30 Desember 2008

MENUNGGU REAKSI DARI OBAMA, YAKINKAH AKAN BEDA?

Menjelang dimulainya masa jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat, tiga hari yang lalu Israel melakukan aksi serangan militer ke wilayah Gaza, Palestina. Seperti yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya, serangan Israel bisa dipastikan memicu gelombang protes internasional, tidak terkecuali dari Indonesia sendiri. Isi protes selain kecaman, hujatan, atau kutukan terhadap aksi brutal militer Israel terhadap kelompok Hamas. Setiap ada peristiwa yang sama, tentunya protes ditujukan secara langsung kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas terhadap Israel. Selain ditujukan kepada Israel melalui DK Keamanan PBB, kecaman dan protes juga ditujukan kepada Amerika Serikat yang selama ini menjadi pembela nomor 1 bagi Israel. Seperti serangan 3 hari yang lalu (27 Desember 2008), kecaman pun tidak luput ditujukan kepada Amerika Serikat. Sementara itu, tanggal 20 Januari 2009 nanti, Obama sudah resmi menempati dan berkuasa di Gedung Putih. Yakinkah dunia jika Obama akan melakukan sesuatu yang berbeda dengan pendahulu-pendahulunya?

Sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu jika siapapun yang memegang kekuasaan pemerintahan di Amerika, mereka adalah orang-orang yang bekerja untuk Amerika Serikat. Obama bukan orang Kenya, sekalipun keturunan Kenya. Obama adalah warga negara AS, sekalipun pernah beberapa tahun tinggal di Indonesia. Oleh karenanya, dipilihnya Obama sebagai Presiden AS didasarkan atas konstitusi AS yang selanjutnya berkewajiban untuk melindungi dan menjalankan kepentingan kebijakan AS baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sudah bukan suatu rahasia apabila lobi politik maupun ekonomi di Amerika dikuasai oleh kelompok Yahudi. Mereka inilah yang selain memberikan kontribusi pada setiap kebijakan AS, juga termasuk yang menentukan arah kebijakan Amerika, baik kebijakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Sama dengan para presiden AS pendahulu Obama, mereka semua mampu meraih kepresidenan negara Adi Daya ini tidak terlepas dari dukungan lobi Yahudi di Amerika Serikat. Organisasi Yahudi di Amerika Serikat memiliki hubungan dekat, bahkan seringkali dikendalikan oleh Organisasi Yahudi yang ada di Israel. Lobi Yahudi yang selama ini mendukung Obama pun adalah kelompok yang memiliki kedekatan khusus dengan Israel. Di hadapan lobi Yahudi, yaitu American Israel Public Affair Committee (AIPAC), Senator Obama sendiri dengan tegas mengatakan jika keamanan Israel adalah hal yang sakral dan tidak bisa dibantah. Inilah yang tidak bisa dilakukan oleh Senator Hillary Clinton kecuali hanya bisa mengatakan jika Obama akan menjadi teman baik Israel.

Mengkaitkan Obama atas aksi militer Israel di Jalur Gaza, nampaknya Obama sama sekali tidak akan merubah sedikit pun rencana kebijakan luar negeri AS untuk tetap menjadi sekutu Israel. Obama tidak akan pernah berniat untuk sedikit pun melucuti nuklir Israel termasuk persenjataan pamungkas lainnya. Dengan melihat reaksi Iran yang memasang bendera setengah tiang, nampaknya proses untuk menuju genjatan senjata sebelum DK PBB turun tangan akan sangat lama. Ujian pertama kebijakan luar negeri Obama sesungguhnya tidak hanya soal Israel, akan tetapi juga soal tuntutan dari Amnesti Internasional untuk menutup fasilitas penjara ilegal di Guantanamo. Semoga saja dunia memang tidak terlalu berharap dan lebih menerima kenyataan dari Obama dan Amerika Serikat.

Referensi
ISMES, 15 Oktober 2008, “Lobi Yahudi di Amerika”, Opini (link)
BBC Indonesia, 4 Juni 2008, “Obama Janji Dukung Israel”, Berita (link)

0 comments:

Poskan Komentar