10 Februari 2009

MENELUSURI ASAL-USUL BANGSA INDONESIA

Siapakah sesungguhnya Bangsa Indonesia? Ada banyak cara/versi untuk menerangkan jawaban atas pertanyaan tadi. Dari semua versi, keseluruhannnya berpendapat sama jika lelulur masyarakat Indonesia yang sekarang ini mendiami Nusantara adalah bangsa pendatang. Penelitian arkeologi dan ilmu genetika memberikan bukti kuat jika leluhur Bangsa Indonesia bermigrasi dari wilayah Asia ke wilayah Asia bagian Selatan. Masyarakat Indonesia mungkin banyak yang tidak menyadari apabila perbedaan warna kulit, suku, ataupun bahasa tidak menutupi fakta suatu bangsa yang memiliki rumpun sama, yaitu rumpun Austronesia. Jika melihat catatan penelitian dan kajian ilmiah tentang asal-usul suatu bangsa, apakah masyarakat Indonesia menyadari jika mereka berasal (keturunan) dari leluhur yang sama (satu rumpun)?

Topik dalam tulisan ini sebelumnya sudah sering dibahas di media cetak maupun elektronik, termasuk juga dituliskan oleh beberapa blogger. Sayang sekali di setiap penulisan tidak memberikan penegasan apapun kecuali hanya sekedar informasi umum. Pada prinsipnya, dengan menelusuri asal-usul suatu bangsa, setidaknya akan diketahui gambaran atas pemikiran, paham, ataupun anggapan tentang sikap suatu bangsa.

Menelusuri asal-usul suatu bangsa tidak sekedar membutuhkan bidang ilmu antropologi, akan tetapi sudah masuk ke dalam ranah ilmu genetika. Pada awalnya, penelurusuran hanya didasarkan pada bukti-bukti arkeologi dan pola penuturan bahasa. Temuan terbaru cukup mengejutkan karena merubah keseluruhan fakta di masa lalu jika selama ini leluhur Bangsa Indonesia bukan berasal dari Yunan.

Teori Awal Tentang Yunan
Teori awal tengan asal-usul Bangsa Indonesia dikemukakan oleh sejarawan kuno sekaligus arkeolog dari Austria, yaitu Robern Barron von Heine Geldern atau lebih dikenal von Heine Geldern (1885-1968). Berdasarkan kajian mendalam atas kebudayaan megalitik di Asia Tenggara dan beberapa wilayah di bagian Pasifik disimpulkan bahwa pada masa lampau telah terjadi perpindahan (migrasi) secara bergelombang dari Asia sebelah Utara menuju Asia bagian Selatan. Mereka ini kemudian mendiami wilayah berupa pulau-pulau yang terbentang dari Madagaskar (Afrika) sampai dengan Pulau Paskah (Chili), Taiwan, dan Selandia Baru yang selanjutnya wilayah tersebut dinamakan wilayah berkebudayaan Austronesia. Teori mengenai kebudayaan Austronesia dan neolitikum inilah yang sangat populer di kalangan antropolog untuk menjelaskan misteri migrasi bangsa-bangsa di masa neolitikum (2000 SM hingga 200 SM).

Teori von Heine Geldern tentang kebudayaan Austronesia mengilhami pemikiran tentang rumpun kebudayaan Yunan (Cina) yang masuk ke Asia bagian Selatan hingga Australia. Salah satunya pula yang melandasi pemikiran apabila leluhur Bangsa Indonesia berasal dari Yunan. Teori ini masih sangat lemah (kurang akurat) karena hanya didasarkan pada bukti-bukti kesamaan secara fisik seperti temuan benda-benda arkeologi ataupun kebudayaan megalitikum. Teori ini juga sangat mudah diperdebatkan setelah ditemukannya catatan-catatan sejarah di Borneo (Kalimantan), Sulawesi bagian Utara, dan Sumatera yang saling bertentangan dengan teori Out of Yunan. Sayangnya, masih banyak pendidikan dasar di Indonesia yang masih mempertahankan prinsip ‘Out of Yunan’.

Teori Linguistik
Teori mengenai asal-usul Bangsa Indonesia kemudian berpijak pada studi ilmu linguistik. Dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang digunakan leluhur yang menetap di wilayah Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Teori linguistik membuka pemikiran baru tentang sejarah asal-usul Bangsa Indonsia yang disebut pendekatan ‘Out of Taiwan’. Teori ini dikemukakan oleh Harry Truman Simandjuntak yang selanjutnya mendasar teori moderen mengenai asal usul Bangsa Indonesia.

Pada prinsipnya, menurut pendekatan ilmu linguistik, asal-usul suatu bangsa dapat ditelusuri melalui pola penyebaran bahasanya. Pendekatan ilmu linguistik mendukung fakta penyebaran bangsa-bangsa rumpun Austronesia. Istilah Austronesia sendiri sesungguhnya mengacu pada pengertian bahasa penutur. Bukti arkeologi menjelaskan apabila keberadaan bangsa Austronesia di Kepulauan Formosa (Taiwan) sudah ada sejak 6000 tahun yang lalu. Dari kepulauan Formosa ini kemudian bangsa Austronesia menyebar ke Filipina, Indonesia, Madagaskar (Afrika), hingga ke wilayah Pasifik. Sekalipun demikian, pendekatan ilmu linguistik masih belum mampu menjawab misteri perpindahan dari Cina menuju Kepulauan Formosa.

Pendekatan Teori Genetika
Teori dengan pendekatan ‘Out of Taiwan’ nampaknya semakin kuat setelah disertai bukti-bukti berupa kecocokan genetika. Riset genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom tidak menemukan kecocokan pola genetika dengan wilayah di Cina. Temuan ini tentunya cukup mengejutkan karena dianggap memutuskan dugaan gelombang migrasi yang berasal dari Cina, termasuk di antaranya pendekatan ‘Out of Yunan’. Sebaliknya, kecocokan pola genetika justru semakin memperkuat pendekatan ‘Out of Taiwan’ yang sebelumnya juga dijadikan dasar pemikiran arkeologi dengan pendekatan ilmu linguistik.

Dengan menggunakan pendekatan ilmu linguistik dan riset genetika, maka asal-usul Bangsa Indonesia bisa dipastikan bukan berasal dari Yunan, akan tetapi berasal dari bangsa Austronesia yang mendiami Kepulauan Formosa (Taiwan). Direktur Institut Biologi Molekuler, Prof. Dr Sangkot Marzuki menyarankan untuk dilakukan perombakan pandangan yang tentang asal-usul Bangsa Indonesia. Dari pendekatan genetika menghasilkan beragam pandangan tentang pola penyebaran bangsa Austronesia. Hingga saat ini masih dilakukan berbagai kajian mendalam untuk memperkuat pendugaan melalui pendekatan linguistik tentang pendekatan ‘Out of Taiwan’.

Jalur Migrasi
Jalur migrasi berdasarkan pendekatan ‘Out of Taiwan’ bertentangan dengan pendekatan ‘Out of Yunan’. Pendekatan ‘Out of Yunan’ menerangkan migrasi Austronesia bermula dari Utara menuju semenanjung Melayu yang selanjutnya menyebar ke wilayah Timur Indonesia. Pendekatan ‘Out of Yunan’ dapat dilemahkan setelah ditelusuri berdasarkan pendekatan linguistik dan diperkuat pula oleh pembuktian genetika.

Berdasarkan pendekatan ‘Out of Taiwan’, migrasi leluhur dari Taiwan (Formosa) tiba terlebih dulu di Filipina bagian Utara sekitar 4500 hingga 3000 SM. Diduga migrasi dilakukan untuk memisahkan diri mencari wilayah baru di Selatan. Akibat dari migrasi ini kemudian membentuk budaya baru, termasuk diantaranya pembentukan cabang bahasa yang disebut Proto-Malayo-Polinesia (PMP). Teori migrasi awal bangsa Austronesia dari Formosa disampaikan oleh Daud A. Tanudirjo berdasarkan pandangan pakar linguistik Robert Blust yang menerangkan pola penyebaran bangsa-bangsa Austronesia.

Pada tahap selanjutnya sekitar 3500 hingga 2000 SM terjadi migrasi dari Masyarakat yang semula mendiami Filipina dengan tujuan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara. Migrasi yang berakhir di Maluku Utara ini kemudian meneruskan migrasinya sekitar tahun 3000 hingga 2000 SM menuju ke Selatan dan Timur. Migrasi di bagian Selatan menuju gugus Nusa Tenggara, sedangkan di bagian Timur menuju pantai Papua bagian Barat. Dari Papua Barat ini kemudian mereka bermigrasi lagi dengan tujuan wilayah Oseania hingga mencapai Kepulauan Bismarck (Melanesia) sekitar 1500 SM.

Pada periode 3000 hingga 2000 SM, migrasi juga dilakukan ke bagian Barat yang dilakukan oleh mereka yang sebelumnya menghuni Kalimantan dan Sulawesi menuju Jawa dan Sumatera. Selanjutnya, hijrah pun diteruskan menuju semenanjung Melayu hingga ke seluruh wilayah di Asia Tenggara. Proses migrasi berulang-ulang dan menghabiskan masa ribuan tahun tidak hanya membentuk keanekaragaman budaya baru, akan tetapi juga pola penuturan (bahasa) baru.

Penutup
Teori asal-usul Bangsa Indonesia dengan pendekatan ‘Out of Taiwan’ saat ini adalah teori paling mendukung karena disertai bukti linguistik dan genetika. Kesamaan pola budaya Megalitikum hanya bisa menjelaskan pola variasi budaya, akan tetapi belum mampu untuk menjelaskan arus migrasi pertama kali. Pendekatan ‘Out of Taiwan’ pun bukannya tanpa celah. Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Dr Sangkot Marzuki, teori mengenai keberadaan bangsa Austronesia berdasarkan pendekatan genetika juga masih beragam dan belum menemukan titik temu.

Jika ditanya motif suku-suku bangsa ketika itu untuk menggabungkan diri ke dalam NKRI bukanlah semata didasarkan atas kesamaan nasib. Kesamaan asal usul leluhur sangat dimungkinkan bagi melatarbelakangi keinginan untuk menyatukan kembali menjadi suatu bangsa. Kedatangan kolonial Eropa yang meng-kapling wilayah menyebabkan suku-suku bangsa di wilayah penyebaran Austronesia menjadi terpisah secara politik satu dengan yang lain. Tidak mengherankan apabila catatan sejarah Majapahit dan Sriwijaya wilayah meng-klaim Nusantara sebagai wilayah kekuasaan Austronesia.

Kisah tentang sejarah asal-usul Bangsa Indonesia sesungguhnya masih belum terungkap penuh. Temuan terbaru dari Prof. Dr Sangkot Marzuki bahkan menyatakan jika penyebaran bangsa dengan bahasa Austronesia berawal dari wilayah Sunda (Jawa Barat). Perlu kiranya pemikiran atau teori baru tentang asal-usul Bangsa Indonesia dikaji ulang. Untuk awal, setidaknya dengan membebaskan terlebih dahulu paham ‘Out of Yunan’.

Sekalipun belum ditemukan bukti-bukti genetika secara meyakinkan, suku bangsa Austronesia yang menempati gugus kepulauan Formosa (Taiwan) diduga kuat bermigrasi dari wilayah Utara (Cina). Rumpun bahasa Austronesia dan keluarga bahasa lainnya di Asia Tenggara merupakan filum Bahasa Austrik. Dilihat dari kekerabatan linguistik (hipotesis filum Austrik), semua bahasa di wilayah Tiongkok bagian Selatan memiliki kedekatan (kekerabatan) dengan rumpun Bahasa Austrik. Jika hendak ditarik benang merahnya, maka diskriminasi rasial tidak perlu terjadi di negeri ini. Dengan memahami sejarah masa lalu dirinya sendiri, setidaknya bangsa ini akan lebih bijaksana dalam memberikan sikap.

Unduh (download) artikel

Klik kanan, pilih 'Save link/target as'

43 comments:

Anonim mengatakan...

Artikel yang bagus..
aku harap warga Indonesia boleh memahami artikel ini..
Aku sangat kecewa bila ada segelintir warga Indonesia yang membenci kami warga Malaysia hanya sebab budaya..
Sudah jelas kita sama-sama bangsa pendatang..
Budaya hanyalah asimilasi dari negara luar..tempat nenek moyang kita dahulu
Aku harapkan pendamaian..

M. A. HIDAYAT mengatakan...

Anda bilang ada segelitir warga Indonesia benci warga Malaysia Tapi sejauh pengetahuan saya : dulu waktu negara anda membutuhkan guru/dosen, TKI, dll. kami ikhlas membantu. Saya dan kami tidak pernah terlintas berpikir negatif terhadap negara anda. Dan sekarang ada fakta bahwa ada segelintir org. Malaysia TIDAK menghargai bangsa kami (walau data TIDAK GLOBAL) sehingga mendorong ada KESAN dari segelintir orang Indonesia utk. berpikir negatif kepada negara anda. Apalagi di-posting cukup banyak org. malaysia mencaci/menghina dg. kata2 jahat thd Indonesia. Tapi ingat saya TIDAK AKAN PERNAH membalas karena tidak diperbolehkan dalam agama saya. Saya harus mencintai sesama manusia. Wassalam

pendopo mengatakan...

mas saya minta izin copy yah,,,,saya ingin mempelajari mengenai sejarah bangsa,,,,

HOKI mengatakan...

Pendapat Prof. Dr Sangkot Marzuki sudah terbukti berdasarkan hasil penelitian Richards et al., (2008) yang menulis makalah pada sebuah jurnal berjudul “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia”. Richards menunjukkan bahwa penduduk Taiwan justru berasal dari Sundaland yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland. Demikian pula ciri garis-garis DNA menunjukkan migrasi ke Taiwan pada arah utara, ke New Guinea dan Pasifik pada arah timur, dan ke daratan utama Asia yang di mulai pada 10.000 SM. Manusia Sundaland tersebut mencapai Taiwan dan Oseania lebih baru lagi, yaitu sekitar 8.000 tahun yang lalu.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peta yang dibuat oleh Stephen Oppenheimer, dkk.
Jadi teori out of Taiwan sudah terbantahkan.

Penelusur Hidup mengatakan...

Menurut saya bangsa Indonesia lebih awal dari Taiwan tapi untuk Yunan harus diteliti lebih lanjutlamanya peradaban, namun seluruh bangsa Indonesia dari Yunan ataupun Taiwan, saya tidak setuju, namun jika ada pencampuran itu saya setuju, misalnya didaerah kalimantan, sulawesi sebagian dan sumatera sebagian. Bangsa Indonesia secara keseluruhan dari sabang sampai merauke adalah hasil campuran genetik dari beberapa nenek moyang ribuan tahun lalu.

bloom mengatakan...

mohon ijin untuk copy y pak.....terima kasih :)

Anonim mengatakan...

saya rasa malaysia dan indonesia hanyalah dua saudara (adik beradik) yang saling memperebutkan harta warisan budaya dari orangtuanya (nenek moyang). keduanya bukan penemu suatu budaya, melainkan hanya sebagai penerus budaya dari satu nenek moyang yang sama....
salam buat seluruh warga melayu malaysia.kita semua bedulur
bye some one di Indonesia

I'm a journalist mengatakan...

@anonim: bukan soal budaya yang kami masalahkan. tapi, hal yang lebih parah dari itu. Indonesia tidak akan membenci Malaysia jika Malaysia tidak mencari masalah pada Indonesia

Anonim mengatakan...

jangan bilang warga indonesia yang membenci malaysia,
harusnya anda introspeksi diri anda,
selama ini warga negara anda yang selalu membenci warga kami indonesia.
sudah banyak contohnya kok....

Anonim mengatakan...

artikel yang bermanfaat untuk mengetahui asal-usul bangsa INDONESIA,semoga adanya bukti persamaan asal-usul dengan saudara serumpun kita "MALAYSIA" bisa membuat kita hidup rukun dan berdampingan...... JAYALAH INDONESIAKU,KITA BUKTIKAN PADA DUNIA BAHWA KITA ADALAH BANGSA YANG KOKOH..

herpin mengatakan...

SAYA SAMA SEKALI TIDAK PERCAYA DENGAN TEORI OUT OF YUNAN APALAGI OUT OF TAIWAN,=.ASAL NGOMONG AJA LOH.

KEBUDAYAAN MELAYU ITU JAUH LEBIH TUA, KEBUDAYAAN MELAYU SEJAK ABAD KE EMPAT (4).
PERDAGANGAN ANTARA MESIR KUNO DENGAN BANGSA MELAYU UDA BERJALAN. MO BUKTI? UNTUK PENGAWETAN DAN PEMBALSEMAN MAYAT PARA RAJA AMENHOTTEF (RAJA MESIR "FIR'AUN) MEMBUTUHKAN KAPUR "BARUS".BARUS ITU NAMA RAJA JULUKAN RAJA DAERAH MELAYU YANG TEPATNYA DI SUMATERA UTARA (TEPATNYA ANTARA ACEH DAN SUMUT). RAJA BARUS MERUPAKAN PENGUASA JALUR PERDAGANGAN LAUT, YANG KALA ITU MERUPAKAN JALUR INTERANASIONAL PALING STRATEGIS.

INTINYA BANYAK BELAJAR SEJARAH LAGI LOH.

Anonim mengatakan...

Sebenarnya sejarah bukan untuk diperdebatkan tapi untuk di gali dan dipelajari, dan suatu bangsa akan tetap jaya jika masyarakat,pejabat dan semuanya tahu betapa pentingnya ilmu sejarah itu, tidak seharusnya kita berdebat dengan bangsa lain hanya buang-buang waktu saja.Saya sebagai WNI cukup prihatin dg anak didik saya yang kurang begitu paham tentang sejarah bangsanya sendiri.Dan tidak ada usaha dari pemerintah sendiri supaya generasi penerus tidak cenderung asimilasi budaya barat baik cara berpakaian atau penampilan yang kurang pantas,dan masih banyak lagi ketimpangan-ketimpang yang seharusnya pemerintah segera mencari solusinya agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jaya dan tidak lupa akan sejarahnya

TOTenham FC mengatakan...

fakk malay's

miss shy mengatakan...

jayalah indonesiaku! setuju ama totenham..

Anonim mengatakan...

Pembicaraanan tentang asal-usul bangsa Indonesia memang masih merupakan perdebatan.

Memang, kelihatannya komentar saya ini melebar dari isi tulisan di atas. Di sini saya hanya bermaksud/numpang memberi komentar sebagai tambahan referensi pengetahuan kita semua.

Pada dasarnya manusia di permukaan bumi ini berasal dari satu pasangan moyang yaitu yang kemudian pecah menjadi tiga ras yang secara garis besar dapat digolongkan menjadi:
Ras KAUKASOID; secara garis besar terbagi atas dua cabang, yaitu:
1. Eropid; seluruh bangsa Eropa, baik Eropa Barat maupun Eropa Timur (sebagian besar bekas wilayah Uni Sovyet)plus Turki, Iran, Pakistan, Afganistan, Bangladesh, Maladewa,Lakadewa, Srilanka dan bangsa Ainu sebagai penduduk asli kepulauan Jepang.
2. Semitid; seluruh bangsa2 yang digolongkan sebagai bangsa Arab yang ada di wilayah Timur Tengah dan yang ada di wilayah Afrika bagian Utara.
Ciri2:
- kulit putih sampai kecoklatan,
- rambut bergelombang dan berwarna
pirang sampai kecoklatan,
- hidung mancung,
- ukuran tubuh tinggi,
- badan berbulu.
Semua ciri tersebut ada pada bangsa2 ini.
Ras NEGROID;secara garis besar terbagi atas dua cabang, yaitu:
1. Negro Bantu dengan ciri:
- kulit hitam keabu-abuan,
- hidung pesek dan lebar,
- rambut keriting,
- gigi putih,
- ukuran tubuh tinggi.
2. Negro Sudan dengan ciri:
- kulit hitam pekat,
- hidung proporsional,
- rambut keriting,
- gigi putih,
- ukuran tubuh tinggi.
Ras Negroid mediami sebagian besar Benua Afrika.Ada pula keturunannya yang menyebar di Benua Asia yaitu:
- suku2 Tamil di India dan Srilanka,
- suku Aborigin di Australia,
- suku2 Ambon, Papua (termasuk Papua New Guinea), suku Timor di Indonesia.
Ras MONGOLOID; secara garis besar terbagi atas tiga cabang, yaitu:
1. Asiatis dengan ciri2:
- mata sipit,
- rambut lurus dan berwarna hitam,
- kulit kuning,
- hidung mancung
- ukuran tubuh termasuk tinggi
Asiatis mendiami Mongolia, Cina,Jepang, Korea, Taiwan, Tibet,
2. Indian dengan ciri2:
- mata sipit,
- rambut lurus dan berwarna hitam,
- kulit merah,
- hidung mancung
- ukuran tubuh termasuk tinggi
Kita sudah sama tahu bahwa angsa Indian diyakini sebagai penduduk asli benua Amerika.
3. Melayu dengan ciri2:
- mata sederhana saja,tapi ada juga yang sipit dan ada yang besar,
- rambut berwarna hitam, ada yang lurus dan ada yang bergelombang,
- kulit sawo matang,
- hidung mancung
- ukuran tubuh termasuk tinggi.
Mongoloid Melayu menempati Filipina, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan daerah Oceania termasuk penduduk asli Kep. Hawaii.
Adapun asal-usul bangsa Indonesia (entah berdasarkan ‘Out of Yunan’ atau ‘Out of Taiwan’) yang pada dasarnya sebagian besar terdiri dari ras Mongoloid sub Melayu terpecah2 lagi menjadi beberapa suku dan sub suku. Ada yang menyebut diri sebagai suku Jawa, Bali, Batak, Aceh, Bugis dan lain2. Tapi ada juga yang tetap mempertahankan nama Melayu sebagai nama suku/bangsa yaitu Melayu Jambi (konon juga ada di Kalimantan) dan Melayu Malaysia.

Anonim mengatakan...

Asal-usul bangsa indonesia aja belum ketemu titik pastinya, tapi kok malah ribut memperdebatkan tentang negara siapa yang benar dan siapa yang salah.harusnya kita sama-sama untuk mencari kepastiannya.bukan malah ribut.

Anonim mengatakan...

NASIONALIS INDO
Versi Islam: Setelah banjir besar Nabi Nuh memanggil ketiga putranya agar menyebar beranak pinak mengisi kehidupan dibumi. Yg kearah barat menurunkan bangsa Eropa. Yg ke selatan menurunkan bangsa Afrika. Yg ke utara menurunkan bangsa Asia. Ketika banjir besar surut, menurut bukti yg masih misterius para ahli berpendapat bahtera Nabi Nuh terdampar dikaki gunung Eufrat perbatasan antara Turki dan Rusia.

nikodemusyudhosulistyo mengatakan...

buat mas herpin..
mas,hitungan sejarah asal mula bangsa indonesia bukan dari hitungan abad masehi,tapi jauh sebelumnya,jaman prasejarah malahan,dimana manusia belum kenal tulisan.bahwa bangsa indonesia memang bangsa pendatang itu benar adanya,cuma permasalahannya sekarang dari mana berasalnya..kalau melayu yang mas maksud itu hanya melayu kecil,karna ras melayu sendiri besar sekali,coba deh cek proto melayu dan deitro melayu..bahkan bangsa2 asia tenggara sampai ambon juga bisa disebut melayu..saya sndri percaya bahwa bangsa indonesia berasal dari ras Austronesia dari dataran taiwan dan sekitarnya.tapi dengan catatan bahwa taiwan yang dikenal saat itu bukan ras tionghoa seperti yang kita kenal sekarang.dengan perhitungan jutaan tahun, pastilah terjadi perubahan yang luar biasa,dari fisik,bahasa,budaya dsb. mungkin kita hanya alergi ketika mendengar bahwa bangsa kita berasal dari etnis tionghoa,padahal etnis tionghoa yang kita kenal sekarang juga merupakan percampuran ras2 terdahulu.kalo saya tidak salah baca,ras china modern juga campuran dari bangsa thai yan mereka jajah dahulu...kurang lebih seperti itu.tapi saya cukup terbuka pada beragam teori mengenai asal usul bangsa indonesia.namun satu hal yang pasti,bangsa indonesia sekarang telah memiliki pola budaya dan ciri khas serta pola pkirnya sendiri yang juga kuat dan beradab,bangsa besar...

mengenai malaysia,maaf saya nimbrung...seperti orang indonesia lainnya,sya juga agak alergi dengan pola pikir bangsa malaysia,tidak mutlak tentunya,tapi lebih merujuk pada sisi politis..malaysia selalu saja mengatakan bangsa serumpun,untuk menegaskan sifat otoriter dan arogannya..padahal melayu yang diklaim terlalu sempit,hanya dari sisi linguistik,agama dan budaya..
jadi maklum bisa bangsa kami,indonesia,tidak dapat menerima perilaku bangsa anda..sisanya,masalah kesenian,seperti musik dan sebagainya,tidak ada permasalahan dengan malaysia,karna seni adalah universal bagi seluruh umat manusia,daya krasi manusia karena anugrah tuhan.hanya bila telah dipolitisir,itu menjadi masalah,dan bangsa indonesia tidak akan berdiam diri... :)

informasi terlengkap mengatakan...

izin copy yaa.....
ceritanya menarik.....

elrasmyca_tahir@blogspot.com mengatakan...

asal usul kt dr adam tu yg psti.. mslh bgsa ato sku hnya tuhan yg mh tau asal usul bgsa ini yg petg bgamana kt mnjgax dr keruskn org2 yg g brtngug jwab.

Anonim mengatakan...

malah koyo cah cilik kabeh.. kan topik nya cuma share pengetahuan.. wagu, keminter.. hargai penulis dong

Ramadhan anisa mengatakan...

gak ada gunanya mengungkit masalah yg terdahulu atau yag trblakang,yg terbaik dan terburuk mengenai budaya.coba kita songsong masa depan bangsa masing2.selamat melanjutkan penelitian ya pak penulis

Anonim mengatakan...

Maaf ikut komen...saya orang indonesia ASLI!!!Bukan mau membela negara tetangga,dan bukan mau menjelekan bangsa sendiri.Saya sudah keliling dunia bukan cuma jalan2,tapi memperhatikan kehidupan,kebiasaan mereka.Kalo dibilang bangsa malaysia SOMBONG,menginjak2 kita,menghina dan sebagainya,itu dikarenakan kita tidak mempunyai PEMIMPIN yang bisa memimpin bangsa yg besar ini.Tapi saya yakin 2000% disaat bangsa kita menemukan pemimpin yg bisa mengayomi seluruh indonesia....SELURUH DUNIA AKAN BERTEKUK LUTUT pada INDONESIA!!!
Intinya buat sekarang ini...negara seperti malaysia,singapura,brunei adalah negara kecil TAPI bangsa yg BESAR!Indonesia...negara BESAR,TAPI bangsa yg KECIL dan itu saya jamin akan berlaku sampai kapan pun sebelum bangsa kita(indonesia) belum memiliki PEMIMPIN yang BESAR seperti SOEKARNO!!!

Anonim mengatakan...

saya rasa, Budaya Berasal dari pola hidup masing-masing negara, jadi Indonesia juga mempunyai budaya sendiri, pola hidup indonesia dengan malaysia berbeda, saya akui indonesia & malaysia satu rumpun tapi soal budaya setiap negara mempunyai ciri khas budaya masing-masing negara

Anonim mengatakan...

Allah swt menyukai perbedaan,sbagai manusia smestinya kita bs lbih bijak menyikapai perbedaan.ilmu itu dinamis.....

Anonim mengatakan...

EGP

Anonim mengatakan...

memang sangat sulit untuk memastikan dari mana asalnya bangsa indonesia ini secara pasti. tetapi memang yang pasti adalah bahwasanya menurut agama samawi (yahudi,Kristen, islam) bahwa manusia masa kini merupakan keturunan anak-anak Nabi Nuh yang berkembang biak setelah banjir besar. lalu menyebar ke berbagai arah. Bangsa Indonesia, khusunya yang tergolong ke dalam Ras MELAYU TUA (mentawai, nias, batak, dayak, manado, toraja) merupakan keturunan Nabi Nuh melalui anaknya YAFET, lalu melalui anak Yafet yaitu TIRAS. Dalam alkitab dan alquran tidak disebutkan nama-nama anak TIRAS, namun dalam kitab YOBEL yahudi disebutkan bahwa kebanyakan anak-anak TIRAS bermukim diseberang lautan (Daratan yang tidak menyatu lagi dengan daratan utama (afrika, eropa dan asia yang bersatu ditimur tengah)). di eropa keturunan TIRAS ini adalah Bangsa THOR, TROYA, TROJAN dan bangsa-bangsa sakti lainnya di eropa, adakalnya keturunan Tiras dieropa sering merajah /tato/menggambari tubuhnya (mirip mentawai dan Dayak) dan adakalnya mereka tinggal dirumah panjang (Mirip dayak dan suku indian tertentu). MANUSIA BUMI BERPENCAR SECARA BESAR-BESARAN ADALAH SEJAK DIRUNTUHKANNYA MENARA BABEL, saat itu bahasa manusia kacau balau karena selama pembuatan menara babel umat manusia banyak mengkonsumsikan beragam jamur termasuk jamur-jamur yang cukup beracun, AKIBATNYA penyakit SENGAU-SENGAU-AN menggila dan menyebabkan terjadinya perubahan bunyi vokal bahasa ( contoh: kata Ada menjadi Ado, kata: siapa menjadi siapo, dll) dan bahkan perubahan istilah-istilah kata pada bahasa manusia. LALU MASING-MASING ORANG MENCARI ORANG YANG SEBAHASA/YANG SAMA BAHASANYA LALU BERPENCAR.

Akhmad Fajar mengatakan...

nimbrung...sewaktu saya di smp saya pernah dengar mengenai teori yg sedikit beda dari tulisan di atas mengenai asal usul indonesia. begini, dahulu kala(mungkin jaman nabi Isa atau bahkan sebelum nabi Isa) ketika kerajaan yunani dan romawi berjaya salah satu suku dari yunani yaitu suku bangsa Hellasia menjelajah mencari tanah baru. akhirnya setelah berlayar melalui persia dan india mereka menemukan indonesia ini. secara fisik orang indonesia memiliki kesamaan dg org hellas. yaitu rambut , bola mata, dan sama2 menyembah banyak dewa. berbeda dg bangsa2 lain masa itu. baik malaysia, brunei, filipina, singapura, thailand sebenarnya betul2 bersaudara. hanya karena dijajah dg bangsa yang berbeda makanya jadi berbagai negara. ya saya sih gak tau sejarah tapi yang saya tahu sih begitu. saya gak tau aslinya karena saya tidak hidup di masa itu.....eheheheh

judi main mengatakan...

aq orang jawa tengah, tapi klo denger obasa tailan kok ngerasa itu bahasa nenek moyangq ya.... rasanya enak damai gitu. apa mungkin mereka soudara tua suku jawa ya......

dofrisofwatul mengatakan...

BLOGNYA BAGUS MAS,,,
TAK KIRA INI BERMANFAAT, JADI SAYA IJIN COPAS..
SALAM KENAL DARI: http://makalahkomplit.blogspot.com
trimakasih,,

Suku Di INdonesia mengatakan...

Ulasan yang sangat bermanfaat. Terima kasih

Suku Di Indonesia mengatakan...

Ulasan yang sangat bermanfaat. Terima kasih

Anonim mengatakan...

nice inpoh, terima kasih ilmunya.izin copas :D

ismail ishaq manalu mengatakan...

Semua tulisan diatas bisa benar,secara empiris no problem dan sangat inspiratif.tapi ana mau kasi yg sifatnya bukan empiris tapi abadi.secara daging atau genetik boleh boleh aja,walaupun tidak pernah akurat 100% karna cerminan nenek moyang kita dr adam sudah rusak,dan dihapus oleh Tuhan sampai dizaman nuh orang benar itu.yang saya mau tawarkan adalah,kita cerminana Ilahi,bukan lagi out of yunan,taiwan,sundaland,atau rujukan apapun.karna semua rujukan itu sudah musnah ditelan banjir kutukan.tp rujukan kita adalah janji Allah swt,Tuhan yg hidup kpd nuh dan keturunannya yg sudah sangat bercampur,baik secara genetik,bahasa,budaya,dll.yaa pada hakekatnya memang ada kesamaan dan ada perbedaan,walaupun kebanyakan persamaannya karna sama sama manusia.rujukan janji mulia itu semakin jelas setelah manusia ilahi lahir,yaitu isa atau dalam bahasa lain dia disebut yesus,yeshua,jesus....citra ilahi yg sebenarnya manusia harus miliki berpusat atau bercermin pada genetik pada manusia isa yg sifatnya penuh kasih,abadi,suci,kekal,cerminan ilahi,dll.dari Beliaulah segala bangsa akan bercermin,mengenal siapa sebenarnya dirinya,kemana tujuannya,apa warga negaranya,gimana kemuliaannya,dll.tawaran ku ini tidak memaksa dan bersifat idiologi tp hanya percaya dan miliki identitas yg sifatnya abadi bukan teori dan empiris.finish

Anonim mengatakan...

Yard - check for ant hills or evidence of moles and other insects that can damage your lawn.
Fadell has worked with Steve Jobs for several years and architected Apple's i - Pod and the first few versions of the i - Phone, some of the most successful consumer electronics products in our time. Look for bargains, when buying expensive things that you need.

my web blog :: nest learning thermostat

Anonim mengatakan...

The Black - Berry Tablets media player will not
disappoint you as this premier media player and video creation
are supported by Codecs. Click "Edit" button to remove the unwanted
area like backside, set brightness, contrast, saturation of Kodak
video and apply special effects to your Kodak video.
You will get amazing discounts and thus saving your money.


Here is my website - blackberry playbook

Anonim mengatakan...

Section 1 - Choosing the Monochrome picture Control Section 2 - Modifying the
Monochrome Picture Control. Red lights can be
tricky but can be made to look good if you're careful. Make sure that the flash units polarities are in the.

my blog; canon eos 6d

Anonim mengatakan...

It's a very interesting concept where you have to balance objects perfectly on the field which are provided to you. Obviously, there may be some changes in the images produced by the pre and production run 5DIIIs. When High-pace mode is engaged, a smaller yellow LED lighting up (you are going to even be alerted to the display).

Have a look at my web site; canon eos 5d mark iii

Anonim mengatakan...

The system also can acknowledge up to 500,000 distinct landmarks so
you may get in excess of just a site name and a few figures.
This battery really surprised me with how much work I could get done in a single day.
there are types that are for a single phone or data
card and there are types for multiple, simultaneous, phones and data cards.


Also visit my web site :: samsung galaxy note

Anonim mengatakan...

There are a great amount of channels to choose from including
CNN, Amazon Instant Video, HBO GO, Crackle, MLS Game Day, music from Pandora, play
games and more. The new features from Roku will start kicking in this week for owners of the Roku steaming video player
models Roku 2, Roku LT, and Roku HD #2500. Apple TV and Roku
are two devices you can use to stream High Definition (HD) Video, movies, TV Shows, photos, and more
to your HD TV wirelessly and connect to your wireless environment and connect to the internet.


My web blog ... roku reviews

neneng ika mengatakan...

saya menolak pembahasan anda tentang teori tsb, indonesia etnik yg tersisa setelah banjir besar yg melululantakan asia tenggara berulang2x hinggga mereka dtng untuk memperbaikinya kembali dan gen indonesia gen tertua, tdk ada gen indonesia tdk ada keturunan eropa arab dan cina dan indian ke empat ras tersebut ada awal bangsa atau cikal bakal setelah ras indonesia ( ras jawa ) ini kesalahan membahas masalah ini, ras terakhir ras mongol dan bangsa berambut ikal( barbar )

Anonim mengatakan...

daftar pustakanya mana ya?

Anonim mengatakan...

Nice info.. Ijin copy paste yaa;)

Poskan Komentar