15 Maret 2013

PENGATURAN DASAR UNTUK KDE 4.10 (UBUNTU/MINT) (BAGIAN 2)

Pada posting sebelumnya telah diulas mengenai elemen-elemen dan sejumlah fitur yang terdapat pada KDE Plasma Desktop 4.10. Pada posting kali ini akan diulas mengenai pemanfaatan dari fitur-fitur tersebut untuk dilakukan sejumlah pengaturan dasar agar nantinya layar desktop siap untuk digunakan. Sebagai catatan, KDE Plasma Desktop memiliki konsep pengaturan yang berbeda dengan desktop environment sebelumnya.

Pengaturan Resolusi Monitor
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengaturan resolusi layar monitor. Setelah pengaktifan pertama kali KDE, layar monitor akan diset ke kondisi default instalasi yang mungkin tidak sesuai atau tidak ideal dengan resolusinya semestinya. Masuklah ke System Settings dengan cara:
[Kickoff, System Settings], kemudian pilih [Display & Monitor]. Perlu diketahui, System Settings pada OS sebelumnya, seperti Gnome System Settings telah diadaptasikan menjadi KDE System Settings. Beberapa nama akan berganti akan dikombinasikan dengan sistem pengaturan pada KDE.



Pengaturan resolusi layar monitor dilakukan pada [Size & Orientation]. Pilihlah resolusi [Size] yang ideal untuk layar monitor yang dinyatakan dalam DPI (dot per inch). Setelah diperoleh angka resolusi yang dikehendaki, kemudian klik tombol [Apply]. Nanti akan tampil konfirmasi untuk tetap berada pada resolusi (size) yang terkini ataukah kembali pada resolusi layar sebelumnya. Di bagian bawah terdapat opsi pengaturan [Refresh], [Orientation], dan Position. Aturlah [Refresh] sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Untuk [Orientation] biarkanlah pada kondisi [No Rotation]. Mengenai posisi, pada kondisi default layar monitor berada pada kondisi [Absolut, 0.0]. Di bagian yang terpisah terdapat pengaturan [Primary Output]. Klik tombol [Identify Outputs] untuk mengetahui nilainya. Setelah selesai melakukan pengaturan, simpanlah dengan meng-klik tombol [Save as Default].


Pengaturan Huruf
Setelah diaktifkan untuk yang pertama kalinya, KDE tidak lagi menggunakan konfigurasi huruf standar yang sebelumnya telah diset pada Ubuntu/Mint System Settings. Pengaturan huruf yang dimaksudkan di sini adalah pengaturan jenis huruf standar sistem operasi, termasuk pengaturan tingkat kejelasan huruf (semacam ClearType pada Windows 7). Untuk melakukan pengaturan huruf dapat dilakukan melalui [System Settings, Application Appearance]. Kemudian pilih opsi pengaturan [Fonts].



Gambar di atas mengilustrasikan pengaturan Fonts (KDE) pada Ubuntu, sehingga sistem huruf standar yang digunakan adalah Ubuntu font. Gantilah apabila menghendaki untuk menginginkan menampilkan jenis huruf lainnya, termasuk pula mengganti ukuran huruf. Kemudian pada opsi [Use anti-aliasing], pilih [Enabled] untuk mengaktifkan fitur anti-aliasing. Klik tombol disebelah kanan yang bertuliskan [Configure] untuk melakukan konfigurasi anti-aliasing. Berikan tanda centang pada opsi [Use sub-pixel rendering], lalu pastikan kotak disebelah kanan terpilih opsi [RGB]. Kemudian pada opsi [Hinting style], pilih opsi [Slight], kemudian [OK]. Klik tombol [Apply] untuk mengaktifkan hasil pengaturan di atas.


Mengatur Clock
Seperti yang telah diulas sebelumnya, ketika KDE pertama kali dipasangkan, seluruh penyetelah dikembalikan ke kondisi default, termasuk pula informasi waktu (clock). Tampilan Clock pada systray di bawah ini sudah diatur sebelumnya. Pada kondisi default akan ditampilkan set waktu 12 jam dengan penanda AM/PM. Ada dua pengaturan yang diperlukan, yaitu pengaturan waktu dan pengaturan tampilan. Untuk masuk ke dalam pengaturan waktu, arahkan kursor ke area Clock Systray, kemudian klik tombol kanan mouse.



[Adjust Date and Time...] untuk mengatur tanggal dan waktu
[Digital Clock Settings...] untuk mengatur tampilan Clock Systray
Pilih dulu pengaturan tanggal dan waktu untuk menyesuaikan waktu dan tanggal saat ini pada tampilan desktop.


Masuklah ke tab [Time Zone] untuk memastikan pengaturan zona waktu telah sesuai. Pilihlah negara di mana Anda tinggal. Selanjutnya berpindah pada tab [Date and Time]. Apabila Anda sudah terhubung dengan internet, cukup dengan mengatur waktu dengan memberikan tanda centang pada [Set date and time automatically]. Jika belum terhubung, lakukan pengaturan secara manual dengan mengubah tanggal dan waktu saat ini. Setelah selesai, klik tombol [Apply], kemudian klik [OK] untuk menutup window. Langkah berikutnya, klik tombol kanan Clock Systray, kemudian pilih [Digital Clock Settings...] untuk melakukan pengaturan tampilan.


KDE menetapkan kondisi default untuk ukuran tampilan waktu yang lebih besar daripada tampilan tanggal. Jika menginginkan agar tampilan waktu menggunakan format 24 jam, masuklah ke [System Settings], kemudian pilih [Locale]. Perhatikan gambar di bawah ini.


Untuk pengaturan waktu, masuklah ke tab [Date & Time]. Format 24 jam biasanya menggunakan format [HH:MM:SS]. Nantinya akan menghilangkan tulisan AM/PM. Untuk mengatur format tampilan penanggalan bisa diatur pada [Short date format]. Jangan lupa, selalu klik tombol [Apply], setiap kali selesai melakukan pengaturan. Perubahan mungkin tidak langsung terlihat, kecuali membutuhkan restart untuk melihat hasilnya.


Pengaturan Koneksi Internet
KDE menggunakan pengaturan network connection pada Ubuntu/Mint atau pengaturan yang telah dibuat sebelumnya. KDE menggunakan sendiri network manager yang disebut Knetwork Manager yang berbeda tampilannya dengan network manager pada desktop environment lainnya. Salah satu permasalahan dari Knetwork Manager terletak pada tampilannya yang sering hilang atau tidak muncul pada Systray Panel seperti gambar di bawah ini.


Area kosong seperti pada gambar di atas adalah ruang yang seharusnya untuk menampilkan Knetwork Manager. Cobalah klik tombol kiri mouse pada area kosong tersebut, nantinya akan muncul tampilan informasi network connection yang tersedia atau telah diatur sebelumnya. Untuk bisa menampilkan logo icon pada Systray Panel, hilangkan tanda centang pada [Enable Networking].


Sebenarnya ini masalah bug pada KDE yang ternyata masih dijumpai pada versi 4.10. Tetapi masalah bug tersebut tidak berpengaruh pada kinerja KNetwork Manager. Setelah tanda centang pada [Enable Networking] dihilangkan, nanti akan muncul icon yang menandakan jaringan belum terhubung seperti pada gambar di atas. Selanjutnya, berikan tanda centang pada [Enable Networking], nantinya akan muncul icon KNetwork seperti pada gambar di bawah.


Pilihan koneksi internet yang tersedia bisa dilihat pada kolom [Connections]. Berikan tanda centang pada [Enable mobile broadband] untuk mengaktifkan koneksi broadband internet (jika pilihan internetnya menggunakan mobile broadband). Kemudian, pada kolom [Connections], klik pilihan koneksi internet yang telah tersedia. Tunggulah beberapa saat, nanti akan muncul notifikasi pada Systray yang menandakan koneksi internet telah terhubung.


Mengganti Tema Window
Tema jendela (window theme) yang dimaksudkan di sini adalah tampilan dekorasi untuk window. Dalam pengaturan KDE dituliskan dengan pengaturan Window Decorations yang meliputi keseluruhan bagian kotak jendela yang melingkupi suatu tampilan aplikasi, termasuk pula tampilan (dekorasi) pada tombol [Close], [Minimize], dan [Maximize]. Untuk mengganti dekorasi window, masuklah ke [System Settings], kemudian pilih opsi pengaturan [Workspace Appearance]. Pastikan berada pada pilihan pengaturan [Window Decorations].


Pada kondisi default hanya tersedia 3 tema window, yaitu B II Preview, Laptop, dan Oxygen. Tersedia opsi untuk menambahkan koleksi tema dengan mengklik tombol [Get New Decorations...]. Untuk opsi tersebut memerlukan koneksi internet untuk masuk ke halaman koleksi (galeri) Window Decorations dari KDE-Look.Org. Penambahan koleksi/galeri dekorasi dengan cara manual dapat dilakukan dengan masuk ke situs KDE-Look, kemudian unduh (download) dekorasi yang dikehendaki. Selanjutnya, ekstrak (unpack) file yang telah diunduh tadi ke direktori ~/.kde/share/apps/desktoptheme/. Folder ~/.kde menandakan lokasinya di Hidden Home Directory. Untuk memunculkan hidden folder, aktifkan melalui shortcut [Ctrl] + [H].


Mengganti Tema Desktop (Desktop Theme)
Tema desktop atau desktop theme merupakan tema tampilan di layar desktop pada elemen panel bar dan output tampilan dari masing-masing elemen. Di antara output elemen-elemen tersebut seperti hasil aktivasi Kicoff Launcher, tema tampilan menu pengaturan Systray, tema pada elemen launcher, tema tampilan Panel Tool Box, dan thumbnail pada Taskbar Panel. Untuk masuk ke pengaturan tema desktop dapat dilakukan melalui [KDE System Settings], kemudian pilih [Workspace Appearance]. Pilih pada opsi pengaturan [Desktop Theme]. Nanti akan ditampilkan seperti pada gambar di bawah ini.


Pada kondisi default, KDE menyediakan sebanyak 3 buah tema desktop, yaitu Air, Air for netbooks, dan Oxygen. Jika ingin menambahkan lagi koleksi tema desktop dapat dilakukan dengan mengklik tombol [Get New Themes]. Untuk opsi ini hanya tersedia melalui koneksi internet. Nanti akan muncul tampilan window seperti gambar di bawah ini.


Klik [Detail] untuk melihat informasi mengenai desktop theme tersebut. Klik [Install] untuk mengunduh dan memasangkan ke galeri KDE. Tersedia pula pengaturan parsial untuk masing-masing tema desktop. Pada desktop theme yang telah disoroti, pilih tab [Details]. Di dalamnya akan berisikan sejumlah [Theme Item] yang masing-masing bisa dikonfigurasikan pilihan temanya. Jika sudah selesai, serta telah menyoroti pilihan tema desktop, klik tombol [Apply].


Tema Cursor
KDE menyediakan pula fitur pengaturan tema kursor. Akses untuk pengaturannya masih melalui [System Settings, Workspace Appearance]. Kemudian pilih opsi pengaturan [Cursor Theme]. Nanti akan ditampilkan galeri Cursor Theme sebanyak 13 item. Tersedia pula opsi untuk menambahkan koleksi galeri yang dapat dilakukan via internet [Get New Theme] atau secara manual [Install From File]. Pada konfigurasi pengaturan tema kursor ini tersedia opsi untuk mengubah ukuran (size) kursor di mana pada kondisi default bernilai 16 dpi. Ukuran terkecil 12 dpi, sedangkan ukuran terbesar 48 dpi.


Mengganti Tema Ikon (Icon Themes)
KDE menyediakan sendiri fitur untuk mengganti tema ikon seperti pada Ubuntu Tweak maupun Gnome Tweak Tools. Cukup dengan melakukan pengaturan pada System Settings. Koleksi tema ikon yang disediakan oleh KDE mengambil dari koleksi standar dari KDE dan koleksi yang tersedia pada database sistem operasi. Apabila sebelumnya pernah melakungan pemasangan (install) icon themes seperti pada posting sebelumnya, maka KDE akan tetap mempergunakan dan memasukkannya ke dalam galeri icon themes. Cara pengaturannya, buka [System Settings, Application Appearance], kemudian pilih opsi pengaturan [Gtk Configuration].


Ada dua opsi pengaturan pada [Icon Themes], yaitu [Icon Theme] dan [Fallback Theme]. Opsi yang akan digunakan adalah [Icon Theme]. Untuk opsi [Fallback Theme] merupakan opsi kedua apabila KDE gagal memuatkan tema ikon utama. Carilah koleksi tema icon yang tersedia dan dipilih, kemudian klik tombol [Apply]. Untuk menambahkan koleksi tema ikon dapat dibaca pada posting di sini.

Pengaturan Desktop Effects
Mirip sekali dengan Compiz yang selama ini diadopsikan pula ke Unity. KDE menyediakan sendiri pengaturan desktop effect yang sama lengkapnya dengan Compiz. Perbedaannya, Compiz tidak selalu bisa mendeteksi dan mengoptimalkan GPU pada setiap kartu grafis (VGA Card). Ini pula yang menjadi alasan bagi saya untuk lebih menyukai KDE. Sekalipun demikian, keseluruhan opsi dari pengaturan KDE desktop effect ditentukan pula oleh kemampuan GPU dari kartu grafis. Semakin baik dukungan (supported) ke OpenGL, akan semakin banyak pula dukungan pengaturan desktop effect yang disediakan. Untuk melakukan pengaturan desktop effect dapat diakses melalui [System Settings, Desktop Effects]. Konfigurasi desktop effects dikelompokkan ke dalam 3 tab pengaturan seperti pada gambar di bawah ini.


Pada pengaturan default, apabila KDE mampu mendeteksi dan mengoptimalkan kartu grafis, maka desktop effect secara otomatis telah diaktifkan, termasuk pula opsi pada [Various animations]. Jika kartu grafis memiliki kemampuan di bawah standar, sebaiknya pengaturan untuk [Animation Speed] diturunkan dari normal ke lebih cepat (fast). Animasi dengan gerak lambat (slow motion) hanya cocok untuk komputer dengan prosesor multi core dan kartu grafis berkemampuan OpenGL 3. Atau jika tidak yakin, tetapkan pengaturannya pada [Normal]. Kemudian untuk pilihan pengaturan efek desktop dapat dilakukan pada tab [All Effects].


Apabila komputer yang digunakan didukung oleh prosesor multi core, memori di atas 2 Gb, dan kartu grafis berkemampuan OpenGL 3D, bisa diberikan centang pada seluruh pilihan pengaturan efek desktop. KDE akan memberikan tanda centang pada pilihan pengaturan yang dianggap cocok untuk komputer Anda. Apabila komputer yang digunakan tidak didukung kartu grafis yang memadai, sebaiknya kurangi saja pilihan pengaturan efek desktop.

Selamat mencoba.

0 comments:

Poskan Komentar