25 Maret 2013

NEGARA MANAKAH YANG PALING KAYA DI PLANIT BUMI?

Beberapa di antara pembaca mungkin sudah bisa menebak jawabannya. Penulis sebenarnya mengutip tema pada posting ini dari kolom inspirasi Apa Kabar Dunia. Tetapi pada posting di sini, pihak penulis mencoba untuk mengembangkan berdasarkan data dan fakta yang lebih aktual. Mungkin ada benarnya jika negara yagn dimaksudkan di sini adalah gambaran tentang sebuah legenda bangsa Atlantis. Bersyukurlah mereka yang dilahirkan dan besar menjadi bangsa ini.

Jawabannya cukup jelas, INDONESIA!!

Kekayaan Mineral dan Pertambangan Nomor Satu Di Dunia
Kekayaan mineral meliputi jenis batu-batuan dan logam yang ditambang untuk diambil manfaat ekonominya. Wilayah yang kaya akan limpahan sumber daya mineral adalah wilayah yang berada dalam zona gunung berapi, lempeng teknonik, dan umumnya memiliki wilayah pegunungan. Dengan kondisi geologi tersebut, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk sumber daya alam mineral. Bangsa manapun akan tercengang, ketika melihat betapa besarnya kekayaan alam mineral yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Seluruhnya kekayaan alam mineral tersebut telah dieksploitasi, seperti emas, perak, perunggu, timah, tembaga, kwarsa, biji besi, logam tanah jarang (LTJ) atau mineral jarang, batu bara, uranium, dan lain sebagainya. Seluruhnya pula tersedia dalam jumlah yang cukup melimpah, sehingga bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam mineral yang tidak ada satupun negara di planit Bumi bisa menyamainya.


Sumber: Apa Kabar Dunia

Pertambangan emas yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Indonesia merupakan aktivitas pertambangan emas terbesar di dunia. Konon, wilayah pegunungan yang tidak jauh dari Puncak Jaya merupakan pegunungan emas yang panjangnya bisa mencapai ke perbatasan Papua Nugini. Pertambangan yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia menyimpan cukup banyak kontroversi yang belum terungkap. Entah benar atau tidak, tetapi yang pasti mereka akan membantah, apabila PT Freeport sesungguhnya bukan semata menambang emas, melainkan terdapat logam jenis perak, perunggu, dan uranium. Sebelum aktivitas penambangan di Papua, sekitar tahun 1960an, kilauan Puncak Jaya masih bisa disaksikan dengan cukup jelas dari Laut Arafuru dan laut-laut di sebelah Utara Papua. Entah mengapa pula, setelah lebih dari 30 tahun, Indonesia masih cenderung bergantung ke investor asing untuk mengelola beberapa pertambangan yang saat ini dikelola oleh PT Newmont Indonesia.

Apakah yang istimewa dari batu bara asal Indonesia?

Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki kandungan batu bara. Tetapi batu bara asal Indonesia sangat berbeda dengan kebanyakan batu bara yang ditambang di negara lain. Tidak seperti proyek batu bara di kebanyakan negara-negara Afrika yang harus membangun terowongan untuk bisa mengambil batu bara, pertambangan batu bara di Indonesia cukuplah sederhana. Tidak membutuhkan investor besar, bahkan beberapa pertambangan batu bara sudah dikelola dan dimiliki oleh orang Indonesia. Di Kalimantan misalnya, untuk bisa mendapatkan batu bara cukup hanya dengan menggunakan peralatan berat yang bisa diperoleh dari jasa persewaan alat berat yang kantor cabangnya sudah ada di Indonesia. Tidak hanya itu, jenis batu bara asal Indonesia memiliki kualitas tertinggi (kandungan karbon yang rendah). Selain lebih mudah terbarkar (efisiensi pembakaran tinggi), jenis batu bara asal Indonesia tidak menimbulkan lebih banyak residu berupa asap hitam seperti kebanyakan batu bara dari negara lain. Inilah permata hitam yang dicari dan diincar oleh banyak negara untuk alternatif bahan bakar fosil (minyak). Tidak mengherankan apabila batu bara justru langka ditemukan di pasar Indonesia, karena sebagian besarnya ditambang untuk keperluan ekspor. Saat ini, cadangan batu bara Indonesia telah mencapai 28 miliar ton yang sudah diketahui atau mencapai sekitar 2-3% cadangan batu bara di dunia. Memang masih kalah banyak dibandingkan dengan Amerika Utara (246 miliar ton), Rusia (147 ton), dan China (115 miliar ton) (VivaNews, 21 Februari 2012). Tetapi jangan diabaikan, angka 28 miliar ton tersebut sangat mungkin akan bertambah. Lagipula, tidak seperti Rusia dan China yang memiliki wilayah daratan cukup luas.

Sumber: Radio Republik Indonesia (Web)

Struktur geologi dan pegunungan di Indonesia ternyata menyimpan begitu besar kekayaan panas bumi. Sumber energi yang bisa dikatakan hampir tidak ada habisnya, serta mampu mengalahkan efisiensi sumber energi yang dihasilkan dari nuklir. Pemanfaatan nyata dari energi panas bumi dipergunakan untuk keperluan stasiun pembangkit listrik yang disebut pembangkit listrik tenaga panas bumi. Bisa dibayangkan, apabila dikelola dengan bijak, energi panas bumi akan mengimbangi (mengurangi) penggunaan sumber energi lain yang tidak terbarukan seperti minyak, gas alam, dan batu bara. Indonesia pula satu-satunya negara yang memiliki sumber panas bumi terbesar dan terbanyak di dunia.

Hampir seluruh pulau-pulau utama (pulau besar) di Indonesia menyimpan potensi penambangan logam berupa besi. Wujudnya bisa biji besi, pasir besi, dan jenis lainnya yang nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi logam besi ataupun baja. Cadangan mineral besi di Indonesia mungkin tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menyediakan dan memasok kebutuhan industri dunia. Ribuan ton per tahun bahan baku pembuatan besi dan baja tersebut dieksor ke berbagai negara-negara industri maju. Konsumsi besi dan baja di Indonesia sendiri sebenarnya sudah lebih dari cukup bisa ditutupi dengan potensi pertambangan bijih besi maupun pasir besi. Jadi selain bisa mencukupi kebutuhan di dalam negeri, potensi mineral tadi masih bisa mencukupi kebutuhan dunia.

Jenis mineral yang satu ini kurang banyak dikenal oleh kebanyakan orang, yaitu mineral jarang (rare earth oxides) atau disebut logam tanah jarang (LTJ). Jenis logam yang nilai strategisnya mungkin melebihi nilai emas yang dieksploitasi oleh PT Freeport. Bisa dibayangkan, mineral jarang merupakan unsur vital untuk dipasok ke dalam industri teknologi dan komponen teknologi. Penggunaannya bisa di segala bidang, bahkan sampai pada teknologi pertahanan dan ruang angkasa. Begitu pentingnya, logam tanah jarang justru terdapat cukup melimpah di bumi Nusantara. Hampir seluruh pulau-pulau utama memiliki potensi untuk dapat dikelola menghasilkan mineral jarang. Hingga saat ini, barulah China yang menjadi produsen pengolahan LTJ di mana produksinya di dalam negeri mencapai 50% dari total konsumsi dunia. Indonesia memang masih kalah dalam hal produksi dan pengolahan LTJ, tetapi produksi LTJ itu sendiri baru dimulai setelah tahun 2000, sdangkan China sudah memulai sejak lama. Sekalipun demikian, China pula lebih banyak memasok (impor) LTJ dari Indonesia. Akhir-akhir ini, LTJ di Indonesia menjadi incaran banyak negara. Tidak terkecuali yang menjadi pendorong Foxconn (Taiwan) yang berencana mendirikan pabrik teknologi, tetapi belum pula terealisasi.

Keberadaan jenis mineral yang satu ini masih menjadi polemik dan kontroversi, yaitu uranium. Bukanlah sesuatu yang aneh apabila negara seperti Indonesia menyimpan potensi cadangan uranium dalam jumlah yang cukup melimpah. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan cadangan uranium di Indonesia bisa mencapai 53 ribu ton! Angka tersebut diperkirakan merupakan cadangan uranium terbesar di dunia. Masalahnya, angka perkiraan statistik yang dibuat oleh insinyur-insinyur fisika nuklir terbaik di Indonesia justru tidak diakui oleh pemerintah Indonesia sendiri. Keberadaan uranium masih menjadi kontroversi di negeri ini, akibat adanya tarik-menarik kepentingan politik dan bisnis. Situs Kementrian ESDM pun tidak banyak menyinggung tentang keberadaan cadangan uranium yang tersebar di hampir sebagian besar pulau-pulau utama di Nusantara.

Sumber: Batan

Minyak Bumi dan Gas Alam
Dari Sabang hingga Merauke telah tersebar untaian sumur-sumur minyak dengan jumlah yang tidak sedikit. Memang tidak sebesar Amerika, Iran, ataupun Venezuela, tetapi bila dikelola dengan benar akan cukup memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Minyak bumi disebutkan termasuk sumber energi yang tidak terbarukan atau sumber energi yang bisa habis. Saya tidak begitu meyakini data tentang cadangan minyak bumi yang dirilis oleh Kementrian ESDM. Data tersebut bisa jadi hanya bersifat faktual, tetapi tidak 100% menyatakan data aktual. Misalnya, blok Mahakam yang dikelola Total (Perancis) dikabarkan akan habis di dekade 2010. Kenyataannya, setelah dilakukan eksplorasi lebih lanjut, ternyata masih menyimpan cadangan minyak yang cukup besar. Begitu pula dengan bekas sumur minyak di Blok Cepu. Masih banyak lagi cadangan-cadangan minyak yang baru diketahui takisrannya, seperti Blok Madura, Blok Sidoarjo, Blok Natuna, dan lain-lain. Fenomena geologi yang nampaknya jarang ditemukan di tempat-tempat lainnya. Tidak jarang blok-blok minyak yang sudah kosong justru masih memiliki cadangan yang lebih besar di bawahnya. Allah Swt sungguh Maha Pemurah kepada bangsa Indonesia dengan memberikan limpahan cadangan minyak bumi yang seolah tidak ada habis-habisnya.

Sumber

Gas alam atau disebut Liquid Natural Gas (LNG) termasuk salah satu jenis sumber energi yang tidak terbarukan. Harganya lebih murah ketimbang minyak bumi, karena jumlahnya yang cukup besar. Sekalipun demikian, gas alam memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan minyak bumi sebagai sumber energi, yaitu lebih ramah lingkungan. Rusia adalah negara dengan pemilik cadangan gas alam paling besar di dunia (1.680 triliun kaki kubik). Bagaiamana dengan Indonesia? Sekedar catatan, Blok Natuna menyimpan cadangan gas alam yang baru diketahui jumlahnya sekarang ini sekitar 442 triliun kaki kubik. Itu belum diketahui seluruhnya, belum pula ditambahkan lagi dengan cadangan gas alam di Papua, Kalimantan, Madura, Sulawesi, dan Aceh. Peminatnya cukup besar dari internasional, maka tidak mengherankan apabila pasokan ke dalam negeri sendiri sering macet. Orang Indonesia sendiri malah disuruh mengkonsumsi elpiji (LPG = Liquid Petroleum Gas) yang disuling dari minyak bumi. Sekedar catatan pula, Indonesia masuk ke dalam 3 besar negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Jika Rusia bisa menghidupi negara-negara Eropa melalui suplai gas, maka begitu pula dengan Indonesia, karena lebih dari separuh produksi gas alam nasional diprioritaskan untuk kepentingan ekspor.

Kekayaan Flora Dan Fauna
Mungkin tidak terlalu berlebihan apabila Nusantara disebut-sebut sebagai negeri Atlantis. Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati paling banyak. Pada tahun 2011, International Union for Concervation of Nature (IUCN) memperkirakan Indonesia memiliki sebanyak 300.000 spesies satwa liar yang berhasil diidentifikasikan (ProFauna Indonesia, 2012). Angka tersebut mencakup sekitar 17% dari total satwa liar yang masih tersisa di dunia. Indonesia sendiri hanya memiliki luas wilayah daratan yang hanya sebesar 1,3% dari total luas wilayah daratan di dunia. Sekalipun demikian, Indonesia menyimpan setidaknya kekayaan mamalia (515 jenis) paling banyak di dunia, serta menjadi habitat tersebesar dari sekitar 1.539 jenis burung (aves). Sebagai catatan pula, Indonesia memiliki sekitar 45% jenis ikan di dunia (jenis ikan air tawar maupun ikan laut).

Sumber: VOA

Setelah tahun 1990, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki cadangan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Ada tiga pulau utama yang menjadi lokasi jenis hutan hujan tropis (tropical rain forest), yaitu Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Memang tidak seluas seperti hutan Amazon di Brasil, tetapi setidaknya hutan tropis di Indonesia menjadi rumah bagi ribuan jenis spesies flora dan fauna yang jauh lebih banyak dibandingkan hutan Amazon. Menurut badan antariksa nasional Amerika (NASA), berkurangnya luas hutan hujan tropis di Indonesia dalam 10 tahun belakangan ini yang menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim ekstrim (climate chage) di berbagai penjuru dunia. Hanya sedikit di antara kita orang Indonesia yang mengetahui, betapa hutan tropis menyimpan kekayaan yang begitu besar, bahkan lebih besar daripada kekayaan tambang maupun migas. Sesuatu yang tidak akan ditemukan di banyak negara di belahan dunia lain. Keunikan hutan tropis di Indonesia sesungguhnya telah berungkali diekspos oleh National Geographic. Berulangkali pula setiap ekspedisi selalu ditemukan spesies-spesies baru, flora maupun fauna.

Sumber: Wahw33d

Keaneragaman hayati yang paling unik tentunya keanekaragaman hayati kelautan. Indonesia adalah satu-satunya negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki laut yang paling luas di dunia. Bangsa Indonesia patut berterima kasih kepada para pendahulunya yang telah begitu gigih memperjuangkan garis landas kontinen tersebut. Di Kabupaten Penajem Paser Utara (dulu Balikpapan) terdapat sebuah pulau karang yang memiliki jenis terumbu karang langka dan hanya ada satu-satunya di dunia. Dengan karakteristik tersebut, Indonesia pula memiliki garis pantai nomor 4 terpanjang di dunia. Seluruh ciri khas dan keunikan hayati kelautan yang dimiliki negara lain, dimiliki pula oleh bangsa Indonesia. Tetapi hanya sedikit di antara karakteristik dan keunikan sumber daya kelautan yang dimiliki bangsa Indonesia bisa ditemukan di negara lain. Wilayah perairan Indonesia pula menjadi rumah tinggal bagi sejumlah spesies langka, seperti hiu paus atau whale shark, keluarga lumba-lumba, whale killer (orcha), dan masih banyak lainnya.

Garis Khatulistiwa
Tidak banyak negara yang lokasinya dilintasi oleh garis Khatulistiwa. Setidaknya saat ini terdapat tiga belas negara yang wilayahnya secara geografis dilewati oleh garis Khatulistiwa. Satu di antaranya berada di benua Asia, yaitu Indonesia yang kebetulan pula bersebelahan dengan kawasan Pasifik. Malaysia tidak diakui, karena hanya sebagian kecil saja dari wilayan negara itu yang dilalui garis Khatulistiwa (Wikipedia). Artinya, satu-satunya negara di Asia dan dekat dengan Pasifik yang dilalui oleh garis Khatulistiwa dengan bentangan paling panjang di dunia. Lalu apa yang istimewa dari Indonesia? Indonesia tepat berada di bawah garis geostasioner yang selama ini dimanfaatkan untuk pemasangan satelit buatan manusia. Andai saja Indonesia mau 'ngotot' memperjuangkan hak atas ruang udara dan angkasa, maka Indonesia bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dari penyewaan satelit. Setidaknya ada ribuan satelit buatan manusia yang beredar di garis geostasioner yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Ditambahkan lagi, posisi geostasioner tersebut cukup penting mengingat akan menjadi pusat perseteruan dua kubu kekuatan dunia.

Sumber: Live in Balikpapan

Masih tentang garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia yang tepat dilalui garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak. Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Belanda. Entah mengapa yang dipilih justru daerah yang saat ini menjadi ibukota Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya hanya berada pada jarak 3 km pusat kota. Di daerah lain, garis Khatulistiwa justru terletak lebih jauh, sekalipun diklaim dilintasi oleh garis Khatulistiwa. Apabila dikelola dengan baik, ikon daerah di Propinsi Kalimantan Barat tersebut bisa mendatangkan devisa yang cukup besar dari pariwisata. Tidak perlu lagi harus lebih banyak merusak hutan tropis.

Kekayaan Pangan
Ada sebuah pameo kuno tentang Indonesia, “Bahkan tongkat kayu pun ditanam akan tumbuh”. Ini pun tidak terlalu berlebihan untuk menggambarkan kekayaan pangan yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Ada dua kelompok pangan (food) yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia, yaitu keanekaragaman pangan di wilayah daratan dan keanekaragaman sumber makanan laut. Indonesia adalah satu-satunya negara dengan karakteristik keanekaragaman pangan (multi holtikultura) paling banyak di dunia. Tidak sedikit jenis tanaman pangan yang dibawa masuk ke Nusantara untuk dikembangkan dan dibudidayakan. Ternyata berhasil tumbuh dengan baik. Tentunya akan semakin memperkaya khazanah dan koleksi pangan nasional yang sebelumnya sudah ada sejak masa kerajaan Nusantara. Tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan bangsa-bangsa Nusantara pernah mengalami kelaparan berkepanjangan. Kesulitan pangan di masa pendudukan Jepang itu pun masih bisa diatasi dengan ketersediaan tanaman lokal.

Sumber: Balairung Press

Kekayaan pangan tersebut tidak lain ditunjang oleh karakteristik kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Di dunia ini hanya ada 2 negara yang masih memiliki karakteristik serupa, yaitu Brasil dan Zaire. Tetapi tetap saja tidak bsia menyamai apabila dibandingkan tingkat keanekaragaman (kuantitas). Bisa dibayangkan, ada sekitar 6.000 jenis spesies tumbuhan dan hewan yang berpotensi dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, mulai dari pemenuhan karbohidrat, protein, maupun vitamin. Ini masih belum lagi ditambahakn dengan sebanyak 7.000 spesies ikan air tawar maupun ikan laut yang berpotensi pula dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan protein. Jika beras terlalu mahal untuk dibudidayakan, masih ada cukup banyak alternatif penggantinya, seperti ketela, tiwul, singkong, ubi jalar, dan jenis umbi-umbian lainnya. Pada beberapa daerah pun memiliki karakteristik tanaman lokal yang unik untuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat, seperti ubi jalar di Propinsi NTT/NTB, tepung jagung dan Tapioka di Sulawesi, atau seperti sagu di Maluku dan Papua. Tanaman gandum yang kabarnya kurang cocok untuk iklim Indonesia sempat berhasil dibudidayakan di Kabupaten Gunung Kidul. Bawang putih itu pun yang semula cuma cocok di wilayah sub tropis ternyata masih bisa dibudidayakan.

Sumber: bisnis-kti.com

Salah satu keragaman pangan yang mungkin terlewatkan oleh masyarakat adalah potensi sumber daya kelautan. Setidaknya, lebih dari 40% produksi ikan di dunia seluruhnya diambil atau hasil eksploitasi dari sumber daya kelautan di Indonesia. Sebanyak 80% jenis ikan yang dikonsumsi masyarakat dunia bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Mengapa bisa demikian? Perairan Indonesia merupakan tempat persinggahan terakhir bagi beberapa ikan laut dunia untuk selanjutnya mereka berkembang biak dan mati. Setelah bertelur, ikan-kan tersebut biasanya akan muncul ke permukaan air sehingga bisa dengan mudah untuk ditangkapi oleh para nelayan. Untuk mengantisipasi pergerakan ikan laut tersebut, China sampai harus mendirikan stasiun satelit maritim yang sempat berlabuh di Jayapura. Faktanya memang demikian, potensi kelautan yang paling banyak diincari oleh bangsa asing justru terdapat di kawasan Timur Indonesia. Jika pembaca pernah menyaksikan film 'Finding Nemo', ikan-ikan tersebut bisa dengan mudah ditemukan di perairan Indonesia, kecuali jenis ikan di laut dalam yang biasanya cuma ditemukan di Samudera Atlantik atau Pasifik.

Masih tentang potensi kelautan, sejumlah besar potensi kelautan di Indonesia meliputi pula potensi wilayah pesisir. Indonesia memiliki panjang garis pantai nomor 4 di dunia. Pesisir dan wilayah sekitar pesisir bisa dimanfaatkan untuk sumber pembuatan garam dan budidaya kerang, mutiara, rumput laut, dan sebagainya. Wilayah di sekitar pesisir ini pula menyediakan sumber makanan (hayati) yang cukup penting. Pada beberapa kawasan pesisir memiliki karakteristik yang ditumbuhi hutan bakau atau hutan mangrove. Selain bisa menyediakan sumber makanan, potensi kelautan ini pula akan mampu memberikan sumbangan devisa yang cukup besar dari pariwisata. Apalagi wilayah pesisir yang berada di kawasan kepulauan yang umumnya sering menjadi tujuan kunjungan wisatawan manca negara. Disamping itu, wilayah pesisir memiliki fungsi pula sebagai pintu masuk seperti tempat dibuatnya pelabuhan laut. Belum lagi potensinya yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan sumber energi yang berasal dari tenaga angin.

Negara Kepulauan dan Laut Terluas Di Dunia
Sebenarnya cukup banyak negara-negara di dunia yang memiliki karakteristik negara kepulauan atau disebut juga island country/state. Ada dua macam bentuk negara kepulauan, yaitu negara kepulauan penuh (country with fully on islands) dan negara kepulauan tanpa batas landas kontinen (country without land borders). (Wikipedia, 2012) Indonesia masuk ke dalam kategori negara kepulauan penuh, bersama dengan Filipina dan Singapura untuk kawasan Asia Tenggara. Malaysia kebetulan tidak masuk ke dalam dua kategori tersebut, sekalipun dalam keseharian selalu ngotot mengklaim dirinya sebagai negara kepulauan. Indonesia sendiri memiliki keseluruhan ketentuan dari karakteristik negara kepulauan, seperti memiliki pulau utama (5 pulau utama), memiliki pulau-pulau kecil (diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 13.500 pulau, National Geographic), dan memilki selat atau perairan penghubung antar pulau. Dari karakteristik tersebut, Indonesia merupakan bentuk negara kepulauan terbesar dan terluas di dunia. Indonesia pula merupakan satu-satunya negara kepulauan yang memiliki laut dan terdapat lebih dari satu laut dan selat.

Sumber: Wikipedia

Dengan karakteristik tersebut, Indonesia menyimpan begitu besar potensi sumber daya kelautan. Tidak mengherankan apabila orang terdahulu menyanjungnya dengan lagu 'Nenek Moyangku' atau 'Rayuan Pulau Kelapa'. Seperti yang sudah diulas tentang keragaman hayati, bahwa wilayah perairan laut di Indonesia merupakan rumah dan sekaligus menjadi tempat persinggahan ikan-ikan di dunia. Beberapa di antaranya yang sempat ditayangkan di layar lebar seperti ikan paus sperma dan ikan hiu puas (whale shark). Memang cukup menguntungkan, karena secara geografis, wilayah perairan di Indonesia menjadi pintu pertemuan antara dua samudera, yaitu samudera Indonesia dan samudera Pasifik. Cukup strategis, karena sebagai pintu gerbang terdapat pula kawasan laut yang bisa menjadi tempat untuk berkembang biak. Disamping itu, karakteristik negara kepulauan itu pula bisa menjadi benteng pertahanan alami.

Jumlah Penduduk
Pada akhir tahun 2012 lalu, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai angka 240 juta jiwa. Angka tersebut belum mengubah posisi demografinya sebagai negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbesar. Cukup adil dengan melihat begitu luasnya wilayah daratan dan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Besarnya jumlah penduduk memang bisa menjadi masalah tersendiri, tetapi di lain hal dapat pula menjadi potensi besar. Setidaknya Indonesia tidak perlu harus khawatir kekurangan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM). Mereka bisa ditempatkan di segala bidang dengan beragam keahlian ataupun spesialisasi. Setidaknya terdapat sekitar 130-140 juta jiwa yang bisa diberdayakan untuk menempati berbagai posisi dan bidang. Jumlah penduduk yang besar pula bisa menjadi pasar yang cukup potensial.

Multi Etnis Dan Multi Kultur
Bangsa Indonesia bisa disebut sebagai kumpulan dari berbagai bangsa. Ada yang menyebutkannya bangsa di antara bangsa atau bangsa di dalam bangsa. Berdasarkan hasil Sensus Kependudukan oleh BPS di tahun 2010, setidaknya terdapat sebanyak 300 kelompok etnik atau tepatnya sebanyak 1.340 suku bangsa yang saat ini mendiami NKRI. Suku Jawa adalah yang paling besar (41,7%), diikuti dengan suku Sunda (15,4%), suku Tionghoa (3,7%), dan seterusnya. Suku Tionghoa sendiri sekarang ini sudah menyatu dialeknya dengan dialek masyarakat lokal, sekalipun dalam beberapa hal masih mempertahankan kebudayaan dari tanah leluhurnya. Dengan keragaman etnis tersebut, negara Indonesia bisa dikatakan satu-satunya negara di dunia dengan keragaman etnis yang paling banyak dan paling rumit. Dengan keragaman etnis tersebut membawa pula keragaman bahasa yang disebut bahasa daerah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat setidaknya terdapat sebanyak 115 bahasa daerah yang saat ini telah didata dan dipergunakan resmi sebagai bahasa pendamping, selain bahasa Indonesia. Dengan keragaman itu pula menunjukkan Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki keragaman budaya paling banyak.

Sumber: Pena Gunadarma

Keragaman budaya berarti membawa keberagaman pula untuk adat istiadat, hukum adat, tarian daerah, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan lain sebagainya. Keragaman budaya tersebut yang selama ini menjadi alat pemersatu bangsa (Unity in Diverstiy) sejak lama. Sejak masa Negarakertagama hingga ikrar nasional yang diwujudkan dalam “Sumpah Pemuda” 28 Oktober 1928. Tingkat keberagaman yang tinggi mungkin akan menjadi semakin rumit dalam konteks persatuan, tetapi bukan tidak mungkin akan mewujudkan ke dalam kekuatan persatuan, karena dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan. Alat pemersatu saat ini bukan lagi berwujud ke dalam “Sumpah Palapa” ataupun “Sumpah Pemuda”, melainkan mewujud ke dalam potensi kekuatan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan.

Indonesia adalah negara yang menjadi pusat penyebaran suku bangsa Astronesia di dunia. Fakta historis ini sebenarnya telah dilakukan pembuktian ilmiah melalui teori yang disampaikan oleh Prof. Dr Sangkot Marzuki dengan menggunakan pendekatan teori genetika. Teori tersebut sekaligus mencoba untuk mematahkan teori lama mengenai asal-usul bangsa Indonsia yang menggunakan pendekatan linguistik dari Kepulauan Formosa (Taiwan). Teori genetika yang lebih moderen tersebut justru bertentangan dari pendekatan linguistik di mana rumpun Astronesia justru berasal dari Nusantara, tepatnya berpusat di wilayah paparan Sunda. Memang tidak mudah untuk mendapatkan pengakuan dari dunia seperti pengakuan internasional terhadap batik asal Indonesia. Pengakuan tentang teori bangsa dan rumpun Astronesia itu sendiri akan berimplikasi pada kepentingan politik global. Andaikan di era Soekarno sudah muncul teori tersebut, tentunya para pemimpin di masa itu akan dengan segala upaya mencari dukungan internasional.

Sumber

Perlu digarisbawahi pula, Nusantara sempat menjadi pusat kebudayaan dunia, yaitu di masa Kerajaaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Di masa Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Budha dan sekaligus menjadi aliran tersendiri yang banyak pula menjadi percontohan agama Budha di belahan dunia lain. Begitu pula di masa Kerajaan Majapahit di mana agama Hindu mampu memisahkan karakter dirinya dari karakter induk di India.

Keindahan Alam
Seringkali muncul anggapan apabila rumput tetangga tampak lebih menarik. Tidak sedikit di antara masyarakat yang lebih bangga berfoto dengan tema atau latar belakang alam atau pemandangan yang dianggapnya tidak ditemukan di negeri sendiri. Mungkin sebagian besar di antara kita melewatkan sesuatu yang teramat penting, bahwa tidak jarang keindahan alam di Nusantara merupakan sesuatu yang bahkan tidak akan ditemukan di negeri lainnya. Kita memiliki pula yang disebut dengan pegunungan salju di Puncak Jaya (Puncak Cartensz) yang sekaligus menjadi salah satu dari dua pegunungan salju yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa. Satu tempat lagi terdapat di Pegunungan Kilimanjaro di Afrika Timur. Indonesia pula memiliki panorama wisata perairan yang tidak ditemukan pula di tempat-tempat lain seperti yang saat ini dijumpai di Kawasan Timur Indonesia. Permata alam di kawasan tersebut memang seringkali tidak terekspos secara luas, karena terlalu terkonsentrasinya pembangunan di Pulau Jawa dan Jakarta.

Sumber: SejarawanMuda

Keindahan alam di Indonesia sesungguhnya menjulang tinggi dari wilayah pegunungan, gunung, hingga di kedalaman lautan. Pembaca mungkin pernah mendengar tentang lokasi Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) di perbatasan perairan Amerika Tengah dan Amerika Serikat. Mengenai eksotisme kawasan perairan dan misterinya tersebut terdapat pula di Indonesia. Tepatnya terdapat dua lokasi penting, yaitu Segitiga Masalembo dan Segitiga Pantai Selatan. Eksotisme alam tersebut dimiliki pula sebuah kawasan yang mirip pulau, tetapi hilang begitu saja ketika terjadi air pasang. Kawasan seperti ini banyak dijumpai di Kawasan Timur Indonesia, serta sering mendapatkan kunjungan dari wisatawan manca negara. Akan memakan banyak tempat di posting ini apabila diuraikan seperempatnya saja keindahan alam di Indonesia yang tidak dijumpai di negeri lain.

Penutup
Setelah menuliskan posting ini, saya menjadi teringat dengan kisah tentang Robinson Crusoe yang ditulis oleh Daniel Defoe. Di era moderen, ternyata memang benar ada sebuah bangsa yang bisa hidup tanpa banyak membutuhkan bangsa lainnya. Tidak berlebihan apabila ada anggapan, Indonesia tidak membutuhkan bangsa lain, tetapi bangsa lain yang membutuhkan Indonesia. Tetapi semua ini kembali kepada kemauan dan kesadaran bangsa Indonesia sendiri. Saya pribadi tidak setuju dengan anggapan, apabila masyarakat yang hidup tidak jauh dari garis khatulistiwa cenderung malas. Faktanya tidak selalu demikian, karena fakta sejarah akan selalu berubah-ubah menyesuaikan dinamika permasalahan di setiap jaman. Saya lebih setuju dengan anggapan, apabila nasib sebuah bangsa ditentukan oleh bangsa itu sendiri. Karena alasan itu pula, para bapak (founding fathers) bertekad untuk mewujudkan berdirinya negara yang merdeka, negara yang berdaulat atas tanah dan airnya sendiri. Jika bangsa ini sadar dan mau mensyukuri, kemudian bisa memanfaatkannya dengan bijak, maka suatu keniscayaan bangsa ini tidak perlu harus lebih banyak mengirimkan tenaga kerja (TKI) ke luar negeri. Tidak perlu pula harus sering mendatangkan (impor) kebutuhan pangan, serta tidak perlu lagi harus khawatir dengan kesataraan teknologi, karena bangsa ini memiliki semua yang dibutuhkan oleh bangsa-bangsa lain untuk menjadi bangsa yang besar.

8 comments:

Yudiels Alzheimer mengatakan...

Mungkinkah kekayaan kita bukan untuk kita ... ?

Anonim mengatakan...

Betapa senangnya apabila kekayaan negeri kita digunakan untuk memakmurkan anak negeri sendiri

hendrik pratama mengatakan...



PROMANDIRI TOKO ONLINE TERPERCAYA SEINDONESIA HUB: 0819.4453.4852
HARGA SPECIAL DAN DISKON BURUAN SEBELUM KEHABISAN



Nikmati berbagai keuntungan berbelanja di sini.

*Barang berkualitas dan harga relatif lebih murah

*Dapat diantar ke seluru indonesia

*Keamanan di jamin karna setiap pengiriman di sertai asuransi proses cepat dan sederhana


Barang di jamin 100% original baru dan bergaransi resmi

pruduk kami bukan barang refurbish/replika/rekondisi atau puan buatan cina.



KATAGORI PRODUK:


-Apple MacBook
-Apple iPhone
-Apple iPad
-Apple iPod
-BlackBerry
-Nokia
-Sony Xperia
-LG
-Movi
-HTC
-IMO
-Samsung Galaxy
-Sony PSP
-Sony PS 3
-Sony Handycam Projector
-Kamera FujiFilm
-kamera Canon
-kamera Sony
-Kamera Samsung
-Kamera Pentax
-Kamera Nikon
-Kamera Olympus
-Motorola
-Ivio
-Sony Ericsson
-Cyrus
-Advan
-Amethyst
-ARCHOS
-Tabulet
-Nexian
-Smartfren
-Acer Iconia
-Asus Nexus
-TOSHIBA LED TV
-SHARP LED TV
-Acer Notebook
-Samsung Notebook
-Toshiba Notebook
-Proyektor Mini
-lenovo
-Oppo



berminat serius:
call-sms ke:0819.4453.4852
PIN BB:2AC687D4
INFOLEBIH LANJUT KUNJUNGI WEBSITE RESMI KAMI DI http://www.promandiri.com

Anonim mengatakan...

Ulasan yang sangat baik.
Sayang sekali kekayaan Indonesia selama ini hanya menjadikan segelintir pejabat pemerintahan dan keluarganya saja menjadi kaya. Pemerintah terdahulu hanya menjadikan rakyatnya bodoh dan setelah minyak bumi dan mineralnya habis, apa yang bisa diekspor ke luar negeri? Tenaga kerja kasar (Babu dan Buruh).

outbound bogor mengatakan...

thank atas infonya memang indonesia negara yang indah

ARDHANI SHOP mengatakan...

PIN BB : 264093EF .HP : 085-756-676-237
HARI INI KAMI ADAKAN PROMO TERMURA & TERPERCAYA website:http://ardhanionlineshop.blogspot.com Produk dijamin asli
ARDHANI SHOP : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang Asli Original Ada Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM .
Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
Ready Stock ! Apple iPhone 5 32GB Rp.2.800.000,-
Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Note 3 Putih Rp.2.500.000,-
Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32GB Rp.4.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Note 4 SM-N910H Gold Rp. 3.3000.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.600.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy S4 I9500 - PUTIH Rp.1.700.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Rp.3.000.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 edge 32GB Putih Rp.4.000.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 Rp.1.500.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 Rp.2.200.000
Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.900.000,-
Ready Stock ! Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel) Rp.1.200.000,-
Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.900.000
Ready Stock ! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB-64GB Rp.2.500.000,-

obat bius mengatakan...

terimakasih infonya.

Tambang Emas Indonesia mengatakan...

Negara lain udah merdeka dengan kekayaan, kapan negara indonesia kita akan merdeka :)

Poskan Komentar