25 November 2008

SETELAH PORNOGRAFI, KINI PERJUDIAN MULAI MARAK

Ketika kalangan pemerintah dan DPR membahas perancangan dan pengesahan RUU Anti Pornografi 2008, sesungguhnya saya mulai bertanya apalagi siasat yang hendak dijalankan oleh orang-orang pemerintah? Terkesan hendak menutupi sesuatu yang teramat penting, atau bisa dikatakan semacam siasat untuk mengalihkan perhatian. Tidak terlalu lama dari ribut-ribut soal pornografi, Kapolri yang baru saja terpilih melakukan aksi pertamanya memberantas premanisme. Tidak lama pula setelah itu, seorang kawan memberitahukan jika sekarang ini, paska pergantian Kapolri, perjudian sudah mulai berjalan. Sekalipun masih harus terbatas ruang lingkupnya, tapi kawan saya merasa yakin suatu saat nanti akan kembali ketika ramai-ramainya judi jenis togel. Ternyata kabar tentang perjudian itu. Di berbagai acara kriminalitas maupun tajuk berita utama, seringkali diperdengarkan perjudian gelap mulai banyak ditangkapi oleh pihak kepolisian. Ada apakah ini? Kontroversi UU Anti Pornografi, pemberantasan premanisme, dan perjudian?

Semasa kepemimpinan Kapolri Jendral Sutanto, institusi kepolisian RI banyak sekali kehilangan salah satu sumber pendapatan. Lahan basah yang menjadi sumber pendapatan paling besar, yaitu perjudian sudah mulai ditutup. Tidak demikian halnya dengan Kapolri baru yang terpilih yang kemudian mulai membuka pintu bagi masuknya perjudian. Salah satu ancaman perjudian ini adalah adanya aksi premanisme yang seringkali dilakukan oleh pihak-pihak yang diorganisir oleh kelompok yang mengatasnamakan agama. Mudah ditebak, pihak Kapolri berusaha untuk melindungi aksi perjudian dari gangguan kelompok-kelompok yang mengambil manfaat dari situasi politik di dalam negeri.

Mengenai soal kontroversi UUAP 2008, ini adalah skenario yang dengan sengaja dirancang oleh pemerintah sebagai siasat untuk mengalihkan perhatian. Tidak hanya itu saja, UUAP sudah jelas diketahui akan memperuncing perpecahan di kalangan umat muslim yang sesungguhnya mereka ini adalah satu suara. Kontroversi UUAP 2008 juga bisa dimanfaatkan untuk menjual tokoh-tokoh baru yang dapat menggantikan keberadaan tokoh-tokoh lama yang sekarang ini sedang menunggu putusan pengadilan (Habieb Riziq dan Munarman). Pada kenyataannya, para kelompok fundamentalis Islam yang dengan sengaja menggunakan nama Islam, sama sekali tidak berbuat apapun untuk melawan kemaksiatan seperti yang selama ini mereka umbar. Dibandingkan dengan pornografi, dampak perjudian terhadap moral sesungguhnya jauh lebih berbahaya. Sekalipun demikian, keduanya pun sama-sama dapat membahayakan moral jika nantinya menjadi semakin meluas dan tidak terkendali.

0 comments:

Poskan Komentar