oxyzone] pada Kubuntu akan menampilkan kotak berlatar gelap pada ruang untuk Systray Icons (panel bar). Efek pada Systray tersebut tidak terlihat bilamana KDE dipasangkan pada distro Linux lainnya. Tetapi ini hanya terdapat pada beberapa desktop theme. Sementara pengaturan lainnya relatif masih sama dengan Kubuntu.

0 comments:

Poskan Komentar