15 Maret 2013

PENGATURAN DASAR UNTUK KDE 4.10 (UBUNTU/MINT) (BAGIAN 1)

Pada posting sebelumnya telah diulas mengenai cara memasangkan (install) KDE 4.10 ke Ubuntu dan Mint. Langkah berikutnya melakukan sejumlah pengaturan dasar atas konfigurasi maupun fitur-fiturnya. K Desktop Environment atau disingkat KDE merupakan desktop environment yang tergolong memiliki fitur pengaturan yang cukup rumit. Pada posting ini akan diulas alasan diperlukannya pengaturan dasar dan beberapa pengaturan dasar yang diperlukan setelah pemasangan KDE 4.10.

Mengapa Memilih KDE?
Pada posting terdahulu saya menuliskan sejumlah alasan dipilihnya KDE sebagai desktop environment di OS Ubuntu maupun Mint. KDE memiliki fitur pengaturan desktop yang merupakan kombinasi antara Gnome, Unity, dan Compiz, bahkan masih ditambahkan dengan kombinasi antara Gnome Tweak Tool, Ubuntu Tweak, dan Compiz. Ketika memasangkan (install) KDE ke dalam sistem operasi, maka yang terjadi benar-benar menjadi FACE OFF atau ganti wajah. Tidak seperti kebanyakan desktop environment yang hanya sekedar berganti kulit atau bagian tertentu.

Aero Effect
Dalam kondisi default, saya tidak bisa memunculkan efek khas dari Windows 7/Vista, yaitu Aero Effect atau disebut juga Glass Effect pada desktop environment seperti Gnome-shell, Unity, Mate, maupun Cinnamon. Pemanfaatan tweak maupun Compiz tidak bisa membantu sama sekali. Sampai saya mengira adanya konflik inkompatibilitas dengan kartu VGA (VGA card). Beberapa rekomendasi seperti tips maupun trik telah dicobakan, tetapi terlalu berisiko apabila harus memodifikasi CSS. Tetapi semua itu telah terjawab setelah memasangkan KDE ke OS Ubuntu 12.10 maupun ke Mint 14.1. Pada keduanya telah bekerja sempurna menampilkan Aero Effect seperti pada tampilan taksbar, panel bar, maupun title bar.

Slide Effect di Wallpaper Changer
Ini menjadi masalah yang cukup mengganggu kenyamanan selama berinteraksi dengan OS Linux. Saya termasuk yang mengaktifkan fitur wallpaper changer pada layar desktop. Pada Windows 7 Ultimate telah tersedia dengan efek pergantian yang cukup halus. Tetapi ketika menggunakan Ubuntu maupun Mint, saya mesti menggunakan aplikasi berupa Variety ataupun Wallch wallpaper changer. Tetapi dengan metode maupun aplikasi yang tersedia ternyata tidak bisa memberikan tampilan pergantian wallpaper yang halus seperti Windows 7. Aktivasi Compiz itu pun tidak bisa membantu, terutama pada Gnome-shell maupun Cinnamon.

Ubuntu maupun Mint sesungguhnya telah memiliki pilihan untuk efek wallpaper changer, tetapi tidak sebaik fitur wallpaper changer yang disediakan oleh KDE. Fitur wallpaper changer pada KDE bisa diatur berdasarkan durasi waktu untuk pergantian wallpaper dan pemilihan file wallpaper, bahkan dapat pula mengunduh wallpaper pada alamat URL tertentu. Memang tidak selengkap seperti Variety maupun Wallch, tetapi setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan akan wallpaper changer. Satu hal lagi, efek pergantian wallpaper pada KDE cukup halus, seperti pada Windows 7 Ultimate. Pergantian wallpaper sama sekali tidak berdampak pada kinerja aplikasi yang aktif di layar desktop. Lain halnya dengan Gnome-shell maupun Cinnamon di mana pergantian wallpaper membuat 'lag' pada tampilan pengetikan, tampilan grafis, maupun tampilan video.

Agar bisa mengoptimalkan kinerja desktop pada KDE 4.10 diperlukan tindakan untuk melakukan sejumlah pengaturan dasar. Bagi Anda yang mungkin baru kali ini menggunakan atau mengetahui KDE, akan lebih baik mengenal terlebih dulu elemen-elemen yang terdapat pada desktop KDE 4.10.



Ketika masuk ke tampilan pertama setelah mengaktifkan KDE 4.10, akan terlihat tampilan desktop maupun display (monitor) yang belum dikonfiugrasi. Misalnya, setting untuk monitor yang semula sudah disetel ketika instalasi Ubuntu berubah kembali ke tampilan default. Hal ini dikarenakan KDE 4.10 membawa sendiri paket pengaturan dan konfigurasi desktop maupun layar monitor. Nampak di layar desktop terpasang widget [Folder] yang fungsinya untuk menampilkan isi folder tertentu. KDE memiliki tombol akses berupa start menu yang disebut [Kickoff] yang tidak lain adalah launcher menu. Untuk mengaksesnya bisa langsung klik logo KDE tersebut atau dapat pula melalui shortcut [Alt] + [F1].

Pada bagian sisi bawah (bottom) layar desktop terdapat fitur taksbar yang disebut panel bar. Isi panel terdiri atas tiga elemen, yaitu System Tray Panel, Task Manager, dan Launcher Panel. System Tray Panel berisikan panel atau indicator applet seperti connection manager, sound indicator, usb indicator, notification indicator, dan lain-lain. Taks Manager berisikan aplikasi-aplikasi window yang aktif pada layar desktop. Sedangkan pada launcher panel berisikan fitur applet berupa Application Launcher (Kickoff), Activity Manager, dan lain-lain. Elemen pada launcher panel bisa dipindahkan di sisi kanan maupun kiri.

Mengenal KDE System Settings
Seperti halnya pada Gnome, KDE pun memiliki sendiri fitur pengaturan sistem secara umum bernama [System Settings]. Jika sebelumnya memasangkan KDE dengan Ubuntu ataupun Mint, nantinya akan muncul dua System Settings, tetapi yang akan menjadi default adalah System Settings dari KDE. System Settings sebelumnya akan dikombinasikan dengan System Settings dari KDE. Adapun tampilan System Settings KDE bisa dilihat pada gambar di bawah ini.



Elemen-elemen pengaturan yang sebelumnya terpasang pada System Settings Ubuntu ataupun Mint masih tetap dipertahankan. Hanya saja, isi fitur pengaturannya dikombinasikan dengan KDE System Settings. Seperti pada gambar di atas, terdapat 5 kategori pengaturan. Di sinilah nantinya akan menjadi pusat dari pengaturan desktop, desktop effect, hardware, network connection, hingga pengaturan sistem operasi yang berkaitan dengan dekstop.

Mengenal KDE Panel Bar
KDE Panel Bar merupakan fitur standar dan sekaligus ciri khas yang disediakan oleh KDE yang fungsinya untuk menempatkan sejumlah elemen panel. KDE masih menggunakan konsep konvensional seperti halnya yang masih diterapkan oleh kebanyakan sistem operasi, bahkan termasuk Windows 7/8. Pada panel bar tersebut ditempatkan 3 elemen utama berupa widget launcher, Taskbar, dan Systray Panel. Ada dua macam widget launcher berdasarkan penempatannya, yaitu widget launcher yang ditempatkan pada panel bar dan widget launcher yang ditempatkan pada desktop.


Tampilan panel bar di atas merupakan tampilan default di mana Systray ditempatkan di sebelah kiri Clock Widget. Di antara Clock Widget dan Systray terdapat simbol segitiga yang menandakan tombol akses untuk Hidden Application. Kickoff Launcher secara default ditempatkan di posisi paling kiri pada panel bar. Kemudian sebelah kanan Kickoff Launcher terdapat beberapa launcher yang secara default terdiri atas dua launcher, yaitu Activity Manager dan Virtual Desktop Manager. Di bagian tengah panel bar diisi ruang untuk Taskbar, yaitu ruang untuk menampilkan aplikasi yang aktif pada layar desktop. Keseluruhan elemen pada panel bar memiliki pengaturan tersendiri, serta dapat dipindah-pindahkan di sepanjang panel bar. Pengaturan panel bar dapat dilakukan dengan mengaktifkan [Panel Tool Box] yang letaknya paling kanan. Klik [Panel Tool Box], nanti akan masuk ke tampilan konfigurasi seperti di bawah ini.


Panel Tool Box
Pengaturan panel bar dapat dilakukan dengan mengubah (resize) panjang/pendeknya ataupun lebarnya (Height). Di bagian tengah terdapat tulisan [Screen Edge] yang berfungsi untuk memindahkan panel bar pada sisi layar desktop lainnya seperti di bagian atas, kiri, maupun kanan. Di bagian kanan tertulis tombol [More Settings] yang berfungsi untuk mengatur konfigurasi Panel Bar.


Untuk mengatur lebar atau ketinggian panel bar dilakukan pada [Height]. Cukup klik tombol kiri mouse, lalu tahan, kemudian geser ke arah vertikal. Untuk pengatur panjang atau pendek panel baru dilakukan melalui tombol di ujung kiri maupun kanan tool box panel.


Apabila menginginkan untuk memindahkan panel bar di sisi atas (top) layar desktop, tekan dan tahan pada tulisan [Height], kemudian geser ke atas (vertikal) hingga posisi batas atas layar desktop. Untuk mengatur panjang atau pendek panel bar dilakukan melalui salah satu di antara tombol resizer yang terletak di bagian paling kiri dan kanan Tool Box Panel. Ilustrasinya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.


Pada bagian sebelah kanan Tool Box Panel terdapat opsi untuk melakukan konfigurasi panel bar. Klik tombol [More Settings], nanti akan muncul pilihan pengaturan seperti gambar di bawah ini.


Pada kondisi default, panel bar barada pada kondisi left alignment atau perataan pada sisi sebelah kiri. Perataan tersebut berlaku untuk panel launcher dan taksbar content. Panel bar bisa diatur pada posisi selalu ditampilkan (always visible) atau diatur tersembunyi otomatis (Autu-hide). Opsi untuk [Windows can cover] berarti setiap window dapat ditempatkan di depan panel bar di mana panel bar akan tertutup oleh kotak jendela aplikasi. Opsi defaultnya adalah [Window go below] di mana setiap kotak jendela akan berada di belakang tampilan panel bar. [Remove this panel] berarti menghapus atau menghilangkan panel yang aktif pengaturannya pada Tool Box Panel. Lokasi lainnya Tool Box bisa ditemukan pada sisi sebelah atas kanan layar desktop yang bertuliskan [My Desktop].

Systray Settings
Systray panel bar merupakan panel yang berisikan aplikasi khusus yang berjalan atau memiliki opsi untuk ditampilkan notifikasinya pada panel bar. Tidak hanya aplikasi default yang dijalankan oleh KDE, melainkan dapat pula aplikasi-aplikasi lainnya yang memiliki fitur untuk menempatkan notifikasinya pada panel bar. Seluruhnya akan ditempatkan pada ruang khusus yang disebut Systray Panel. Termasuk di antaranya yang masuk ke Systray adalah Hidden Application. Untuk melakukan konfigurasi atau pengaturan Systray, klik tombol [Tool Box Panel], kemudian arahkan kursor pada area [System Tray] seperti pada gambar di bawah. Nanti akan muncul kotak dialog pengaturan System Tray.


Ada 5 kategori aplikasi yang ditampilkan pada Systray, yaitu Application Status, Communications (untuk modem dan koneksi interjet ataupun jaringan), System Services, Hardware Control, dan Miscellaneous. Kemudian di bagian bawah terdapat [Extra Items], yaitu aplikasi-aplikasi tambahan yang memiliki opsi untuk ditampilkan atau tidak ditampilkan pada Systray Panel (menyesuaikan kebutuhan). Pengaturan selanjutnya untuk mengkonfigurasi tampilan visibility atau tampilan pada panel bar, berupa Always Visible, Hidden, Auto, ataupun Always Hidden. Opsi [Auto] akan menyembunyikan icon aplikasi apabila tidak aktif dipergunakan. Cara mengakses Hidden Application, klik logo segitiga pada Systray Panel, nanti akan ditampilkan beberapa aplikasi yang disembunyikan tampilannya.

Pengaturan Taskbar Panel
Taskbar Panel adalah area pada panel bar yang berfungsi untuk menampilkan aplikasi-aplikasi window yang aktif pada dekstop. Misalnya seperti LibreOffice Writer, Gimp, Amarok, Google Chrome, Firefox, Thunderbird, dan sebagainya. Untuk masuk ke pengaturan Taskbar, bukalah Tool Box Panel, kemudian arahkan kursor mouse pada area Taskbar, kemudian klik logo Setting di sebelah kanan seperti tampilan di bawah ini.


Tampilan pengaturan (setting) pada gambar di atas merupakan pengaturan default. Mirip dengan pengaturan taskbar pada OS Windows yang memiliki opsi untuk mengelompokkan application bar atau disebut group application. Opsi [Group:] bisa diatur berdasarkan pengelompokan untuk nama program atau aplikasi yang sama [By Program Name], [Manually] atau pengelompokan secara manual, dan [Do Not Group] atau opsi tidak mengelompokkan aplikasi atau program yang aktif. Urutan program ataupun aplikasi pada Taskbar Panel bisa diatur manual atau dikelompokkan secara alfabetik melalui opsi [Sorting]. Apabila dipilih [Manually], nanti program pada taksbar bisa dipindah-pindahkan seperti pada Windows 7.

Mengenal Application Launcher Menu (Kickoff)
Kickoff adalah launcher yang berfungsi memberikan fitur menu launcher yang berisikan tampilan menu seperti halnya pada [Start Menu] maupun list menu lainnya. Pada kondisi default, KDE menempatkan Kickoff pada panel bar launcher yang berada pada posisi paling kiri dari panel bar. Bedanya dengan kebanyakan start menu, letak Kickoff bisa diubah atau digeser atau ditempatkan di manapun pada panel bar. Untuk mengaksesnya bisa dengan shortcut [Alt] + [F1].


Kickoff pada KDE bisa dikatakan mirip dengan Start Menu pada Windows 7. Tidak terkesan konvensional seperti kebanyakan fitur Ubuntu/Mint Menu. Tersedia opsi untuk mengganti logo icon KDE Launcher. Tersedia pula opsi untuk mengatur isi atau daftar menu. Apabila hendak mengganti logo Kickoff Launcher bisa dilakukan dengan cara arahakn kursor mouse pada logo Kickoff Launcher. Kemudian klik tombol kanan mouse, lalu pilih [Application Launcher Settings].


Klik logo Kicoff, kemudian pilih logo icon yang telah disediakan. Bisa pula memilih sendiri melalui [Other icons]. Format logo icon sebaiknay disesuaikan dengan format yang disediakan, yaitu *.png, *.svg, *.xpm, dan *.svgz.

Jika hendak menyunting isi list dari menu bisa dilakukan dengan memilih opsi [Edit Application...]. Tersedia pula opsi untuk mengganti icon apllikasi. Pilihan yang tersedia bisa merubah nama grup aplikasi, menambahkan, ataupun menghapus. Tersedia pula opsi untuk mengganti logo (icon) group. Ada dua macam Kickoff Application Launcher, yaitu Kickoff dengan tampilan menu aplikasi KDE dan Kickoff dengan tampilan menu aplikasi tradisional.

Virtual Desktop
Sistem desktop di dalam KDE tersusun atas beberapa virtual desktop yang masing-masing berbeda layar. Misalnya terdapat layar desktop 1, layar desktop 2, dan seterusnya. Masing-masing memiliki aplikasi atau software aktif yang berbeda. Aplikasi yang aktif di layar desktop yang satu bisa dipindahkan ke layar desktop lainnya. Masing-masing virtual desktop hanya berbeda pada tampilan window, tetapi tidak berbeda pada tampilan elemen desktop lainnya seperti panel bar, widget, dan elemen lainnya. Pengaturan atau pengaktifan virtual desktop dilakukan melalui Virtual Desktop Launcher yang letaknya persis di sebelah kanan Activity Manager Launcher.

Pada gambar di atas, terlihat terdapat dua virtual desktop yang aktif dengan formasi vertikal. Kotak berwarna hitam menandakan terdapat aplikasi atau software yang aktif pada virtual desktop pertama. Aktif yang dimaksudkan di sini, apalikasi tersebut bukan berada dalam kondisi minimize. Apabila kotak di bawahnya di-klik atau dipilih, nanti layar desktop pertama akan bergerak ke atas masuk ke tampilan virtual desktop kedua. Anda bisa memindahkan aplikasi yang aktif pada tampilan virtual desktop pertama ke virtual desktop kedua. Caranya, klik software atau application pada panel bar, kemudian klik tombol kiri mouse untuk menampilkan menu pilihan pengaturan seperti di bawah ini.


Untuk memindahkan aplikasi atau software yang aktif pada virtual desktop pertama ke virtual desktop kedua, pilih opsi [Move To Desktop]. Pada kondisi default hanya akan ditempatkan pada virtual desktop pertama. Bisa pula diaktifkan pada seluruh virtual desktop yang tersedia melalui opsi [All Desktops]. Inilah fitur pada kebanyakan desktop environment yang tidak terdapat pada OS Windows, kecuali dengan bantuan software khusus (third party software) yang tentunya mesti berbayar. Pada gambar di atas hanya terdapat 2 virtual desktop yang diaktifkan. Anda bisa mengatur banyaknya virtual desktop dan melakukan pengaturan lainnya. Klik tombol kanan mouse pada Virtual Desktop Launcher, kemudian pilih opsi [Pager Settings].


Untuk mengatur banyaknya virtual desktop, pilih opsi konfigurasi [Virtual Desktop]. Kemudian pada tab [Desktop], tentukan banyaknya virtual desktop dan konfigurasi tampilannya. Misalnya hendak dibuat sebanyak 4 virtual desktop dengan konfigurasi 2x2, maka pada [Number of desktops] dituliskan angka [4], kemudian pada [Number of rows] dituliskan [2]. Nantinya pada panel bar akan ditampilkan susunan virtual desktop dengan formasi kotak 2x2. Virtual desktop memiliki prinsip kerja yang mirip dengan tampilan dual monitor.

KDE Plasma Activity (Activity Manager)
Pada prinsipnya, setiap layar desktop yang aktif saat ini terdiri atas panel bar, widget, running application, dan tambahan aplikasi widget ataupun docking bar. Fitur Activity Manager akan memberikan pilihan untuk membuat desktop sendiri yang berisikan aktivitas yang berbeda dengan desktop sebelumnya. Tampilan desktop yang dibedakan antara lain running application atau software dan desktop widget. Inilah yang membedakannya dengan virtual desktop di mana aplikasi ataupun software yang aktif, termasuk desktop widget masih tetap sama dijalankan. Pada virtual desktop hanya membedakan aplikasi atau software yang aktif pada masing-masing virtual desktop. Sedangkan, pada KDE Plasma Activity, aplikasi atau software yang aktif pada layar desktop sebelumnya tidak akan ditampilkan pada layar desktop yang lain. Begitu pula untuk desktop widget yang aktif pada layar desktop sebelumnya.


Pada pengaturan default, Activity Manager Launcher ditempatkan tepat di sebelah kanan Kickoff Launcher. Untuk masuk ke opsi pilihan dan pengaturan Activity Manager, arahkan kursor mouse pada launcher Activity Manager, kemudian klik launcher tersebut. Nanti akan dimunculkan beberapa Activity yang telah dibuat sebelumnya. Pada kondisi default sudah terdapat 1 Activity Manager. Anda hanya cukup memberikan nama dan mengganti logonya. Jika activity lain dipilih, maka layar desktop akan masuk ke tampilan berbeda dengan layar desktop sebelumnya. Jika virtual desktop lebih mirip dengan dual monitor, maka KDE Activity Manager lebih mirip dengan dual CPU. Fitur ini cukup bermanfaat bagi mereka yang banyak mengaktifkan software, sehingga perlu dikelompokkan penempatannya pada layar desktop. Sebagai catatan, Anda harus memiliki memori fisik yang memadai apabila hendak menggunakan lebih banyak Activity Room.

Desktop Widget dan Panel Widget
KDE menyediakan sendiri sejumlah widget yang dipasangkan pada layar desktop maupun panel bar. Fungsinya bisa beranekaragam, mulai dari fungsi Accessibility, system, utilities, internet, Tools, Education, dan lain-lain. Untuk melihat koleksi desktop widget dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti mengaksesnya melalui Tool Box Panel atau dapat pula mengakses melalui menu jendela pada layar desktop yang letaknya pada bidang kanan atas layar desktop. Jika diakses, nanti akan muncul pilihan untuk menambahkan widget. Cara lain bisa dengan mengaksesnya melalui menu di layar desktop. Arahkan kursor pada bidang kosong layar desktop, lalu klik tombol kanan mouse. Untuk masuk dan melihat koleksi widget, pilih [Add Widgets].


Koleksi widget akan ditampilkan pada bidang horisontal di atas panel bar. Widget yang telah terpasang akan diberikan tanda centang berwarna hijau. Untuk melihat widget lainnya, arahkan kursor mouse pada sepanjang bidang tampilan widget, kemudian geser scroll pada mouse ke atas atau ke bawah. Atau dapat pula menggeser melalui tombol navigasi widget yang berada tepat di bawah tampilan koleksi widget. Ada cukup banyak koleksi widget yang disediakan oleh KDE. Tersedia pula opsi untuk melihat koleksi widget berdasarkan kategori widget (Categories) seperti pada gambar di bawah ini.


Opsi tampilan [Running] akan menampilkan koleksi widget yang aktif atau sedang dijalankan saat ini. Jika hendak mencari widget dengan kata kunci tertentu bisa dilakukan dengan memasukkan kata kunci yang dimaksudkan pada kotak [Enter search term...]. Jika belum pula menemukan koleksi widget yang dikehendaki atau menginginkan untuk menambahkan widget dari sumber lain bisa dilakukan dengan pilihan [Get new widgets]. Tersedia dua pilihan untuk menambah koleksi widget, yaitu melalui sumber di internet [Download New Plasma Widgets] atau dengan menginstal widget yang sudah tersimpan di komputer [Install Widget From Local File].

Untuk memasangkan widget bisa dilakukan dengan beberapa cara. Jika widget hendak dipasangkan pada panel bar, klik dan tahan widget yang dikehendaki, kemudian geser kursor ke ruang di sepanjang panel bar. Jika widget hendak dipasangkan pada layar desktop, dobel klik pada widget yang dikehendaki.

Launcher dan Quick Launch
Fungsi pada keduanya hampir mirip, yaitu sebagai akses cepat ke aplikasi tertentu. Ada dua macam, yaitu Launcher dan Quick Launch. Keduanya bisa ditempatkan pada panel bar maupun desktop. Launcher hanya untuk mengakses aplikasi tertentu, sedangkan Quick Launch merupakan widget yang berisikan sekumpulan akses cepat ke beberapa aplikasi. Misalnya, hendak menempatkan launcher untuk aplikasi Calculator ke panel bar. Caranya, buka menu aplikasi melalui Kickoff, kemudian klik tombol kanan mouse. Pilih [Add to Panel], nanti secara otomatis akan dibuatkan Launcher untuk Calculator.


Jika hendak menempatkan launcher pada desktop, pilih [Add to Desktop]. Jika yang dipilih [Add to Favorite], nanti akan dibuatkan ikon akses ke dalam kolom Favorite pada Kickoff. Tips semacam ini cocok untuk aplikasi-aplikasi yang sering diakses, sehingga akan lebih cepat pula untuk mengaksesnya. Logo icon launcher tersebut akan hilang ketika aplikasinya telah dijalankan atau sedang aktif. Sebaliknya, ketika aplikasi tidak aktif, icon Launcher aplikasinya akan ditampilkan kembali.

Widget Quick Launch yang berisikan akses cepat untuk lebih dari satu aplikasi. Untuk menambahkan widget tersebut, akses [Add Widgets...] melalui Panel Tool Box. Kemudian pada kotak pencarian (Enter search term), ketikkan kata “Quick”, nanti akan muncul pilihan widget seperti pada gambar di bawah ini.


Widget yang dimaksudkan bernama [Quicklaunch]. Jika hendak ditempatkan pada panel bar, klik dan tahan pada widget Quicklaunch, kemudian geser ke arah panel bar. Carilah ruang yang nantinya akan muncul warna latar gelap pada icon Quicklaunch seperti gambar di atas. Setelah menemukan ruang yang dikehendaki pada panel bar, kemudian lepaskan tombol kanan mouse. Jika menghendaki widget Quicklaunch ditempatkan pada layar desktop, cukup lakukan dobel klik pada icon Quicklaunch. Pada kondisi default bisa hanya disediakan 1-2 launcher pada Quicklaunch. Untuk menambahkan launcher lainnya atau mungkin hendak menghapus bisa dilakukan melalui context menu pada Quicklaunch. Perhatikan gambar di bawah ini.


Quicklaunch seperti pada gambar di atas berisikan dua aplikasi, yaitu Google Chrome dan Dolphin File Manager. Untuk menambahkan aplikasi launcher, klik kanan pada panel Quicklaunch, kemudian pilih [Add Launcher]. Gambar di atas sudah direkayasa oleh penulis. Tampilan sesunggunya untuk window [Choose Application] akan berlatar belakang gelap. Pilihlah aplikasi yang hendak dimasukkan ke dalam Quicklaunch. Untuk menghapus salah satu launcher pada Quicklaunch, arahkan kursor mouse pada salah satu aplikasi, kemudian klik kanan tombol mouse. Pada context menu di atas, pilih [Remove Launcher]. Pada gambar di atas, Quicklaunch memiliki konfigurasi 1 baris. Untuk melakukan pengaturan sehingga bisa muncul dua baris, klik kanan pada Quicklaunch, kemudian pilih [Quicklaunch Settings]. Hilangkan tanda centang pada opsi [Determine number of rows automatically], kemudian masukkan angka 2 pada [Number of rows]. Nantinya aplikasi pada Quicklaunch ditampilkan dalam dua baris.

Pada posting berikutnya akan disambung dengan pengaturan dasar kedua tampilan desktop dari KDE Plasma Desktop. Selamat mencoba dan terus mencoba.

0 comments:

Poskan Komentar