21 Juli 2012

VIDEO LUMBA-LUMBA YANG MENGHEBOHKAN (JULI 2012)

Peristiwanya terjadi pada hari Minggu, 8 Juli 2012 di Propinsi Guangxi (China). Seekor induk lumba-lumba (dolphin) sedang menggendong jasad anaknya di punggungnya menuju lautan dalam. Belum diketahui kejadian resminya, tetapi peristiwa mengharukan tersebut sempat pula ditayangkan di media televisi setempat. Video tersebut secara kebetulan terekam oleh seorang warga setempat yang kebetulan tidak berjauhan dari lokasi induk lumba-lumba tersebut. Berikut ini adalah gambar-gambar peristiwa mengharukan, beserta link video di Youtube. Penulis akan jelaskan mengenai perilaku induk lumba-lumba tersebut, serta kemungkinan penyebab lumba-lumba terluka.

Sejak pertama kali diunggah (upload) di Youku (situs video hosting seperti Youtube) pada tanggal 18 Juli 2012, video tersebut telah dikunjungi sebanyak 1,3 juta pengunjung (Tribunnews.com, Jumat, 20 Juli 2012, 10.48). Kejadiannya berlokasi di Teluk Sanniang di Propinsi Guangxi (China). Penulis belum mengetahui nama pengunggah video tersebut, karena di situs Youku bertuliskan aksara Kanton. Tetapi kejadian itu pula sempat dimuatkan ke Yahoo! News. Kejadian itu pula sempat menarik sejumlah pengamat satwa liar untuk membahas dan mendiskusikan perilaku lumba-lumba tersebut.



Dari percakapan di video dan keterangan di beberapa situs, si pengunggah nampaknya secara tidak sengaja menemukan momen-momen yang mengharukan tersebut. Alat perekam video amatir kemudian langsung merekam kejadian lumba-lumba yang tengah membobong (menggendong) jasad anaknya. Di situs Youku, seorang pengunjung menuliskan kalimat simpati (komentar), “Tak masalah bila kau sudah tiada nak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan selalu membawamu pulang” (Chinasmack.com, Kamis, 19 Juli 2012). Belum diketahui penyebab tewasnya si anak lumba-lumba, tetapi dari foto terlihat terdapat luka di bagian perut.



Dalam adegan tersebut terlihat, induk lumba-lumba sempat mengalami kesulitan, ketika membobong jasad anaknya. Beberapa kali tergelincir dan tenggelam, kemudian si induk lumba-lumba menyelam dan membawa kembali jasa anaknya ke permukaan. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, karena gelompang laut permukaannya pun semakin kuat menuju ke laut lepas. Ikan lumba-lumba merupakan satwa luat di Teluk Sanniang yang seringkali menjadi tontonan wisatawan di daerah tersebut. Ukuran induk lumba-lumba diperkirakan sepanjang 3 meter, sedangkan ukuran jasad anaknya diperkirakan sekitar 1,5 meter.

Si pengunggah yang kebetulan berada dalam rombongan wisata tersebut mencoba mendekat ke lumba-lumba tersebut. Lalu ditemukan terdapat sobekan luka sepanjang 30 cm di bagian perut. Darah yang terlihat sudah berwarna hitam. Belum diketahui pasti penyebabnya, karena mereka (rombongan) tetap membiarkan momen mengharukan tersebut berlangsung, sesuai dengan keinginan induk lumba-lumba. Rombongan tersebut mendekat setelah induk lumba-lumba berhasil membobong jasad anaknya, tanpa terlepas. Induk lumba-lumba tersebut membawanya ke laut lepas (deep sea) dengan kecepatan sekitar 40 km/jam (perkiraan visual).



Pihak yang merekam (pengunggah) menjelaskan terdapat sebanyak 5 kali jasad anak lumba-lumba terlepas dari induknya. Dari gambar-gambar di atas, sepertinya rombongan tersebut hanya mendekat dengan jarak sekitar 5-6 meter dari induk lumba-lumba. Kejadian tersebut sempat disaksikan dalam jarak dekat selama 3 menit, karena mereka tidak mungkin akan lebih dekat dengan gelombang laut dan kapal yang ditumpanginya.



Menurut pengamat satwa liar, anak lumba-lumba tersebut diperkirakan merupakan korban kecelakaan lalu lintas perairan. Biasanya disebabkan, karena tertabrak kapal-kapal pengangkut turis di bagian buritan atau tersayat oleh baling-baling. Beberapa penyebab lainnya berasal dari peralatan penangkapan ikan yang dibiarkan begitu saja. Kondisi tersebut ditemukan di Teluk Sanniang, Propinsi Guangxi (China) yang sekaligus merupakan kawasan wisata dan perikanan laut.



Perilaku induk lumba-lumba tersebut sebenarnya merupakan ritual alam yang menandakan momen kesedihan. Seekor induk lumba-lumba tidak akan membiarkan begitu saja jasad anaknya di suatu perairan. Induk lumba-lumba akan melakukan ritual dengan membobong jasad anaknya tersebut untuk dibawa ke laut lepas. Hampir mirip dengan perilaku manusia, ketika menguburkan manusia lainnya. Sesampainya di laut lepas, jasad anaknya tadi akan ditenggelamkan. Laut lepas adalah kuburan bagi mereka para satwa laut. Induk lumba-lumba tidak akan bisa menjangkau di bagian paling dasar di lautan dalam, sehingga bisa dikatakan laut lepas merupakan kuburan untuk ritual pemakaman tersebut. Sebenarnya cukup berbahaya, karena di tengah perjalanan bisa saja akan bertemu dengan kawanan hiu yang sangat peka dengan aroma darah (luka). Satwa liar seperti mereka seperti halnya manusia memiliki pula rasa kasih sayang. Seorang induk (ibu) seperti halnya ibu pada manusia akan mengorbankan dirinya untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada anak mereka. Itu sebabnya, menjaga dan melestarikan satwa liar merupakan keharusan bagi manusia sebagai makhluk yang ditakdirkan superior di planit Bumi.

0 comments:

Poskan Komentar