15 Februari 2012

MENGINTIP CALON PRODUSEN SMARTPHONE TERBESAR DALAM NEGERI

Benar dugaan saya, jika sedikit sekali di antara orang Indonesia yang mencoba untuk mencari tahu ponsel buatan negerinya sendiri. Bukan cuma sekedar ponsel, tetapi ponsel pintar atau smartphone. Produsen ponsel lokal kali ini bukanlah pemain swasta, melainkan korporasi yang dimitrai oleh pemerintah (BUMN), yaitu PT INTI. Tidak main-main, karena mereka sudah merakit tablet mini.

Semua berawal dari membanjirnya perangkat ponsel bikinan RRC ke pasar Indonesia. PT INTI sebenarnya sudah sejak awal didesain untuk dapat bersinergi dengan perusahaan telekomunikasi lokal dengan memproduksi perangkat telekomunikasi. Tidak banyak yang mengenal produk buatan PT INTI, karena memang hampir tidak pernah diekspos oleh media. PT INTI sendiri didirikan pada tahun 1974 untuk mendukung penyelenggaraan telekomunikasi yang oleh PT Telkom dan PT Indosat. Menjelang akhir dekade 1990an, PT INTI mencoba untuk bergerak mengikuti perkembangan teknologi telekomunikasi dengan memproduksi telepon seluler (ponsel).

PT INTI bekerjasama dengan pabrikan perakitan ponsel dari China, yaitu IMO yang sebelumnya telah memasarkan produknya di Indonesia. Bisa dipahami, apabila hanya China yang sepertinya mau diajak bekerjasama pengembangan teknologi tinggi. Tidak mungkin perusahaan multinasional yang telah mapan seperti nama Nokia, Samsung, RIM, Apple, maupun Sony mau berbagi teknologinya kepada Indonesia. Dalam hal ini, PT INTI yang nantinya akan mensuplai dan merakit produk yang diberi label IMO. Cirinya, selain terdapat merek bertuliskan IMO, terdapat pula logo PT INTI. Disamping itu, di tahun ini pula PT INTI akan memproduksi sendiri gadget tablet dengan sistem operasi Android.




Foto-foto berikut ini saya ambil dari sebuah forum di Kaskus. Saya mencaritahu setelah bertemu dan bercakap-cakap dengan salah seorang pekerja di PT INTI. Sayangnya yang bersangkutan tidak membawa serta foto-foto di lokasi kerja, sehingga saya pun harus mencari sendiri untuk dapat dibuatkan sebagai tulisan. Berikut ini merupakan isi di dalam pabrik perakitan ponsel PT INTI (IMO) yang dikabarkan cukup banyak mempekerjakan siswa-siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).







Kritik Atas Kebijakan
Setelah membaca spesifikasi produk (gadget) yang bakal diproduksi oleh PT INTI, nampaknya akan sangat sulit bersaing di pasar dalam negeri. Menggandeng nama IMO bukanlah jaminan citra pasar. Prosesor yang digunakan mengusung teknologi single-core dari Marvel yang hanya mampu mengakses hingga 800 MHz untuk kelas smartphone. Harga yang rencananya akan dirilis adalah di atas Rp 4 juta. Artinya, PT INTI memproduksi ponsel dengan teknologi Low End tersebut ditawarkan sejajar dengan produk-produk dengan teknologi High-End. Sementara itu, Samsung Galaxy Mini yang mengusung teknologi Low End hanya akan dibanderol kurang dari Rp 2 juta.

Jika memang hendak mendukung kemandirian nasional, pihak pemerintah harus memiliki sikap yang diimplementasikan ke dalam kebijakan. Misalnya, para pejabat publik di tingkat pusat dan daerah diharuskan untuk menggunakan smartphone ataupun ponsel buatan PT INTI. Hal ini berlaku pula dengan perangkat gadget yang mereka gunakan selama masih menjabat sebagai pejabat publik. Kebijakan ini diterapkan oleh pemerintah India yang melarang pejabat publiknya menggunakan smartphone buatan luar negeri, karena alasan rawan penyadapan. Melalui sikap dan kebijakan tersebut diharapkan akan memberikan peluang bagi pengembangan industri pendukung teknologi untuk mampu menghadapi persaingan global di bidang teknologi informasi.

Pemerintah tidak boleh lepas tangan dalam mendukung industri nasional untuk menghadapi persaingan global. Di negara manapun, bahkan pemerintah China merupakan pihak yang paling agresif mendukung industri nasionalnya. Tidak mengherankan apabila saat ini China merupakan negara yang memiliki cadangan devisa terbesar di dunia. Tidak ada yang disebut etika di dalam suatu persaingan, apabila dalam tatanan persaingan bebas. Persaingan dagang pada hakekatnya merupakan perang dagang di mana membutuhkan optimalisasi dari sumberdaya di suatu negara untuk menghimpun informasi menjadi suatu strategi persaingan. Kemauan pemerintah akan diuji dalam kasus produk PT INTI. Kita akan melihat, apakah pemerintah mau didekte oleh pihak asing.

Sumber foto: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=639369756

0 comments:

Poskan Komentar